Tim Polimedia Berdayakan Sanggar Seni Tradisional Buaya Putih Bantu Transformasi Produk Kriya Lokal Bernilai Jual

ANP • Wednesday, 19 Aug 2026 - 11:32 WIB

Serang – Tim Politeknik Negeri Media Kreatif (Polimedia) yang beranggotakan dosen dan mahasiswa menggelar program pengabdian masyarakat bertajuk "Pemberdayaan Ekonomi Berbasis Kekayaan Intelektual Nusantara: Transformasi Karakter Buaya Putih Menuju Produk Kriya Berdaya Saing untuk Kemandirian Komunitas Seni di Kab. Serang”. Kegiatan yang berlangsung di Desa Kadubeureum, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang, Banten, ini menyasar pada mitra strategis yakni Sanggar Seni Tradisional Buaya Putih. 

Program yang didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui skema Program Inovasi Seni Nusantara (PSIN) Tahun 2026 ini berfokus pada hilirisasi simbol budaya lokal menjadi produk ekonomi kreatif bernilai tambah. Adapun tim Polimedia melakukan pendekatan partisipatif ke Sanggar Seni Tradisional Buaya Putih dengan menjadikan produk inovasi kriya dan seni terapan yang memiliki daya saing. 

Ketua Tim Pengusul Polimedia, Yuda Syah Putra mengatakan, selama ini karakter Buaya Putih lekat dengan identitas kultural dan seni pertunjukan masyarakat Serang, Banteng. Namun karakter lokal tersebut belum optimal dimanfaatkan sebagai produk bernilai tinggi. Karena itulah Tim Polimedia melakukan pendampingan kepada Sanggar Seni Tradisional Buaya Putih dengan menjadikan karakter lokal Buaya Putih menjadi produk kriya inovatif dan aplikatif melalui pelatihan kriya. 

"Karakter Buaya Putih memiliki potensi kekayaan intelektual lokal yang luar biasa. Melalui pendampingan ini, kami ingin mendorong komunitas agar tidak hanya menampilkan kesenian dalam bentuk pertunjukan, tetapi juga mampu mengolahnya menjadi produk kriya aplikatif, mulai dari kriya tekstil/batik, teknik cetak lino (lino cut), hingga berbagai produk kriya inovatif lainnya dengan standar kualitas dan narasi budaya yang kuat ." ujar Yuda. 

Tim Polimedia melakukan pelatihan komprehensif mulai dari desain hingga storytelling produk. Rangkaian pelatihan diantara lain eksplorasi visual karakter Buaya Putih ke dalam media desain produk kriya kontemporer, pelatihan teknik cetak limo dan pewarnaan tekstik ramah lingkungan, pembentukan kelompok kerja berstruktur, hingga pendampingan pembuatan label, katalog produk, narasi makna kultural guna meningkatkan nilai tawar di mata konsumen. Pelatihan ini diikuti kurang lebih 30 anggota sanggar. 

Rangkaian kegiatan ini disambut baik oleh Ketua Sanggar Seni Tradisional Buaya Putih, Iwan Sape’i. Menurutnya, pelatihan dan pengetahuan ini menjadi modal awal penting bagi anggota sanggar.

"Kami sangat terbantu dengan adanya bimbingan dari tim Polimedia. Pengetahuan mengenai desain modern, teknik produksi berstandar, dan cara memasarkan produk ini menjadi modal penting bagi anggota sanggar, terutama anak-anak muda, untuk mandiri secara ekonomi lewat karya budaya sendiri," tutur Iwan. 

Melalui terciptanya prototipe produk kriya inovatif dan rencana produksi kolektif yang terstruktur, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model percontohan penguatan ekosistem ekonomi kreatif berbasis kekayaan intelektual tradisi di Kabupaten Serang dan Provinsi Banten secara berkelanjutan. 

Selain itu, kegiatan ini juga mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi, khususnya keterlibatan mahasiswa di luar kampus 9IKU 3) dan hilirisasi luaran kerja sama dengan mitra masyarakat (IKU 5). Program ini secara nyata mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), terutama pada pilar Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi serta Pola Konsumsi dan Produksi Berkelanjutan. 

Program pemberdayaan ini didukung oleh tim lintas disiplin Polimedia yang mencakup bidang seni rupa, kriya, media, dan pertelevisian. Adapun tim diketuai oleh Yuda Syah Putra, beranggotakan Irpan Riana, Raden Sulistiyo Wibowo, serta Zaenal Muttaqien, serta tiga tim mahasiswa program studi Fotografi sebagai wujud implementasi pembelajaran berbasis proyek nyata (project-based learning).