BAZNAS RI Bersama Direktorat Kebudayaan UI Bangun Ekosistem Zakat di Kalangan Pekerja Seni

ANP • Wednesday, 12 Aug 2026 - 21:10 WIB

JAKARTA - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI dan Direktorat Kebudayaan Universitas Indonesia (UI) berkolaborasi membangun budaya berzakat di kalangan pekerja seni sekaligus meningkatkan kesejahteraan pekerja seni dari kalangan mustahik melalui program pemberdayaan ekonomi.

Hal tersebut mengemuka dalam audiensi BAZNAS RI dan Direktorat Kebudayaan Universitas Indonesia (UI) yang digelar di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Rabu (12/8/2026). Dan dihadiri oleh Pimpinan BAZNAS RI Bidang Riset, Pengembangan, Perencanaan, dan Inovasi H. Syarifuddin, S.Ag., M.E., Direktur Pendayagunaan BAZNAS RI Eka Budhi Sulistyo., Direktur Kebudayaan UI, Dr. Ngatawi Al-Zastrouw, S.Ag., M.Si., beserta jajarannya.

Pimpinan BAZNAS RI Bidang Riset, Pengembangan, Perencanaan, dan Inovasi H. Syarifuddin, S.Ag., M.E., menyambut baik kolaborasi tersebut. Menurutnya, kerja sama berbasis komunitas pekerja seni dapat menjadi model baru yang mengintegrasikan pengumpulan zakat dengan pemberdayaan ekonomi.

"Mengenai model kerja sama, kita bisa mengarahkannya pada aspek pengumpulan zakat. Pada pelaksanaan pertunjukan seni, kita dapat berkolaborasi melalui program donasi atau amal (charity) yang terhubung dengan BAZNAS," ujar Syarifuddin.

"Terkait kerja sama dengan pekerja seni, kita dapat menyiapkan skema khususnya. Direktorat Kebudayaan UI tidak perlu membentuk UPZ khusus, melainkan cukup menyiapkan rekening bersama dan BAZNAS akan menyediakan kanal pembayaran ZIS," jelasnya.

Ia mengatakan, langkah tersebut memudahkan Direktorat Kebudayaan UI, serta kedua pihak dapat memantau arus dana secara transparan melalui rekening bersama tersebut. Hasil dari penghimpuan donasi atau charity tersebut bisa dialokasikan untuk mendukung kesejahteraan pekerja seni.

Lebih lanjut, Syarifuddin menyampaikan, program-program BAZNAS harus selaras (in line) dengan kategori 8 mustahik. Jika para pekerja seni masuk ke dalam kategori mustahik, BAZNAS sangat berkepentingan untuk membantu dan mendorong pekerja seni mustahik.

Syarifuddin menjelaskan, untuk mendukung pemberdayaan ekonomi pekerja seni mustahik, BAZNAS memiliki berbagai program produktif, seperti ZMart dan ZChicken, yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan penerima manfaat.

"Langkah ini sangat tepat karena BAZNAS telah memiliki banyak praktik baik (best practices) terkait pemberdayaan melalui katalog program yang siap disesuaikan dengan kebutuhan," kata Syarifuddin.

Selain aspek ekonomi, Syarifuddin menilai pekerja seni dan budaya memiliki peran penting dalam menjaga kekuatan dan karakter bangsa. Menurutnya, keberadaan mereka menjadi bagian penting dalam mempertahankan identitas kebudayaan Indonesia.

Sementara itu, Direktur Kebudayaan UI Dr. Ngatawi Al-Zastrouw mengatakan, lingkungan pekerja seni memiliki dua potensi yang saling melengkapi, yakni kelompok yang membutuhkan dukungan sebagai mustahik dan kelompok yang memiliki kemampuan menunaikan zakat sebagai muzaki.

"Di kalangan seniman ini banyak yang berpotensi menjadi muzaki, namun tidak sedikit pula yang menjadi mustahik. Melalui kolaborasi dengan BAZNAS, kita ingin mewujudkan program dari seniman untuk seniman yang dikelola secara profesional dan sistematis," ujar Zastrouw.