Tim PkM Universitas Mercu Buana Berdayakan Masyarakat melalui Pengolahan Limbah Organik Rumah Tangga Menjadi Hydrochar

ANP • Wednesday, 12 Aug 2026 - 16:17 WIB

Tangerang — Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dosen Universitas Mercu Buana (UMB) melaksanakan program pemberdayaan masyarakat melalui pengelolaan dan pengolahan sampah organik rumah tangga menjadi hydrochar dengan pendekatan teknologi Hydrothermal Carbonization (HTC).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Hibah Diktisaintek, Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat, Program Pengabdian Masyarakat Pemula, yang didukung oleh DPPM DITJEN KEMDIKTISAINTEK 2026. Program dilaksanakan bersama komunitas Sekolah Muslimah Berdaya (SMB) dengan rangkaian kegiatan yang berlangsung mulai 27 Juni hingga 1 Agustus 2026 di wilayah Curug dan Bencongan Indah, Tangerang, Banten.

Tim PkM UMB terdiri atas Swandya Eka Pratiwi, ST., M.Sc sebagai Ketua, serta Yuliza, ST.,MT dan Haris Wahyudi, ST., M.Sc sebagai Anggota Dosen. Kegiatan juga melibatkan mahasiswa Program Studi Teknik Mesin UMB, yaitu Akhmad Fauzan Siraja Ramadan dan Ibnu Rizky Ryansyah.

Dari Limbah Organik Menjadi Produk Bernilai

Program ini dilaksanakan sebagai upaya memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat dalam mengelola sampah organik rumah tangga sekaligus mengenalkan alternatif pemanfaatan sampah menjadi produk yang memiliki nilai guna.

Rangkaian kegiatan diawali dengan koordinasi bersama komunitas SMB pada 27 Juni 2026 di Citra Pasundan, Curug, Banten. Pertemuan tersebut membahas maksud dan tujuan kegiatan serta menyepakati rangkaian agenda pemberdayaan masyarakat.

Selanjutnya, pada 5 Juli 2026 dilaksanakan seminar mengenai pengelolaan dan pengolahan sampah organik menjadi hydrochar di Bencongan Indah, Kelapa Dua, Tangerang. Peserta memperoleh materi mengenai pengelolaan sampah organik rumah tangga, pengolahan limbah organik menjadi hydrochar, serta penggunaan listrik dan biaya listrik dari alat elektronik pembuat hydrochar.

[Kegiatan seminar/penyampaian materi kepada masyarakat]

Peserta Terlibat Langsung dalam Proses Pengolahan

Tidak berhenti pada penyampaian materi, tim PkM UMB melanjutkan kegiatan dengan praktik langsung pada 12 Juli 2026. Peserta dilibatkan dalam proses pengolahan sampah organik mulai dari pencacahan bahan baku, proses Hydrothermal Carbonization (HTC) menggunakan panci presto. Dalam demonstrasi tersebut, tim memperlihatkan proses pemasakan slurry menggunakan panci presto dengan waktu proses sekitar 90 menit hingga menghasilkan hydrochar basah.

Hydrochar yang dihasilkan kemudian disaring dan dikeringkan menggunakan oven listrik. Karena proses pemasakan dan pengeringan membutuhkan waktu yang relatif panjang, beberapa sampel hasil proses telah disiapkan oleh tim untuk memperlihatkan tahapan perubahan material dari limbah organik hingga menjadi hydrochar kering. Dengan praktik tersebut, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman secara teoritis dan gambaran proses secara utuh, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung mengenai tahapan pengolahan sampah organik menjadi hydrochar.

Pada tahap berikutnya, 19 Juli 2026, peserta kembali melakukan praktik pengolahan hydrochar kering menjadi hydrochar halus. Proses dilakukan menggunakan blender dan chopper, dilanjutkan dengan penyaringan dan penyimpanan sehingga hydrochar dapat dipersiapkan untuk tahap pemanfaatan.

Hydrochar Diaplikasikan pada Tanaman

Rangkaian program kemudian dilanjutkan pada 1 Agustus 2026 dengan aplikasi hydrochar pada media tanam. Peserta menyiapkan media tanam dan tanaman cabai, kemudian mencampurkan hydrochar halus dengan media tanam sebelum melakukan penanaman di dalam pot. Tahap ini menjadi bagian penting dari proses pemberdayaan karena peserta diperkenalkan tidak hanya pada cara menghasilkan hydrochar, tetapi juga pada pemanfaatannya sebagai pembenah tanah.

Mendorong Pengelolaan Sampah yang Berkelanjutan

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, tim PkM UMB berupaya membangun pemahaman masyarakat bahwa sampah organik rumah tangga tidak selalu harus dipandang sebagai limbah yang harus dibuang, tetapi dapat diolah menjadi material yang memiliki manfaat.

Pendekatan yang diterapkan menggabungkan edukasi, praktik teknologi, pengolahan produk, dan aplikasi, sehingga masyarakat memperoleh pengalaman secara bertahap mulai dari memahami permasalahan sampah hingga memanfaatkan produk hasil pengolahannya.

Program ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi pengembangan pengelolaan sampah organik berbasis masyarakat yang lebih berkelanjutan. Selain meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat, kegiatan juga membuka peluang pengembangan pemanfaatan hydrochar untuk berbagai kebutuhan yang relevan dengan kondisi masyarakat.

Tim Pengabdian kepada Masyarakat UMB

Swandya Eka Pratiwi – Ketua Pelaksana
Yuliza – Anggota Dosen
Haris Wahyudi – Anggota Dosen
Akhmad Fauzan Siraja Ramadan – Mahasiswa
Ibnu Rizky Ryansyah - Mahasiswa

Universitas Mercu Buana (UMB)

Komunitas Sekolah Muslimah Berdaya (SMB)