Universitas Mercu Buana Terapkan Teknologi Solar Panel di SDIT AR-Rohmah Tangerang untuk Mendukung Efisiensi Energi Sekolah

ANP • Wednesday, 12 Aug 2026 - 10:23 WIB

Tangerang – Tim dosen Universitas Mercu Buana melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk “Optimalisasi Energi Surya dan Digital Marketing di SDIT AR-Rohmah” pada Sabtu, 25 Juli 2026, di SDIT AR-Rohmah, Desa Sasak, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten. Kegiatan tersebut berfokus pada penerapan teknologi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai sumber energi alternatif untuk membantu meningkatkan efisiensi penggunaan energi dan mendukung keberlanjutan operasional sekolah.

Program ini merupakan bagian dari Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Nomor Kontrak Induk: 206/C3/DT.05.00/PM/2026. Nomor Kontrak Turunan: 0694/LL3/DT.06.01/2026, 01-1-4/005/SPK-PKM/V/2026

SDIT AR-Rohmah merupakan sekolah dasar Islam terpadu yang memberikan layanan pendidikan bagi masyarakat di wilayah Kecamatan Mauk dan sekitarnya. Kegiatan operasional sekolah selama ini masih mengandalkan pasokan listrik dari PLN untuk mendukung penerangan ruang kelas, kipas angin, perangkat administrasi, serta kebutuhan kegiatan belajar mengajar. Keterbatasan sumber pembiayaan sekolah menyebabkan efisiensi biaya listrik menjadi salah satu kebutuhan penting dalam menjaga keberlanjutan pelayanan pendidikan. Kondisi tersebut menjadi dasar penerapan teknologi energi terbarukan melalui pemanfaatan solar panel.

Tim pelaksana kegiatan terdiri atas Sri Anah, S.E., M.M. sebagai Ketua Tim, Ir. Akhmad Wahyu Dani, S.T., M.T. sebagai anggota dengan bidang keahlian Teknik Elektro, serta Wahyu Anggraini, S.E., M.Si. sebagai anggota dengan bidang keahlian Akuntansi. Teknologi utama yang diterapkan berupa sistem PLTS hybrid yang memanfaatkan energi matahari sebagai sumber listrik alternatif dan tetap terintegrasi dengan sumber listrik PLN. Sistem tersebut menggunakan sejumlah komponen, antara lain panel surya, inverter, baterai, charge controller, rangka instalasi, serta sistem kelistrikan pendukung. Konsep hybrid memungkinkan kebutuhan listrik sekolah tetap terpenuhi ketika energi yang dihasilkan panel surya belum mencukupi, sehingga kontinuitas pasokan listrik untuk kegiatan pembelajaran dapat tetap terjaga.

Pelaksanaan kegiatan tidak hanya berorientasi pada pemasangan perangkat solar panel. Pengurus dan kelompok pengajar SDIT AR-Rohmah juga mendapatkan pelatihan mengenai prinsip kerja energi surya, fungsi komponen PLTS, pengoperasian sistem, keselamatan penggunaan, pemantauan kinerja, serta pemeliharaan dasar panel surya. Pendekatan tersebut diharapkan menjadikan mitra tidak sekadar sebagai penerima teknologi, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mengelola dan memanfaatkan PLTS secara mandiri serta berkelanjutan.

Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat, Sri Anah, S.E., M.M., menjelaskan bahwa penerapan solar panel menjadi langkah strategis dalam memperkenalkan energi bersih sekaligus membantu sekolah melakukan efisiensi penggunaan energi. Teknologi tersebut diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap listrik konvensional dan memberikan ruang yang lebih besar bagi sekolah untuk mengalokasikan sumber daya keuangan pada peningkatan kualitas pelayanan pendidikan.

Keberadaan solar panel juga memberikan manfaat edukatif bagi lingkungan sekolah. Guru dan siswa dapat melihat secara langsung penerapan teknologi yang mengubah energi matahari menjadi energi listrik. Implementasi tersebut dapat menjadi media pembelajaran kontekstual mengenai energi terbarukan, efisiensi energi, serta pentingnya penggunaan teknologi ramah lingkungan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.

Kegiatan turut dilengkapi dengan pelatihan digital marketing sebagai aspek pendukung. Pelatihan diarahkan pada pemanfaatan media sosial untuk mendokumentasikan dan mempublikasikan kegiatan sekolah serta memperkenalkan penerapan teknologi energi terbarukan kepada masyarakat. Kemampuan tersebut diharapkan dapat memperluas diseminasi pengetahuan mengenai solar panel sekaligus menjadi modal awal bagi mitra apabila pada masa mendatang dikembangkan aktivitas produktif yang berkaitan dengan teknologi energi surya.

Program ini memiliki keterkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) 7: Affordable and Clean Energy melalui pemanfaatan energi terbarukan serta SDGs 12: Responsible Consumption and Production melalui peningkatan efisiensi penggunaan sumber daya. Program tersebut juga mendukung penguatan sumber daya manusia melalui pendidikan dan penerapan inovasi teknologi pada lingkungan masyarakat.

Partisipasi aktif pengurus dan guru SDIT AR-Rohmah menjadi bagian penting dari pelaksanaan kegiatan. Mitra terlibat dalam identifikasi kebutuhan energi, penentuan lokasi penerapan teknologi, pelatihan, pengoperasian, hingga pemeliharaan dasar perangkat. Pola pemberdayaan tersebut diarahkan agar teknologi PLTS yang telah diterapkan dapat terus dimanfaatkan setelah kegiatan pengabdian berakhir.

Penerapan solar panel di SDIT AR-Rohmah diharapkan menjadi langkah awal menuju kemandirian energi sekolah yang lebih baik, efisiensi biaya operasional, peningkatan literasi energi terbarukan, serta terbentuknya lingkungan pendidikan yang lebih ramah lingkungan. Program ini sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam menghadirkan hasil ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.