Indonesia Memimpin: Mewujudkan Bangsa Cerdas Melalui Inovasi AI

ANP • Tuesday, 11 Aug 2026 - 23:52 WIB

 

Jakarta — Indonesia Technology & Innovation (INTI) 2026 resmi dibuka hari ini di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta. Sebagai pameran inovasi teknologi, INTI 2026 mempertemukan pelaku industri, pemerintah, asosiasi, investor, inovator, akademisi, serta penyedia solusi teknologi untuk memperkuat kolaborasi dan mendorong pembangunan ekosistem digital Indonesia dari hulu hingga hilir.

INTI 2026 diselenggarakan dengan dukungan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia sebagai Official Institutional Partner. Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat keterhubungan antara dunia usaha, pemerintah, asosiasi, dan pelaku teknologi dalam membangun ekosistem digital sekaligus mendorong pertumbuhan industri nasional.

Rangkaian pembukaan INTI 2026 diawali dengan Welcoming Remarks oleh Hendri Bunardy, Director CNG Trade & Event, dilanjutkan Co-Host Welcoming Remarks oleh Firlie Ganinduto, Kepala Badan Ekosistem Digital, KADIN Indonesia. Acara kemudian dilanjutkan dengan Keynote Speech oleh Bapak Andi Rizaldi, Staf Ahli Menteri Bidang Percepatan Transformasi Industri 4.0, serta Boni Pudjianto, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Kementerian Komunikasi dan Digital.

952 Peserta dari 8 Negara

Penyelenggaraan INTI 2026 hadir dengan skala internasional yang semakin kuat. Sebanyak 952 exhibitor dan peserta dari 8 negara berpartisipasi untuk menampilkan berbagai inovasi, teknologi, dan solusi bagi kebutuhan industri. INTI 2026 menargetkan kehadiran 30.000 pengunjung dari 20 negara, memperkuat posisinya sebagai salah satu platform pertemuan industri teknologi berskala internasional di Indonesia.

“Melalui berbagai sektor teknologi, mulai dari telko, AI, data center, cybersecurity, IoT, robotics, semiconductor, smart mobility, drone technology hingga smart manufacturing, kami berharap INTI dapat menjadi tempat lahirnya ide baru, inovasi baru, kemitraan baru, dan peluang investasi baru,” ucap Hendri Bunardy, Director CNG Trade & Event, dalam Welcoming Remarks-nya.

Partisipasi internasional juga diperkuat melalui delapan international group/country participation, yakni China, India, Taiwan, Malaysia, Vietnam, Singapura, Korea Selatan, dan Jepang. Kehadiran berbagai negara tersebut membuka peluang pertukaran teknologi, investasi, kemitraan bisnis, serta kolaborasi antara perusahaan nasional dan global.

Pameran berlangsung di area seluas 13.000 meter persegi, menghadirkan berbagai solusi teknologi yang merepresentasikan perkembangan ekosistem digital dan industri Indonesia. Dari seluruh peserta, sekitar 45% menghadirkan produk dalam negeri yang telah tersertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Hal ini menunjukkan kontribusi industri dalam negeri yang semakin penting dalam membangun kapasitas teknologi dan memperkuat daya saing nasional.

Membangun Ekosistem Teknologi dari Hulu hingga Hilir

INTI 2026 menghadirkan 15 sektor teknologi strategis yang membentuk rantai ekosistem digital dari hulu hingga hilir, yaitu:

  1. 5G, Internet & Satellite
  2. Data Center, Cloud Computing & Data Storage
  3. Artificial Intelligence (AI)
  4. Cybersecurity & Data Protection
  5. Internet of Things (IoT)
  6. Smart City
  7. Fintech, Digital Banking & Blockchain
  8. Digital Health & MedTech
  9. Electronics, Components & Semiconductor
  10. Robotics & Automation
  11. Smart Mobility
  12. Drone Technology & Autonomous
  13. Smart Manufacturing Technology
  14. Startup & Innovation
  15. Digital Talent & Education

Keterhubungan berbagai sektor tersebut menunjukkan bahwa transformasi digital tidak hanya berkaitan dengan pembangunan konektivitas, tetapi juga bagaimana infrastruktur digital dapat menjadi fondasi bagi pemanfaatan teknologi di berbagai sektor industri. Mulai dari basic connectivity, pengelolaan dan pemrosesan data, pemanfaatan AI dan IoT, keamanan digital, hingga penerapan robotika, drone, elektronik, dan teknologi manufaktur.

Melalui pendekatan tersebut, INTI 2026 mendorong terbentuknya ekosistem teknologi yang saling terintegrasi. KADIN Indonesia turut mengiringi perjalanan tersebut, dari penguatan basic connectivity sebagai fondasi hingga pengembangan smart manufacturing, sehingga teknologi digital dapat memberikan dampak yang lebih luas terhadap produktivitas dan pembangunan industri nasional.

Firlie Ganinduto, Kepala Badan Ekosistem Digital, KADIN Indonesia, mengatakan kemitraan KADIN Indonesia dengan INTI dapat membantu memenuhi kebutuhan industri.

“Tahun ini, KADIN Indonesia hadir sebagai official institutional partner, dan bagi kami, kemitraan ini relevan karena dunia usaha bukan hanya menampilkan teknologi, tetapi juga mempertemukan kebutuhan industri, arah kebijakan pemerintah, dan inovasi yang dapat benar-benar diterapkan,” ucap Firlie.

AI Mendorong Indonesia Menuju Industri yang Lebih Cerdas

Artificial Intelligence menjadi salah satu teknologi penting dalam perkembangan ekosistem digital saat ini. Penerapan AI membuka peluang untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, kualitas layanan, serta kemampuan industri dalam menghadapi perubahan teknologi yang semakin cepat.

Dalam konteks pembangunan nasional, pengembangan AI perlu berjalan beriringan dengan kesiapan infrastruktur, keamanan data, sumber daya manusia, serta kemampuan industri dalam mengadopsi dan mengembangkan teknologi. Karena itu, kehadiran AI Experience di INTI 2026 tidak berdiri sendiri, tetapi terhubung dengan berbagai sektor lain dalam ekosistem teknologi.

Pengembangan ekosistem tersebut diharapkan dapat mendukung terciptanya industri Indonesia yang semakin cerdas, efisien, inovatif, dan memiliki daya saing global.

Memperkuat Industri dan Kolaborasi Nasional

INTI 2026 diharapkan dapat turut mewujudkan tujuan Indonesia dalam membangun ekosistem digital yang kuat sekaligus memperkuat fondasi industri nasional. Melalui pertemuan antara perusahaan teknologi, pemerintah, asosiasi, investor, akademisi, startup, dan pelaku industri, pameran ini membuka ruang untuk membangun kerja sama, investasi, pertukaran pengetahuan, serta implementasi solusi teknologi secara lebih luas.

Lebih dari sekadar pameran, INTI 2026 menjadi ruang kolaborasi untuk mempertemukan teknologi dengan kebutuhan industri. Kehadiran peserta nasional dan internasional diharapkan dapat mempercepat transfer pengetahuan dan teknologi, membuka peluang bisnis baru, serta memperkuat keterhubungan industri Indonesia dengan rantai teknologi global.

Dengan menghubungkan basic connectivity, infrastruktur digital, AI, keamanan siber, IoT, hingga smart manufacturing, INTI 2026 menjadi bagian dari upaya bersama untuk membangun Indonesia yang semakin kuat di bidang teknologi dan industri, sekaligus mewujudkan ekosistem digital yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.