Mendorong Deteksi Dini: Upaya MAS Arya Meningkatkan Kesadaran akan Kanker di Industri Garmen

ANP • Tuesday, 11 Aug 2026 - 10:40 WIB

Jakarta – MAS Arya Indonesia memperkuat kesadaran akan kesehatan di lingkungan kerja melalui program Aloka, sebuah inisiatif peningkatan kesadaran dan deteksi dini terhadapi penyakit kanker yang dirancang untuk mendukung karyawan melalui edukasi, akses terhadap layanan skrining, serta perawatan preventif.

Pada industri garmen Indonesia, kelompok perempuan memiliki porsi yang cukup signifikan dalam angkatan kerja, namun masalah kesehatan seperti kanker payudara dan kanker serviks (rahim) sering kali tidak terdeteksi karena terbatasnya kesadaran, adanya stigma di masyarakat, serta kurangnya akses terhadap skrining rutin. Menyadari pentingnya intervensi dini, MAS Arya memperkenalkan Aloka pada 2019 untuk membantu karyawan memahami risiko kanker dengan lebih baik, mengenali tanda-tanda peringatan sejak dini, serta mendapatkan dukungan medis secara tepat waktu.

Program dilaksanakan melalui kemitraan dengan Rumah Sakit Charlie Kendal sejak 2024, menggabungkan sejumlah sesi pengembangan kepedulian, sesi edukasi praktis pemeriksaan mandiri, dan akses atas layanan skrining, serta kegiatan interaktif yang mendorong diskusi yang lebih terbuka terkait kesehatan dan kesejahteraan di lingkungan kerja. Dengan menghadirkan diskusi ini ke lingkungan kerja, inisiatif yang diusung bertujuan menjadikan layanan kesehatan preventif lebih mudah diakses dan tidak lagi terasa “menakutkan” bagi karyawan.

Sejak diterapkan, inisiatif ini telah memfasilitasi 2.907 karyawan dan jumlahnya terus bertambah. Mereka berpartisipasi dalam kegiatan peningkatan kesadaran dan skrining melalui program ini. Inisiatif ini telah menjangkau seluruh karyawan perempuan di Perusahaan, melalui berbagai kegiatan peningkatan kesadaran dan keterlibatan karyawan. Inisiatif ini juga mencerminkan upaya yang lebih luas untuk membangun budaya kerja yang menempatkan kesejahteraan karyawan sebagai prioritas bisnis, bukan sekadar urusan sekunder.

“Deteksi dini dapat memberikan dampak yang sangat berarti terhadap keberhasilan penanganan penyakit. Melalui Aloka, kami ingin karyawan memiliki pengetahuan yang memadai, merasa didukung, serta lebih percaya diri untuk mengambil langkah proaktif dalam menjaga kesehatan mereka,” ujar Francisca Vina Oktavia, Assistant Manager Human Resources, MAS Arya Indonesia.

Inisiatif ini dikembangkan atas dasar upaya jangka panjang MAS di berbagai wilayah untuk memperkuat literasi kesehatan dan mengurangi stigma seputar kesadaran mengenai penyakit kanker. Selama bertahun-tahun, sejumlah program serupa di lingkungan operasional MAS telah menjangkau berbagai komunitas melalui sesi edukasi dan kegiatan yang mendorong keterlibatan dalam upaya pencegahan. Hal ini sekaligus menegaskan peran penting lingkungan kerja dalam meningkatkan kesehatan masyarakat.

Bagi MAS Arya, dampak inisiatif ini lebih dari layanan kesehatan semata. Perusahaan meyakini bahwa karyawan yang merasa didukung secara fisik dan emosional akan lebih siap untuk berkontribusi, berkolaborasi, dan berkembang di dalam organisasi.  

“Seiring dengan semakin ketatnya persaingan di antara perusahaan manufaktur untuk mendapatkan talenta terbaik dan memperkuat ketahanan tenaga kerja, kesejahteraan karyawan menjadi semakin penting bagi keberlanjutan bisnis jangka panjang. Meningkatkan kesadaran mengenai kesehatan bukan hanya merupakan langkah yang tepat bagi karyawan kami, tetapi juga menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan kerja yang lebih kuat dan tangguh,” ujar Rajitha Kamalchandra, Chief Executive Officer, MAS Arya Indonesia.

Program ini juga mencerminkan komitmen global MAS yang lebih luas terhadap keberlanjutan melalui “Plan for Change”, sebuah inisiatif strategis jangka panjang yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas produk, kehidupan, dan lingkungan melalui serangkaian target terukur. Di Indonesia, program seperti Aloka menunjukkan bagaimana komitmen global tersebut diwujudkan menjadi tindakan nyata yang secara langsung mendukung para pekerja dan keluarga mereka.