Transformasi Pembelajaran PAUD Berbasis Finlandia–Reggio Emilia, Tim PKM UNWAHA Hadirkan Nature Studio di TK Dharma Wanita Mojokambang

ANP • Tuesday, 11 Aug 2026 - 05:42 WIB

Jombang – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) berhasil menghadirkan inovasi pembelajaran anak usia dini melalui pengembangan **Nature Studio** di TK Dharma Wanita Mojokambang, Kecamatan Bandarkedungmulyo, Kabupaten Jombang. Program yang berlangsung pada 22–24 Juli 2026 ini mengusung tema *"Transformasi Pembelajaran PAUD Berbasis Finlandia–Reggio Emilia melalui Pengembangan Nature Studio untuk Early Exploration of Math and Science"*.

Program tersebut merupakan bagian dari Pengabdian kepada Masyarakat Tahun Pendanaan 2026 yang berfokus pada peningkatan kompetensi guru, pengembangan inovasi pembelajaran, serta penguatan lingkungan belajar di satuan pendidikan anak usia dini. Kegiatan dipimpin oleh **Khusnul Khotimah, S.Pd.I., M.Pd.** sebagai Ketua Tim Pengabdian bersama anggota **Nurul Afidah, M.Pd.**, dengan melibatkan seluruh guru TK Dharma Wanita Mojokambang dan mendapat dukungan penuh dari Kepala Sekolah, **Dewi Purnamawati, S.Psi.**

Ketua Tim PKM, Khusnul Khotimah, menjelaskan bahwa pembelajaran matematika dan sains pada jenjang PAUD seharusnya diberikan melalui pengalaman belajar yang nyata, menyenangkan, dan dekat dengan kehidupan anak. Menurutnya, pendekatan Finlandia–Reggio Emilia dipilih karena menempatkan peserta didik sebagai subjek aktif dalam proses belajar, sementara lingkungan belajar berfungsi sebagai *the third teacher* yang mampu merangsang rasa ingin tahu, kreativitas, kemampuan berpikir kritis, sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap alam.

> "Pembelajaran matematika dan sains pada anak usia dini perlu dikembangkan melalui pengalaman belajar yang konkret, menyenangkan, dan dekat dengan kehidupan anak. Pendekatan Finlandia–Reggio Emilia memungkinkan anak menjadi pembelajar aktif dengan lingkungan belajar sebagai *the third teacher* yang menumbuhkan kreativitas, kemampuan berpikir kritis, serta rasa ingin tahu mereka," ujar Khusnul Khotimah, S.Pd.I., M.Pd.

Pelaksanaan program diawali dengan sosialisasi kepada seluruh guru melalui kegiatan pre-test untuk memetakan pemahaman awal peserta. Selanjutnya, para guru memperoleh materi mengenai filosofi pendidikan Finlandia–Reggio Emilia, konsep Nature Studio, implementasi pembelajaran eksploratif dalam Kurikulum Merdeka, hingga penyusunan aktivitas matematika dan sains berbasis bahan alam. Hasil evaluasi menunjukkan seluruh peserta memahami tujuan dan tahapan program sehingga siap mengikuti proses pendampingan berikutnya.

Tahap selanjutnya difokuskan pada peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan penyusunan perangkat pembelajaran. Tim PKM mendampingi guru dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mingguan (RPPM), asesmen autentik, rubrik perkembangan anak, serta *Learning Stories* sebagai dokumentasi proses belajar peserta didik. Pendampingan tersebut mampu meningkatkan kemampuan guru dalam merancang pembelajaran yang berpusat pada anak dan berbasis eksplorasi.

Tidak hanya itu, program juga memperkuat kompetensi digital pendidik melalui pelatihan pemanfaatan teknologi pendidikan. Guru dikenalkan dengan penggunaan ClassDojo sebagai media komunikasi sekaligus dokumentasi perkembangan peserta didik. Selain itu, pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) juga diperkenalkan untuk membantu penyusunan dokumentasi perkembangan anak secara lebih efektif dan efisien.

Puncak kegiatan diwujudkan melalui pembangunan **Nature Studio**, sebuah lingkungan belajar berbasis alam yang dilengkapi Zona Matematika dan Zona Sains. Berbagai media eksploratif seperti *light table*, kaca pembesar (*magnifier*), bahan alam, serta *loose parts* dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran. Guru mempraktikkan berbagai aktivitas, mulai dari observasi, eksperimen sederhana, pengelompokan objek, pengukuran, pengenalan pola, klasifikasi, hingga eksplorasi konsep-konsep dasar sains.

Melalui implementasi tersebut, Nature Studio berhasil menjadi laboratorium belajar berbasis alam yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh sekolah. Seluruh media pembelajaran telah tersedia dan terintegrasi dalam kegiatan belajar mengajar sehari-hari sesuai prinsip Kurikulum Merdeka.

Program kemudian dilanjutkan dengan pendampingan implementasi pembelajaran secara langsung di kelas. Anak-anak diajak mengeksplorasi berbagai konsep matematika dan sains melalui kegiatan menghitung, mengelompokkan benda alam, mengukur, membandingkan ukuran, mengamati tekstur, warna, bentuk, hingga mengidentifikasi fenomena alam menggunakan media yang tersedia. Seluruh aktivitas tersebut didokumentasikan dalam *Learning Stories* sebagai bagian dari asesmen autentik perkembangan peserta didik.

Selain menghasilkan perubahan pada proses pembelajaran, program ini juga melahirkan sejumlah luaran penting, di antaranya terbentuknya Nature Studio sebagai lingkungan belajar berbasis alam, tersusunnya perangkat pembelajaran berupa RPPM, rubrik asesmen autentik dan *Learning Stories*, meningkatnya kompetensi guru dalam menerapkan pendekatan Finlandia–Reggio Emilia, meningkatnya kemampuan guru memanfaatkan teknologi digital dan AI, serta terbangunnya kemitraan berkelanjutan antara Universitas KH. A. Wahab Hasbullah dengan TK Dharma Wanita Mojokambang.

Kepala TK Dharma Wanita Mojokambang, Dewi Purnamawati, S.Psi., mengapresiasi pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, inovasi yang dihadirkan memberikan pengalaman baru bagi para guru sekaligus menciptakan suasana belajar yang lebih menarik bagi anak-anak.

> "Nature Studio memberikan pengalaman baru bagi guru dalam menciptakan pembelajaran yang lebih kreatif, inovatif, dan berpusat pada anak. Kehadiran Zona Matematika dan Zona Sains mampu meningkatkan aktivitas eksplorasi peserta didik sekaligus memperkaya pengalaman belajar mereka," kata Dewi Purnamawati, S.Psi.

Tim PKM berharap Nature Studio dapat menjadi model praktik baik (*best practice*) yang dapat direplikasi oleh berbagai satuan PAUD di Indonesia. Pendekatan Finlandia–Reggio Emilia yang dipadukan dengan pemanfaatan teknologi digital dinilai mampu memperkuat implementasi Kurikulum Merdeka sekaligus mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, kolaborasi, dan rasa ingin tahu anak sejak usia dini.

Program Pengabdian kepada Masyarakat ini didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia melalui Program Hibah Pengabdian kepada Masyarakat Skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat Tahun Anggaran 2026. Dukungan tersebut menjadi wujud komitmen pemerintah dalam memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat melalui inovasi yang berdampak langsung terhadap peningkatan mutu pendidikan anak usia dini.