Pelantikan Pengurus Asosiasi Program Studi Sosiologi Indonesia (APSSI) Periode 2026-2030, Prof. Dr. Arif Satria, M.Si pimpin Dewan Pakar APSSI

ANP • Thursday, 6 Aug 2026 - 11:42 WIB
Sambutan Ketua Panitia Dr. Perdamaean Daulay, M.Si. dalam acara Pelantikan Pengurus Asosiasi Program Studi Sosiologi Indonesia (APSSI) Periode 2026-2030 di Aula Blok A Lt 4 Universitas Nasional, Jakarta, Rabu (5/8).

Jakarta – Program Studi Magister Sosiologi, FISIP Universitas Nasional menjadi tuan rumah pelaksanaan Pelantikan Pengurus dan Rakernas APSSI (Asosiasi Program Studi Sosiologi Indonesia) pada Rabu 5 Agustus 2026.  Pelantikan pengurus baru periode 2026-2030 ini bertempat di Aula Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Nasional. Dr. Tyas Retno Wulan, M.Si dari Universitas Jenderal Soedirman yang resmi terpilih sebagai Ketua Umum APSSI untuk periode 2026-2030 pada Kongres APSSI-V di Bali 24 Juni 2026, didampingi Dr. Idham Irwansyah Idrus, S.Sos., M.Pd dari Universitas Negeri Makassar sebagai Sekretaris Umum, serta 62 fungsionaris pengurus dari Program Studi Sosiologi berbagai Perguruan Tinggi di Indonesia.

Sambutan Ketua Umum APSSI Dr. Tyas Retno Wulan, M.Si. dalam acara Pelantikan Pengurus Asosiasi Program Studi Sosiologi Indonesia (APSSI) Periode 2026-2030 di Aula Blok A Lt 4 Universitas Nasional, Jakarta, Rabu (5/8).

Pelantikan pengurus ini menandai langkah strategis baru bagi APSSI dalam memperkuat peran dan kontribusinya terhadap perkembangan ilmu sosial, khususnya bidang Sosiologi di Indonesia. Di bawah kepemimpinan Dr. Tyas Retno Wulan, APSSI berkomitmen untuk meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan sosiologi sejalan dengan kebijakan terbaru dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Kemdiktiristek).

Kementerian Pendidikan Tinggi Ristek melalui berbagai kebijakan mutunya menekankan penguatan akademik dan pengembangan sumber daya manusia yang adaptif terhadap tantangan global dan lokal. APSSI menyongsong arah kebijakan ini dengan menetapkan prioritas pengembangan program studi sosiologi yang relevan dan terintegrasi dengan isu-isu sosial kontemporer, seperti transformasi digital, ketimpangan sosial, pembangunan berkelanjutan, dan lainnya, melalui kurikulum OBE, penjaminan mutu, pengembangan kapasitas dosen dan pengelola program studi, penerapan Kampus Berdampak, serta memperkuat kolaborasi.

Kegiatan ini menjadi lebih istimewa dengan dilantiknya pula Prof. Dr. Arif Satria, M.Si, Kepala BRIN, sebagai Ketua Dewan Pakar APSSI bersama 24 Guru Besar dari berbagai bidang kepakaran Sosiologi. Pada kesempatan yang sama, juga dilantik 10 orang Dewan Pengawas APSSI yang diketuai oleh Dr. Harmona Daulay, M.Si.

Pelantikan pengurus pusat APSSI Periode 2026-2030 oleh perwakilan presidium. Puluhan dosen sosiologi dari berbagai universitas di Indonesia berbaris di panggung Aula Blok A Lt 4 Universitas Nasional, Jakarta, Rabu (5/8).

“Melalui pelantikan ini, APSSI bukan hanya memperpanjang pengabdian kami dalam membangun disiplin sosiologi yang kuat, tetapi juga menegaskan peran aktif kami dalam menjawab tantangan sosial yang kompleks dan dinamis dengan pendekatan ilmiah yang bertanggung jawab. Sinergitas dengan Dewan Pakar akan memberikan pemikiran strategis, ide inovatif, dan pertimbangan ilmiah secara objektif untuk mendukung program kerja serta kebijakan Pengurus APSSI, serta mengawal arah pengembangan ilmu sosiologi di Indonesia agar senantiasa relevan terhadap dinamika sosial, tantangan zaman, dan pembangunan bangsa. Sementara kehadiran Dewan Pengawas akan mendorong kami, pengurus APSSI, untuk senantiasa menjaga integritas dan independensi, serta menjaga marwah akademik dengan penuh tanggung jawab,” ujar Dr. Tyas Retno Wulan dalam pidato sambutannya.

APSSI akan memperkuat jejaring nasional dan internasional, mendorong riset kolaboratif, serta memperluas kegiatan pelatihan dan workshop guna memperkaya kompetensi para akademisi dan mahasiswa sosiologi. Dengan demikian, APSSI berharap mampu menjembatani gap antara ilmu sosiologi, kebijakan publik, dan masyarakat luas, melahirkan sosiolog yang memiliki kemampuan dan keterampilan rekayasa sosial (social engineering).

Bagi Program Studi Magister Sosiologi FISIP Universitas Nasional, kepercayaan menjadi tuan rumah kegiatan ini menegaskan posisinya sebagai simpul strategis dalam jejaring sosiologi nasional. Kehadiran Prof. Dr. Arif Satria bersama 24 Guru Besar dan puluhan pengurus dari berbagai perguruan tinggi membuka ruang kolaborasi riset, kuliah tamu, dan pembimbingan lintas institusi, sekaligus menegaskan keselarasan program studi dengan arah kebijakan mutu Kemdiktiristek melalui kurikulum OBE dan penerapan Kampus Berdampak.

Pelantikan Dewan Pakar APSSI Periode 2026-2030 oleh perwakilan presidium, di Aula Blok A Lt 4 Universitas Nasional, Jakarta, Rabu (5/8).

Pelantikan Pengurus, Dewan Pakar dan Dewan Pengawas ini juga menjadi momentum bagi seluruh anggota APSSI untuk bersinergi demi mewujudkan sosiologi yang berperan signifikan dalam pembangunan sumber daya manusia yang inklusif dan berwawasan kebangsaan.