Bukan Angka Inflasi, JustMarkets Sebut Kejutan CPI yang Menggerakkan Pasar Forex

RED • Wednesday, 5 Aug 2026 - 16:05 WIB
Jakarta – JustMarkets membagikan wawasan mengenai bagaimana kejutan pada data Indeks Harga Konsumen (Consumer Price Index/CPI) menjadi pemicu utama volatilitas di pasar valuta asing (forex). Menurut perusahaan, pergerakan pasangan mata uang seperti EUR/USD tidak semata ditentukan oleh angka inflasi, melainkan oleh selisih antara data aktual dengan ekspektasi pasar.
 
JustMarkets menjelaskan bahwa angka inflasi yang sama dapat memicu respons pasar yang berbeda, bergantung pada ekspektasi yang telah dibentuk sebelumnya. Sebagai contoh, data CPI sebesar 3,4% tetap dapat menyebabkan pelemahan dolar AS apabila pelaku pasar sebelumnya memperkirakan inflasi yang lebih tinggi. Sebaliknya, angka inflasi yang lebih rendah dari periode sebelumnya dapat memperkuat dolar jika hasilnya melampaui konsensus pasar.
 
"Katalis sebenarnya untuk volatilitas valuta asing bukanlah angka inflasi itu sendiri, tetapi seberapa jauh angka tersebut menyimpang dari konsensus pasar. Para trader yang hanya fokus pada angka utama sering kali melewatkan pendorong pasar yang sebenarnya," ujar perwakilan JustMarkets.
 
Perusahaan menilai ekspektasi pasar lebih berpengaruh dibandingkan level inflasi karena pasar forex bergerak berdasarkan proyeksi terhadap kebijakan suku bunga bank sentral. Oleh sebab itu, perubahan ekspektasi inflasi dapat memengaruhi arah kebijakan moneter sekaligus pergerakan nilai tukar.
 
Dalam analisisnya, JustMarkets menyebut sejumlah indikator yang perlu diperhatikan, antara lain CPI bulanan, CPI inti, inflasi jasa inti, revisi data periode sebelumnya, serta ekspektasi kebijakan bank sentral. Dibandingkan data tahunan, indikator bulanan dan inflasi inti dinilai memiliki dampak yang lebih besar terhadap pergerakan harga.
 
Untuk mengukur besarnya kejutan CPI, trader dapat membandingkan data aktual dengan angka konsensus yang tersedia di kalender ekonomi. Selanjutnya, reaksi pasar biasanya diamati melalui perubahan imbal hasil obligasi jangka pendek sebelum tercermin pada pergerakan dolar AS dan sentimen pasar secara keseluruhan.
 
JustMarkets juga menjelaskan bahwa reaksi pasar terhadap rilis CPI umumnya berlangsung dalam tiga tahap. Tahap pertama terjadi sesaat setelah data diumumkan dengan respons cepat dari perdagangan algoritmik. Tahap kedua merupakan fase interpretasi yang berlangsung sekitar 15 hingga 60 menit, ketika pelaku pasar mengevaluasi data inti dan pergerakan imbal hasil. Selanjutnya, pasar akan memasuki fase lanjutan, baik berupa penguatan tren maupun pembalikan arah.
 
Dalam menghadapi hari rilis CPI, perusahaan mengidentifikasi dua pendekatan yang umum digunakan trader. Pendekatan pertama adalah strategi momentum yang memanfaatkan keselarasan antara kejutan data utama, data inti, serta konfirmasi dari pasar obligasi. Pendekatan kedua adalah strategi fade, yakni mencari peluang pembalikan ketika terjadi ketidaksesuaian antara data inflasi, pergerakan imbal hasil, dan pasar valuta asing.
 
Meski demikian, JustMarkets menekankan pentingnya manajemen risiko pada periode volatilitas tinggi. Banyak trader membatasi ukuran posisi hanya sekitar 0,25% hingga 0,50% dari total ekuitas untuk mengantisipasi pelebaran spread maupun slippage. Dalam kondisi tertentu, tidak melakukan transaksi dinilai sebagai keputusan yang lebih bijaksana dibanding memaksakan masuk ke pasar.
 
Sebagai persiapan menghadapi rilis CPI berikutnya, JustMarkets menyarankan trader untuk memantau pasangan mata uang utama seperti EUR/USD, GBP/USD, dan USD/JPY, serta mengikuti kalender ekonomi guna mengetahui jadwal dan tingkat kepentingan setiap rilis data ekonomi.
 
Menurut perusahaan, alur kerja yang sederhana, mulai dari memantau kalender ekonomi, menunggu rilis data, hingga melakukan eksekusi melalui platform trading, dapat membantu trader mengambil keputusan yang lebih terukur ketika menghadapi pergerakan pasar yang dipicu oleh data makroekonomi.
 
Disclaimer: Informasi ini disampaikan hanya untuk tujuan edukasi. Trading instrumen keuangan mengandung risiko yang signifikan dan mungkin tidak sesuai bagi semua investor. Pastikan memahami seluruh risiko sebelum melakukan transaksi.