
Jakarta – Universitas Nasional (UNAS) kembali menorehkan prestasi dengan mencatatkan tonggak penting dalam pengembangan pendidikan tinggi melalui penyelenggaraan Sidang Terbuka Senat dalam rangka Pengukuhan dan Orasi Ilmiah Guru Besar, yang berlangsung di Auditorium Universitas Nasional, Rabu (5/8).
Momentum akademik yang berlangsung khidmat tersebut menjadi penanda bertambahnya kekuatan intelektual Universitas Nasional dalam memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Pengukuhan Guru Besar tidak hanya merupakan bentuk apresiasi atas capaian akademik tertinggi seorang dosen, tetapi juga mencerminkan komitmen UNAS dalam menghasilkan riset berkualitas, mendorong inovasi, serta memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan pembangunan bangsa.
Dengan bertambahnya jajaran Guru Besar, Universitas Nasional semakin memperkokoh posisinya sebagai institusi pendidikan tinggi yang unggul dalam mencetak sumber daya manusia berkualitas sekaligus menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan yang memberikan manfaat bagi masyarakat, dunia usaha, dan pemerintah.

Prof. Dr. Erna Ermawati Chotim, M.Si. sebagai Guru Besar dalam bidang Sosiologi Ekonomi dan Gender Menyampaikan Orasinya
Pada sidang terbuka tersebut, Universitas Nasional resmi mengukuhkan tiga dosen sebagai Guru Besar, yaitu Prof. Dr. Erna Ermawati Chotim, M.Si. sebagai Guru Besar dalam bidang Sosiologi Ekonomi dan Gender, Prof. Dr. Agung Triayudi, S.Kom., M.Kom. sebagai Guru Besar dalam bidang Machine Learning, serta Prof. Dr. Septi Andryana, S.Kom., M.M.S.I. sebagai Guru Besar dalam bidang Decision Support and Analytics. Ketiga akademisi tersebut menyampaikan orasi ilmiah sebagai bentuk pertanggungjawaban akademik atas kepakaran yang telah dikembangkan, sekaligus menyampaikan gagasan dan kontribusi ilmiah bagi kemajuan ilmu pengetahuan.
Prosesi pengukuhan berlangsung dengan khidmat sejak awal acara. Jajaran Senat Universitas Nasional dan Majelis Guru Besar memasuki ruang sidang diiringi lagu Gaudeamus Igitur, yang kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya serta Mars Universitas Nasional. Sidang Terbuka Senat dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Nasional, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi tentang kenaikan jabatan akademik menjadi Guru Besar.
Dalam sambutannya, Rektor Universitas Nasional, Dr. El Amry Bermawi Putera, M.A., menyampaikan bahwa pengukuhan Guru Besar merupakan momentum yang membanggakan bagi Universitas Nasional sekaligus amanah besar bagi para akademisi untuk terus mengembangkan ilmu pengetahuan dan memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat.
"Hari ini merupakan hari yang membanggakan bagi Universitas Nasional. Melalui Sidang Terbuka Senat ini, Universitas Nasional kembali mengukuhkan tiga Guru Besar sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi, integritas, dan kontribusi akademik yang telah diberikan dalam pengembangan ilmu pengetahuan," ujarnya.

Prof. Dr. Agung Triayudi, S.Kom., M.Kom. sebagai Guru Besar dalam bidang Machine Learning Menyampaikan Orasinya
Lebih lanjut, Rektor menegaskan bahwa pencapaian jabatan Guru Besar bukanlah akhir dari perjalanan akademik, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Seorang Guru Besar dituntut untuk menjadi pemimpin keilmuan, menghasilkan penelitian yang berkualitas dan berdampak, membimbing generasi akademisi berikutnya, serta terus memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi demi kemajuan bangsa.
Dr. El Amry Bermawi Putera, M.A., juga mengungkapkan bahwa dengan bertambahnya tiga Guru Besar, Universitas Nasional kini memiliki 35 Guru Besar dari berbagai disiplin ilmu. Menurutnya, keberagaman kepakaran tersebut menjadi modal strategis untuk memperkuat budaya akademik, meningkatkan kualitas penelitian, memperluas kolaborasi multidisiplin, serta menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi pembangunan nasional.
Apresiasi atas pencapaian tersebut juga disampaikan oleh Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah III melalui sambutan yang dibacakan oleh Kepala Bagian Umum LLDIKTI Wilayah III, Tri Munanto, S.E., M.Ak. Dalam sambutannya, LLDIKTI menilai pengukuhan tiga Guru Besar sekaligus merupakan indikator meningkatnya kualitas sumber daya manusia dan tata kelola akademik di Universitas Nasional.
“Penambahan tiga Guru Besar sekaligus ini merupakan bukti nyata komitmen Universitas Nasional (UNAS) dalam meningkatkan mutu tata kelola sumber daya manusia yang unggul,” ujarnya.

Prof. Dr. Septi Andryana, S.Kom., MMSI. sebagai Guru Besar dalam bidang Decision Support and Analytics Menyampaikan Orasinya
Lebih lanjut, ia menilai kombinasi kepakaran ketiga Guru Besar memiliki nilai strategis dalam menjawab tantangan pembangunan yang semakin kompleks.
“Kehadiran tiga kepakaran ilmu dari Sosiologi Ekonomi yang menjaga dimensi humanis, Machine Learning yang memacu otomasi, serta Decision Support yang menajamkan ketepatan navigasi institusi merupakan kolaborasi keilmuan yang sangat harmonis. Hal ini sangat sejalan dengan arah kebijakan kementerian saat ini, yaitu mewujudkan Diktisaintek Berdampak,” kata Tri Munanto.
LLDIKTI Wilayah III juga mengingatkan bahwa jabatan Guru Besar membawa tanggung jawab moral yang besar untuk menjaga integritas akademik, membina dosen muda, memperkuat kolaborasi riset lintas disiplin, serta memastikan ilmu pengetahuan memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan pembangunan nasional.
Sidang Terbuka Senat kemudian dilanjutkan dengan penyampaian tiga orasi ilmiah. Prof. Dr. Erna Ermawati Chotim, M.Si. menyampaikan orasi berjudul “Ketidakseimbangan Struktural Ekonomi: Rekonfigurasi Underground Economy di Era Platform Digital dan Deindustrialisasi Sektor Tekstil-Garment Indonesia.” Melalui orasinya, ia mengajak dunia akademik untuk mengkaji kembali perubahan struktur ekonomi nasional yang dipengaruhi perkembangan ekonomi digital dan dinamika industri.
Selanjutnya, Prof. Dr. Agung Triayudi, S.Kom., M.Kom. membawakan orasi bertajuk “Transformasi Keterbaruan Clustering dalam Machine Learning: dari Educational Data Mining menuju AI Kesehatan yang Tepercaya.” Ia menyoroti perkembangan teknologi machine learning yang tidak hanya mendorong inovasi komputasi, tetapi juga membuka peluang penerapan kecerdasan artifisial yang aman, akurat, dan tepercaya di sektor kesehatan.
Sementara itu, Prof. Dr. Septi Andryana, S.Kom., M.M.S.I. menyampaikan orasi berjudul “Konstruksi Ekosistem Decision Support and Analytics dalam Penguatan Pemeringkatan Perguruan Tinggi Berdaya Saing Global.” Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya pemanfaatan data dan sistem pendukung keputusan sebagai fondasi penguatan tata kelola perguruan tinggi yang adaptif, efektif, dan berdaya saing global.
Puncak prosesi pengukuhan berlangsung setelah seluruh orasi ilmiah selesai disampaikan. Wakil Ketua Majelis Guru Besar Universitas Nasional, Prof. Dr. Suryono Efendi, S.E., M.B.A., M.M., membacakan naskah pengukuhan yang menyatakan ketiga akademisi tersebut resmi menyandang jabatan Guru Besar Universitas Nasional sesuai bidang kepakarannya.

Penyematan Gordon Guru Besar
Prosesi dilanjutkan dengan penyematan gordon Guru Besar sebagai simbol pengakuan resmi atas jabatan profesor. Penyematan dilakukan oleh Wakil Ketua Majelis Guru Besar didampingi Sekretaris Majelis Guru Besar Universitas Nasional, Prof. Dr. Ernawati Sinaga, M.S., Apt., kepada masing-masing Guru Besar yang baru dikukuhkan. Acara kemudian ditutup dengan pemberian ucapan selamat dari pimpinan universitas, Majelis Guru Besar, serta para tamu undangan, yang dilanjutkan dengan sesi foto bersama.
Pengukuhan tiga Guru Besar ini tidak hanya menambah jumlah profesor di lingkungan Universitas Nasional menjadi 35 orang, tetapi juga memperkuat ekosistem keilmuan yang dimiliki UNAS. Sinergi kepakaran di bidang sosiologi ekonomi, kecerdasan artifisial, dan sistem pendukung keputusan diharapkan mampu melahirkan riset-riset kolaboratif yang inovatif, relevan, dan berdampak bagi masyarakat, dunia usaha, industri, serta pemerintah.
Sejalan dengan komitmennya sebagai Universitas Perjuangan, Universitas Nasional terus memperkuat kapasitas akademik melalui pengembangan sumber daya manusia unggul, riset yang berkualitas, dan inovasi yang berorientasi pada kebutuhan bangsa. Kehadiran tiga Guru Besar baru diharapkan semakin memperkokoh posisi UNAS sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan yang menghadirkan solusi bagi kemajuan Indonesia.