Dapat Diunduh Gratis, Kemenag Terbitkan 90 Buku Digital PAI dan Bahasa Arab untuk Madrasah

AKM • Wednesday, 5 Aug 2026 - 14:15 WIB
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Amien Suyitno

JAKARTA — Kementerian Agama (Kemenag) meluncurkan 90 buku digital Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Bahasa Arab bagi siswa madrasah yang dapat diunduh secara gratis melalui laman resmi kementerian. Penyediaan buku tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memperluas akses terhadap bahan ajar sekaligus memperkuat literasi dan implementasi kurikulum di lingkungan madrasah.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Amien Suyitno, mengatakan seluruh buku telah disiapkan untuk mendukung proses pembelajaran pada berbagai jenjang pendidikan madrasah, mulai dari Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga Madrasah Aliyah (MA), termasuk Madrasah Aliyah Negeri Program Keagamaan (MAN PK).

"Kita sudah siapkan 90 buku mata pelajaran PAI dan Bahasa Arab untuk siswa madrasah. Semua bisa diunduh melalui website Kementerian Agama secara gratis," ujar Amien Suyitno di Jakarta, Selasa (4/8).

Dari total 90 buku tersebut, sebanyak 58 merupakan Buku Teks Utama (BTU) mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab untuk jenjang MI, MTs, dan MA. Sementara 32 buku lainnya disusun khusus untuk siswa MAN Program Keagamaan dengan materi yang lebih mendalam dan menggunakan pengantar berbahasa Arab.

Menurut Amien, penerbitan buku tersebut merupakan amanat Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2017 tentang Sistem Perbukuan yang menugaskan pemerintah menyediakan bahan ajar bermutu bagi peserta didik.

"Ini semua kita siapkan untuk memudahkan siswa dan guru madrasah, sekaligus menjadi langkah kami untuk ikut berkontribusi dalam penguatan literasi," katanya.

Ia menjelaskan penyusunan buku dilakukan melalui proses yang berjenjang, mulai dari seleksi penulis, penelaahan oleh reviewer, evaluasi tim penilai, hingga pengawasan oleh Pusat Penilaian Buku Agama, Lektur, dan Literasi Keagamaan (PBAL2K) Kementerian Agama. Seluruh buku disajikan dalam format digital agar lebih mudah diakses oleh guru maupun peserta didik di berbagai daerah.

Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah, Nyayu Khodijah, mengatakan penerbitan buku tersebut menyesuaikan dengan Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 1503 Tahun 2025 tentang Pedoman Implementasi Kurikulum pada RA, MI, MTs, MA, dan MAK.

Ia menjelaskan Buku Teks Utama mencakup mata pelajaran Al-Qur'an Hadis, Akidah Akhlak, Fikih, Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), dan Bahasa Arab yang disusun berdasarkan enam fase pembelajaran, mulai dari kelas 1 hingga kelas 12. Adapun untuk MAN Program Keagamaan, materi yang disediakan meliputi Tafsir, Hadis, Ilmu Tafsir, Ilmu Hadis, Ushul Fikih, Ilmu Kalam, Akhlak Tasawuf, Fikih, serta Bahasa Arab tingkat lanjut.

"Materi ajar BTU ini dikemas dengan pendekatan yang mudah dipahami guna membentuk karakter dan moral yang kokoh. Pada jenjang MI dan MTs, materi disajikan secara interaktif agar siswa dapat mengamalkan nilai-nilai Islam yang ramah dan inklusif dalam kehidupan sehari-hari," ujar Nyayu.

Menurutnya, buku tersebut juga mengintegrasikan konsep Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang menanamkan lima nilai utama, yakni cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, cinta ilmu, cinta lingkungan, cinta diri dan sesama manusia, serta cinta tanah air. Pendekatan tersebut diharapkan mampu membentuk peserta didik yang tidak hanya menguasai pengetahuan agama, tetapi juga memiliki sikap moderat, toleran, dan menghargai keberagaman.

Selain itu, Kemenag menegaskan buku digital tersebut bersifat dinamis sehingga terbuka untuk penyempurnaan sesuai perkembangan ilmu pengetahuan, kebutuhan pendidikan, serta masukan dari masyarakat dan para pemangku kepentingan.

Khusus bagi siswa MAN Program Keagamaan, Kemenag juga menyediakan materi pengayaan yang mencakup kajian teologi dari berbagai perspektif, studi perbandingan mazhab, hingga penguasaan tata bahasa Arab tingkat lanjut. Materi tersebut diharapkan dapat memperkuat kompetensi akademik peserta didik sekaligus mempersiapkan mereka melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.