Alumni Beasiswa BAZNAS Sukses Berkarier di Industri Biodiesel hingga Mampu Berzakat

ANP • Tuesday, 4 Aug 2026 - 16:45 WIB

JAKARTA - Alumni Beasiswa Cendekia BAZNAS, Musa Habib, S.Si sukses berkarier di PT Jhonlin Agro Raya Biodisel Plant TBK sebagai quality control. Keberhasilan tersebut turut meningkatkan kondisi ekonominya hingga mampu menunaikan zakat.

Musa Habib merupakan penerima manfaat Beasiswa Cendekia BAZNAS , lulusan dari Program Studi S1 Kimia Universitas Lambung Mangkurat. Beasiswa Cendekia BAZNAS membantunya menyelesaikan studi sekaligus mengembangkan kapasitas diri hingga sukses di dunia industri biodisel.

Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., menyampaikan rasa bangganya atas keberhasilan Musa yang kini mampu mandiri secara ekonomi dan menunaikan zakat

Menurutnya, keberhasilan penerima manfaat Beasiswa BAZNAS menjadi salah satu capaian luar biasa dari pelaksanaan Program Beasiswa Pendidikan yang diinisiasi BAZNAS.

"Alhamdulillah program Beasiswa Cendekia BAZNAS kembali berhasil mencetak muzaki baru. Kebahagiaan ini untuk kita semua, khususnya para muzaki yang telah bersama-sama BAZNAS membantu para mustahik dengan menyalurkan zakatnya melalui BAZNAS," ucap Idy dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (4/8/2026).

Idy menilai, pendidikan merupakan salah satu instrumen penting dalam upaya memutus rantai kemiskinan. Melalui dukungan beasiswa, mahasiswa dari keluarga kurang mampu mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan potensi akademik dan keterampilan yang dapat menjadi bekal untuk memasuki dunia kerja.

"Ketika seorang mustahik yang sebelumnya menerima manfaat dari zakat kemudian mampu mandiri secara ekonomi dan menunaikan zakat, maka di situlah kita melihat keberhasilan dari proses pemberdayaan yang dilakukan," katanya.

Menurut Idy, keberhasilan Musa juga menunjukkan, zakat yang dikelola secara tepat dapat memberikan dampak jangka panjang bagi mustahik. Tidak hanya membantu menyelesaikan persoalan pendidikan, program tersebut juga membuka peluang bagi mustahik untuk meningkatkan taraf hidup dan berkontribusi kembali melalui zakat.

Lebih lanjut, Idy menegaskan, BAZNAS akan terus memperkuat program pendidikan yang memberikan kesempatan kepada generasi muda dari keluarga kurang mampu untuk mengakses pendidikan berkualitas.

Sementara itu, alumni Beasiswa Cendekia BAZNAS, Musa Habib mengaku sangat terbantu dengan program Beasiswa Cendekia BAZNAS selama menempuh pendidikan di Universitas Lambung Mangkurat.

Ia mengatakan, Beasiswa Cendekia BAZNAS menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan hidupnya hingga akhirnya dapat berkarier dan kini mampu menunaikan zakat dari penghasilan yang diperolehnya.

"Alhamdulillah saya telah bekerja. Dalam pekerjaan saya, saya bertanggung jawab memastikan seluruh siklus produksi biodiesel berjalan sesuai standar, mulai dari seleksi bahan baku seperti pengujian kadar FFA pada minyak sawit, mengawal proses reaksi kimia di pabrik, hingga melakukan pengujian produk akhir (FAME) agar memenuhi standar SNI dan regulasi yang berlaku," jelas Musa.

"Saya juga bersyukur sekarang dapat menunaikan zakat sebagai seorang muzaki. Bagi saya, perjalanan ini bukan hanya tentang meraih pekerjaan, tetapi juga tentang membuktikan bahwa kesempatan, pendidikan, dan kerja keras mampu mengubah kehidupan," lanjutnya.

Musa juga menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS yang telah memberikan kesempatan kepadanya untuk melanjutkan pendidikan melalui Beasiswa Cendekia BAZNAS.

"Saya berharap program Beasiswa BAZNAS untuk dikembangkan dan diperluas agar semakin menjangkau masyarakat yang kurang mampu dapat mengenyam pendidikan yang berkualitas," ucapnya.