BULOG Gandeng Penggilingan Padi, Stok Nasional 5,4 Juta Ton Jadi Fokus Pengawasan

AKM • Monday, 3 Aug 2026 - 14:55 WIB
Direktur Utama Perum BULOG, Letjen TNI (Purn) Dr. Ahmad Rizal Lakukan Sidak Ke Gudang Bulog Daerah

SUMEDANG — Perum BULOG memperkuat kolaborasi dengan pelaku usaha penggilingan padi untuk menjaga kualitas beras nasional di tengah besarnya Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang saat ini mencapai 5,4 juta ton. Langkah tersebut dilakukan melalui dialog bersama pengusaha penggilingan padi se-Bandung Raya yang digelar di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Sabtu (1/8).

Direktur Utama Perum BULOG, Letjen TNI (Purn) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani, mengatakan pengelolaan cadangan beras tidak hanya berorientasi pada pencapaian volume pengadaan, tetapi juga memastikan mutu beras tetap terjaga sejak proses penggilingan hingga didistribusikan kepada masyarakat.

"Kualitas beras adalah tanggung jawab kita bersama. Stok yang besar harus diiringi dengan kualitas yang terjaga. Karena itu, saya mengajak seluruh mitra penggilingan untuk terus meningkatkan standar pengolahan, menjaga konsistensi mutu, dan memperkuat kolaborasi dengan BULOG agar masyarakat menerima beras dengan kualitas terbaik," ujar Ahmad Rizal.

Menurutnya, dengan stok beras pemerintah yang telah mencapai 5,4 juta ton, perhatian kini diarahkan pada pemeliharaan kualitas selama proses penyimpanan dan distribusi agar beras tetap memenuhi standar hingga diterima masyarakat.

Dalam kunjungan kerja tersebut, Ahmad Rizal juga meninjau salah satu mitra penggilingan BULOG, CV Sarana Putra 2 di Kabupaten Sumedang. Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung proses produksi, mulai dari penerimaan gabah, penggilingan, hingga hasil akhir beras yang diproduksi. Langkah itu dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan pengolahan sesuai dengan standar kualitas yang ditetapkan BULOG.

Selain meninjau proses produksi, Direktur Utama BULOG melakukan inspeksi ke Gudang Filial Kordon guna memastikan kesiapan fasilitas penyimpanan Cadangan Beras Pemerintah. Dalam kunjungan tersebut, ia memeriksa kondisi fisik beras, kebersihan gudang, sistem penyimpanan, sirkulasi stok, serta kesiapan sarana pendukung untuk menjaga kualitas beras selama masa penyimpanan.

Ahmad Rizal menegaskan aspek keamanan penyimpanan juga menjadi perhatian perusahaan. Menurutnya, pengamanan gudang BULOG terus diperkuat melalui kerja sama dengan aparat TNI dan Polri agar stok beras pemerintah tetap aman hingga proses distribusi.

"Kami memastikan sistem pengamanan gudang berjalan optimal. Pengamanan gudang-gudang BULOG diperkuat melalui sinergi dengan personel TNI dan Polri guna menjaga keamanan stok Cadangan Beras Pemerintah sehingga proses penyimpanan dan distribusi dapat berlangsung secara aman, tertib, dan lancar," katanya.

Ia menilai sinergi antara BULOG, pelaku usaha penggilingan, pemerintah, serta aparat keamanan menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas pasokan pangan nasional. Melalui komunikasi yang berkelanjutan dengan para mitra penggilingan, BULOG berharap kualitas beras nasional dapat terus ditingkatkan sekaligus memperkuat pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah.

Kolaborasi tersebut, lanjut Ahmad Rizal, diharapkan mampu mendukung upaya pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional serta mewujudkan swasembada pangan melalui penyediaan beras yang berkualitas dan tersedia secara berkesinambungan bagi masyarakat.