Kelola Limbah Berkelanjutan, Asiana Technologies Kembangkan Teknologi Ubah Sampah Jadi Bahan Bakar Alternatif

AKM • Monday, 3 Aug 2026 - 09:40 WIB
RDF Plant Rorotan, mengolah sampah menjadi Bahan Bakar Alternative (Energi Baru Terbarukan)

JAKARTA — PT Asiana Technologies mengembangkan teknologi pengolahan sampah menjadi bahan bakar alternatif sebagai upaya mendukung pengelolaan limbah yang lebih berkelanjutan sekaligus mendukung transisi menuju energi bersih di Indonesia. Melalui teknologi yang dikembangkannya, perusahaan mengolah sampah dari tempat pembuangan akhir (landfill) maupun sampah perkotaan atau municipal solid waste (MSW) menjadi refuse derived fuel (RDF) dengan nilai kalor yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif.

CEO sekaligus Inventor PT Asiana Technologies, Poltak Sitinjak, mengatakan teknologi tersebut mampu menghasilkan RDF dengan nilai kalor di atas 3.500 kcal/kg sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif di berbagai sektor industri.

"Pengolahan sampah menjadi RDF merupakan salah satu solusi untuk mengurangi timbunan sampah sekaligus menghasilkan sumber energi yang dapat dimanfaatkan industri," kata Poltak dalam keterangan tertulis, Jakarta, Senin (3/8).

Menurut dia, RDF yang dihasilkan dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif (alternative fuel) di industri semen maupun sebagai bahan bakar pendamping (co-firing) pada pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Pemanfaatan tersebut dinilai dapat mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil sekaligus memberikan nilai tambah terhadap limbah yang sebelumnya tidak termanfaatkan.

Selain mengembangkan teknologi konversi sampah menjadi bahan bakar, perusahaan juga memperkenalkan Smart Container, yakni sistem penampungan sampah yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan limbah di kawasan perkotaan, termasuk pasar tradisional dan area komersial.

Poltak menjelaskan Smart Container memiliki kapasitas tampung hingga 20 ton dan dilengkapi teknologi yang mampu mengurangi kadar air pada sampah basah hingga sekitar 40 persen. Dengan berkurangnya kadar air, volume pengangkutan menjadi lebih efisien dan potensi air lindi yang biasanya menetes selama proses distribusi menuju tempat pengolahan sampah dapat diminimalkan.

"Teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pengangkutan sampah sekaligus menjaga kebersihan lingkungan selama proses distribusi," ujarnya.

Ia menambahkan, kapasitas Smart Container diklaim mampu menggantikan fungsi beberapa truk compactor sehingga berpotensi menekan biaya operasional pengangkutan sampah, terutama di kawasan dengan volume sampah yang tinggi.

Asiana Technologies juga akan memperkenalkan berbagai inovasi tersebut kepada publik dalam pameran teknologi lingkungan Indowaste 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 11–13 Agustus 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Pada ajang tersebut, perusahaan akan menampilkan teknologi pengolahan sampah menjadi bahan bakar alternatif serta Smart Container sebagai bagian dari solusi pengelolaan limbah berbasis teknologi.

Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang teknologi energi baru dan terbarukan, PT Asiana Technologies menyatakan fokus mengembangkan solusi waste-to-fuel yang mengintegrasikan inovasi teknologi dengan upaya menjaga keberlanjutan lingkungan. Perusahaan berharap teknologi tersebut dapat mendukung pengurangan timbunan sampah sekaligus membuka peluang pemanfaatan limbah sebagai sumber energi yang bernilai ekonomi.