Kemdiktisaintek Kolaborasi dengan Pemprov DKI, Riset Kampus Disiapkan Jadi Solusi Penanganan Sampah Jakarta

AKM • Friday, 31 Jul 2026 - 11:10 WIB
Pertemuan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, dengan Pramono Anung di Kantor Gubernur DKI Jakarta

JAKARTA – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mendorong pemanfaatan hasil riset dan inovasi perguruan tinggi untuk mempercepat penanganan persoalan sampah di ibu kota. Sinergi tersebut diharapkan mampu menghadirkan solusi pengelolaan sampah yang lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan.

Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, dengan Pramono Anung di Kantor Gubernur DKI Jakarta, Kamis (30/7). Pertemuan membahas percepatan penanganan sampah melalui kerja sama pemerintah, perguruan tinggi, badan usaha milik negara (BUMN), dan sektor swasta.

Dalam kesempatan itu, Pramono menjelaskan bahwa kebijakan pengelolaan sampah di Jakarta kini diarahkan pada pendekatan "pilah-angkut-olah" sebagai pengganti pola lama "angkut-buang". Sejumlah langkah yang tengah dikembangkan antara lain penguatan fasilitas pengolahan sampah, optimalisasi tempat pengolahan sampah berbasis Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R), pemanfaatan Refuse Derived Fuel (RDF), hingga pengembangan pembangkit listrik tenaga sampah.

Menanggapi hal tersebut, Brian mengatakan Kemdiktisaintek mendapat arahan Presiden untuk mendukung penyelesaian persoalan sampah melalui pemanfaatan teknologi dan inovasi hasil penelitian.

"Dari Bapak Presiden memang meminta kami bersama-sama mencari teknologi-teknologi apa yang mungkin untuk menyelesaikan masalah," ujar Brian.

Menurutnya, keberhasilan pengelolaan sampah sangat dipengaruhi proses pemilahan sejak dari sumber. Langkah tersebut dinilai menjadi faktor penting agar berbagai teknologi pengolahan dapat bekerja secara optimal.

Brian mengungkapkan, Kemdiktisaintek telah memetakan berbagai inovasi yang dikembangkan perguruan tinggi dan berpotensi diterapkan untuk mendukung sistem pengelolaan sampah di Jakarta.

"Kami bersama-sama kemudian mencari teknologi-teknologi yang sudah dikembangkan di kampus-kampus. Bersama Kepala Dinas juga sudah melakukan kajian-kajian di DKI," katanya.

Beberapa teknologi yang dinilai memiliki prospek untuk diterapkan antara lain biodigester, komposting, hingga *hydrothermal carbonization* (HTC). Pemanfaatannya dapat disesuaikan dengan karakteristik sampah serta kebutuhan pengolahan di masing-masing wilayah.

Selain mendorong penggunaan teknologi, Brian juga menilai pendekatan desentralisasi melalui penguatan fasilitas pengolahan sampah di tingkat kawasan dapat meningkatkan efisiensi sistem pengelolaan sekaligus mengurangi biaya pengangkutan sampah.

Membuka Peluang 

Sementara itu, Pramono menegaskan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi, BUMN, dan sektor swasta.

" Untuk mengembangkan berbagai model pengolahan sampah yang telah menunjukkan hasil pada sejumlah proyek percontohan," imbuhnha.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mempercepat penerapan inovasi berbasis riset dalam menjawab tantangan pengelolaan sampah perkotaan, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam menghasilkan teknologi yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.