Menko AHY: Kawasan Transmigrasi Harus Punya Daya Tarik Investasi agar Ekonomi Tumbuh Berkelanjutan

RED • Thursday, 30 Jul 2026 - 15:39 WIB

Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (Menko AHY), menegaskan pengelolaan kawasan transmigrasi saat ini harus berfokus pada daya tarik investasi dan keberlanjutan ekonomi.

Pemerintah ingin memastikan kawasan transmigrasi tidak lagi dipandang sekadar lokasi pemindahan penduduk.

Hal tersebut disampaikan Menko AHY saat menghadiri Pelepasan Tim Ekspedisi Patriot tahun kedua bersama Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, serta jajaran pimpinan tinggi Kementerian Transmigrasi di Jakarta, Selasa (29/7).

"Yang dulu paradigmanya adalah memindahkan penduduk ke luar Jawa, kini paradigmanya menjadi bagaimana membangun kawasan-kawasan tersebut sehingga menjadi daya tarik bagi perpindahan penduduk, investasi, dan juga pembangunan atau pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," ujar Menko AHY.

Menko AHY membeberkan dari 154 kawasan transmigrasi yang tersebar di seluruh Indonesia, kondisinya saat ini masih bervariasi. Ada wilayah yang sukses berkembang menjadi pusat ekonomi baru, namun tidak sedikit pula yang justru terbengkalai karena kendala konektivitas.

"Ada 154 kawasan transmigrasi yang kita harapkan juga bisa hidup. Sebagian sukses, sebagian belum sukses. Misalnya karena keterbatasan infrastruktur, konektivitas, yang menyebabkan kawasan transmigrasi itu akhirnya ditinggalkan oleh mereka yang sebetulnya sudah lama berada di daerah tersebut," ungkap Menko AHY.

Oleh karena itu, hadirnya 1.476 peserta Tim Ekspedisi Patriot dari perguruan tinggi terbaik Indonesia diharapkan mampu mengidentifikasi serta memetakan keunggulan tiap wilayah secara spesifik.

"Kita ingin memetakan potensi wilayah. Misalnya di suatu daerah punya potensi pertanian atau perkebunan, mungkin di daerah yang lain potensinya adalah pariwisata, ekonomi kreatif. Di tempat yang lain industri, hilirisasi, dan lain-lain. Jadi itu semua bisa kita analisa dengan baik, kemudian dilaporkan langsung dari lapangan oleh para mahasiswa-mahasiswi tadi," tambahnya.

Lebih lanjut, Menko AHY mengapresiasi semangat para akademisi muda yang bersedia terjun langsung ke lapangan. Ia menjamin hasil analisis riset di kawasan transmigrasi tidak akan sia-sia karena akan dijadikan dasar pengambilan keputusan di tingkat pemerintah pusat.

"Peran mereka nanti benar-benar berada di lapangan, tetapi secara keilmuan bisa dipertanggungjawabkan. Data yang didapatkan tentu menjadi referensi empiris, melengkapi data yang sudah dimiliki oleh pemerintah saat ini," tegas Menko AHY.

Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, mengungkapkan pihak kementerian telah melakukan serangkaian koordinasi teknis guna mengantisipasi berbagai potensi risiko di lapangan.

"Kami sudah berkoordinasi dengan Kapolri. Kami sudah melakukan pertemuan-pertemuan dengan Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi untuk kemudian menjamin bahwa keamanannya terjaga. Kami juga koordinasi dengan TNI," ujar Mentrans Iftitah dalam kesempatan yang sama.

Melalui penyelenggaraan Tim Ekspedisi Patriot 2026, Kementerian Transmigrasi berkomitmen untuk terus mendorong transformasi kawasan transmigrasi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang inklusif serta berkelanjutan di seluruh penjuru Nusantara.