Kadin Siap Dukung Pengembangan Kawasan Transmigrasi, Wamen Viva Yoga Ajak Perkuat Investasi

AKM • Tuesday, 28 Jul 2026 - 08:39 WIB
Pimpinan Kadin Beraudiensi dengan Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi 

JAKARTA – Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Hukum dan HAM, Sarana/Prasarana Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, M. Azis Syamsuddin, menilai program transmigrasi masih memiliki peran strategis dalam mendorong pemerataan pembangunan nasional. Menurutnya, masih banyak wilayah di Indonesia yang memiliki lahan luas dan potensi ekonomi besar, namun belum dimanfaatkan secara optimal sehingga berbagai kebutuhan masyarakat masih bergantung pada pasokan dari Pulau Jawa.

Pandangan tersebut disampaikan Azis Syamsuddin saat beraudiensi dengan Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi di Gedung Makarti, Kantor Kementerian Transmigrasi (Kementrans), Kalibata, Jakarta, Senin (27/7/2026).

"Banyak pulau di Indonesia memiliki lahan yang luas, tetapi belum dimanfaatkan secara optimal untuk sektor pertanian maupun usaha lainnya sehingga kebutuhan masyarakat di sana masih dipasok dari Jawa. Di sinilah pentingnya mendatangkan transmigran," ujar Azis.

Menanggapi hal tersebut, Viva Yoga menyambut baik dukungan Kadin terhadap pengembangan kawasan transmigrasi. Ia menjelaskan bahwa pola transmigrasi saat ini telah berubah dibandingkan era Orde Baru. Jika sebelumnya bersifat sentralistik dan ditetapkan pemerintah pusat, kini pelaksanaannya menggunakan pendekatan desentralisasi atau bottom-upberdasarkan kebutuhan daerah.

"Sekarang program transmigrasi dilaksanakan apabila ada permintaan dari pemerintah daerah yang membutuhkan,"kata Viva Yoga.

Meski menggunakan pendekatan tersebut, minat pemerintah daerah terhadap program transmigrasi tetap tinggi. Viva Yoga mengungkapkan hingga saat ini Kementrans telah menerima 61 proposal dari para bupati yang mengusulkan pembentukan kawasan transmigrasi baru.

"Bahkan daerah yang sudah memiliki kawasan transmigrasi pun masih mengusulkan kawasan baru karena melihat manfaat ekonomi yang telah dirasakan masyarakat," ujarnya.

Keberhasilan Program

Menurut Viva Yoga, keberhasilan program transmigrasi selama puluhan tahun telah melahirkan berbagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di luar Pulau Jawa. Saat ini terdapat 154 kawasan transmigrasi prioritas nasional yang masing-masing memiliki potensi unggulan berbeda sesuai karakteristik wilayahnya.

Ia mencontohkan Kabupaten Bungo di Provinsi Jambi yang berkembang dengan komoditas kelapa sawit, Banyuasin di Sumatera Selatan sebagai sentra produksi padi, hingga kawasan transmigrasi di Sulawesi Tengah yang menghasilkan kakao, kopi, pala, dan durian.

"Setiap kawasan memiliki potensi unggulan yang berbeda dan telah berkembang menjadi kegiatan ekonomi produktif, mulai dari usaha kecil, menengah, hingga berorientasi ekspor," jelasnya.

Viva Yoga mengungkapkan sejumlah produk dari kawasan transmigrasi telah berhasil menembus pasar internasional. Salah satunya ekspor durian dari Sulawesi Tengah ke China sebanyak 459 ton dengan nilai sekitar Rp42,5 miliar.

Selain itu, Kementrans juga memfasilitasi ekspor rajungan sebanyak sekitar 16 ton ke Amerika Serikat dengan nilai ekonomi mencapai Rp14 miliar hingga Rp15 miliar. Komoditas tersebut berasal dari kawasan transmigrasi di Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, Maluku Utara, dan Papua Barat.

Meski demikian, menurut Viva Yoga, masih banyak potensi unggulan yang memerlukan dukungan investasi agar mampu berkembang lebih besar dan memiliki nilai tambah.

"Perlu ada investasi agar komoditas yang ada tidak stagnan. Karena itu kami mengajak Kadin untuk ikut berinvestasi dan mengembangkan berbagai potensi ekonomi di kawasan transmigrasi," katanya.

Ia menambahkan pembangunan kawasan transmigrasi tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata. Selama ini Kementrans telah menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari lembaga pembiayaan, pelaku usaha, hingga mitra internasional.

"Kementrans telah bersinergi dengan PNM, pengusaha dari China, dan para offtaker. Sekarang kami berharap Kadin juga mengambil peran untuk bersama-sama mengembangkan kawasan transmigrasi sehingga manfaat ekonominya semakin besar bagi masyarakat," pungkas Viva Yoga.