
Jakarta - Feel Good Network, jaringan kreatif independen yang dibangun untuk cara kerja pemasaran modern saat ini, menunjuk Innercircle dan BRICKS sebagai agensi kreatif utamanya; memperkuat kemampuan jaringan untuk menghubungkan pemikiran brand, kreativitas digital-first, konten, media, dan data menjadi satu sistem yang terintegrasi.
Langkah ini mencerminkan kebutuhan yang terus tumbuh di kalangan brand modern akan mitra agensi yang mampu melampaui eksekusi kampanye yang berdiri sendiri-sendiri. Seiring pemasaran yang semakin terfragmentasi di berbagai platform, audiens, kreator, kanal commerce, dan metrik performa, brand semakin membutuhkan mitra yang dapat membangun nilai brand jangka panjang sekaligus memberikan hasil bisnis yang terukur. Innercircle dan BRICKS akan memimpin ambisi tersebut dari dua sisi yang saling melengkapi.
Innercircle — craft global, kelincahan lokal
Didirikan bersama oleh Morica Lim dan Eve Wongsosaputro, Innercircle mengandalkan pengalaman keduanya memimpin akun global di berbagai jaringan agensi lokal maupun multinasional di Indonesia, Singapura, dan Belanda. Ukurannya yang boutique memang disengaja: tim yang fokus dan daftar klien yang selektif membuat kepemimpinan tetap terlibat mulai dari brief pertama hingga eksekusi akhir, menghadirkan standar kreatif global dengan insting lokal — tanpa lapisan birokrasi seperti agensi besar pada umumnya. Komitmen inilah yang menjadi nama agensi ini: sebuah lingkaran dalam (inner circle) khusus untuk setiap klien.
Dalam dua tahun, Innercircle telah meninggalkan jejak besar, bekerja sama dengan brand seperti Pizza Hut, Mead Johnson, VinFast, Indofood, dan Lion Wings. Kemitraannya dengan Pizza Hut turut mendorong tren positif brand tersebut sepanjang 2025, sekaligus meraih berbagai penghargaan di tahun pertama agensi ini — termasuk Gold dan Silver di Marketing Excellence Awards, Silver di Citra Pariwara, serta Gold dan Silver di Campaign Indonesia Awards.
"Kami semua pernah menangani akun global, dan kami tahu seperti apa standar yang baik ketika ekspektasinya tinggi. Yang dibutuhkan pasar sekarang adalah standar yang sama, namun dihadirkan dengan insting lokal dan kecepatan mengikuti budaya. Kami sengaja menjaga tim tetap ramping, karena kami percaya pada memberikan orang-orang terbaik kami untuk setiap klien, bukan sekadar yang tersedia," ujar Morica Lim, Co-Founder dan Business Director Innercircle.
BRICKS — strategi, data, dan kreatif dalam satu struktur
Didirikan bersama oleh Stephanie Putri Fajar dan Rangga Akbar Pradipta, BRICKS dibangun secara full-funnel sejak hari pertama, bukan sebagai spesialisasi yang baru berkembang belakangan. Tim ini sengaja dijaga ramping, dengan strategi, data, kreatif, dan account bekerja pada brief yang sama secara bersamaan — bukan diteruskan secara berjenjang — sehingga inti masalah tetap utuh dari percakapan pertama hingga aset terakhir.
Pendekatan ini terbukti pada kasus Nivea Deodorant. Masalah sebenarnya bukan soal awareness, melainkan invisibility: portofolio lima varian yang sulit dibedakan konsumen. Alih-alih menjalankan kampanye komparasi seperti biasa, BRICKS mengubah pertanyaannya dari "Deodorant mana yang harus saya beli?" menjadi "Kondisi ketiak seperti apa yang saya miliki?" — mempersonifikasikan setiap masalah menjadi karakter dan mengarahkan setiap titik sentuh langsung ke produk yang sesuai di TikTok Shop. Hasilnya: peningkatan GMV online sebesar 139%, return on earned media value sebesar 37:1, dan lebih dari 273 juta impresi dalam 30 hari.
"Agensi mana pun bisa memberi tahu klien apa yang bisa mereka kerjakan. Sangat sedikit yang mau memberi tahu klien apa yang seharusnya mereka lakukan. Itulah percakapan yang ingin kami hadirkan lewat BRICKS. Kami tidak mengukur scope dari apa yang kami hasilkan, tetapi dari angka bisnis yang berhasil digerakkan," ujar Stephanie Putri Fajar, Co-Founder & Managing Director BRICKS.
Bagi Feel Good Network, penunjukan ini merupakan bagian dari upaya lebih luas untuk membangun model agensi yang lebih terhubung. Innercircle dan BRICKS akan bekerja bersama unit-unit spesialis jaringan lainnya di bidang kreatif lintas negara, budaya sosial, ekosistem kreator, produksi konten, media, dan data — memungkinkan klien mengakses kedalaman spesialis tanpa kehilangan koherensi strategis. Kedua agensi ini telah berkolaborasi langsung, termasuk dalam keterlibatan strategi dan data bersama dengan Tokopedia dan TikTok Shop dalam agenda 2026 jaringan.
"Kami melihat pertumbuhan sebagai sesuatu yang harus dirancang, bukan sekadar dikejar. Ini membutuhkan fondasi brand yang kuat, arah strategis yang jelas, dan kemampuan menerjemahkan ide menjadi momentum yang terukur di seluruh funnel. Innercircle dan BRICKS menyatukan kapabilitas tersebut — membantu jaringan menciptakan pertumbuhan yang bukan hanya lebih cepat, tetapi juga lebih terarah, lebih terhubung, dan lebih berkelanjutan bagi klien kami," ujar Wisnu Satya Putra, CEO Feel Good Network.
Penunjukan ini menyusul ekspansi regional Feel Good Network baru-baru ini ke Malaysia melalui peluncuran Tales Asia, agensi kreatifnya yang berbasis di Kuala Lumpur dan dipimpin oleh Lila Talitha. Bersama-sama, langkah-langkah ini mencerminkan ambisi jaringan untuk membangun ekosistem kreatif Asia Tenggara yang berperan baik sebagai jembatan budaya lintas pasar maupun mitra pertumbuhan bagi brand modern — memadukan relevansi regional, kelincahan independen, standar setara multinasional, dan kedalaman spesialisasi.