Pameran Foto dan Talkshow "Belajar Tanpa Batas, Berkarya untuk Masa Depan" Perkuat Literasi Publik tentang Sekolah Rakyat

ANP • Thursday, 23 Jul 2026 - 16:57 WIB

Jakarta – Pameran Foto dan Talkshow bertajuk "Belajar Tanpa Batas, Berkarya untuk Masa Depan" sukses diselenggarakan di Galeri Cipta 1, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, pada Kamis (23/7/2026). 

Kegiatan yang berlangsung sejak 21 hingga 25 Juli 2026 tersebut menjadi ruang edukasi publik untuk memperkuat pemahaman masyarakat mengenai Program Sekolah Rakyat melalui perpaduan diskusi publik dan pameran karya fotografi bertema human interest.

Talkshow menghadirkan Pengamat Pendidikan Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), Dr. Alpha Amirrachman, serta Fotografer Senior Arbain Rambey sebagai narasumber. Keduanya membahas peran Sekolah Rakyat sebagai salah satu program strategis pemerintah dalam memperluas akses pendidikan sekaligus pentingnya fotografi sebagai media komunikasi publik yang efektif.

Dalam paparannya, Dr. Alpha Amirrachman menyampaikan bahwa Program Sekolah Rakyat merupakan upaya pemerintah untuk memperkuat sistem pendidikan nasional yang lebih inklusif, bermutu, dan berkeadilan. Menurutnya, program tersebut dirancang untuk menjangkau anak-anak dari kelompok rentan melalui penyediaan layanan pendidikan yang komprehensif, termasuk penerapan sistem berasrama (boarding school), sehingga setiap anak memperoleh kesempatan belajar yang setara tanpa terkendala kondisi sosial maupun ekonomi.

Ia menambahkan bahwa Sekolah Rakyat tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai instrumen pembangunan sumber daya manusia yang berorientasi pada pemerataan kesempatan belajar dan peningkatan kualitas generasi penerus bangsa. Pendekatan tersebut diharapkan mampu mendukung upaya memutus rantai kemiskinan antargenerasi melalui penguatan akses terhadap pendidikan yang berkualitas.

Sementara itu, Arbain Rambey menekankan bahwa fotografi memiliki peran strategis sebagai media komunikasi visual dalam menyampaikan substansi kebijakan publik kepada masyarakat. Menurutnya, karya fotografi mampu menghadirkan narasi yang lebih mudah dipahami, membangun empati, serta memperlihatkan dampak nyata suatu program secara lebih dekat kepada publik.

Arbain juga mengungkapkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap pameran tersebut, yang tercermin dari banyaknya karya fotografi yang masuk dan kualitas visual yang dinilai mampu merepresentasikan semangat pemerataan pendidikan di Indonesia. Ia menilai fotografi merupakan media yang bersifat universal sehingga dapat menjangkau berbagai lapisan masyarakat tanpa memerlukan penjelasan yang panjang.

Pada sesi diskusi, narasumber menegaskan bahwa pendekatan visual melalui fotografi menjadi salah satu sarana efektif untuk memperkuat literasi publik mengenai Program Sekolah Rakyat. Melalui karya-karya yang ditampilkan, masyarakat diajak memahami bahwa setiap anak memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang layak sebagai bagian dari upaya mewujudkan keadilan sosial.

Kegiatan ini juga dimeriahkan dengan Special Performance Fashion Show by Rumah Quinsa sebagai bagian dari rangkaian acara. Melalui penyelenggaraan pameran dan talkshow ini, diharapkan pemahaman masyarakat terhadap Program Sekolah Rakyat semakin meningkat, sekaligus memperkuat dukungan publik terhadap pelaksanaan kebijakan pendidikan yang inklusif, bermutu, dan berkeadilan dalam mendukung terwujudnya visi Asta Cita di bidang pendidikan.