Hexnode Gandeng Ingram Micro Indonesia, Perkuat Keamanan Endpoint di Tengah Lonjakan Ancaman Siber

AKM • Wednesday, 22 Jul 2026 - 09:31 WIB
Keith O'Leary, Enterprise Sales Director, ASEAN, Hexnode (Kanan), President Director, Ingram Micro Indonesia Mulia Dewi Karnadi (Tengah).(MI/NIKE AMELI

JAKARTA – Penyedia solusi manajemen perangkat enterprise, Hexnode, resmi menunjuk Ingram Micro Indonesia sebagai distributor resmi (Authorized Distributor) di Indonesia. Kemitraan ini ditujukan untuk memperluas adopsi solusi Unified Endpoint Management (UEM) sekaligus membantu perusahaan menghadapi meningkatnya ancaman keamanan siber di tengah pesatnya transformasi digital.
 

Hexnode, resmi menunjuk Ingram Micro Indonesia sebagai distributor resmi (Authorized Distributor) di Indonesia

Kolaborasi tersebut diumumkan dalam acara media dan partner gathering di Jakarta, Selasa (21/7/2026). Melalui kerja sama ini, Hexnode memperkuat ekspansinya di pasar Asia Tenggara, sementara Ingram Micro Indonesia menambah portofolio solusi keamanan digital bagi mitra bisnisnya.

Kemitraan ini hadir seiring meningkatnya kebutuhan perusahaan dalam mengelola berbagai jenis perangkat, mulai dari perangkat milik perusahaan, perangkat pribadi atau bring your own device (BYOD), hingga perangkat operasional yang tersebar di berbagai lokasi. Pada saat yang sama, risiko serangan siber juga terus meningkat.

Berdasarkan data Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Indonesia mencatat sekitar 5,5 miliar insiden siber sepanjang 2025 atau meningkat sekitar 714 persen dibandingkan rata-rata empat tahun sebelumnya. Memasuki awal 2026, jumlah insiden yang terdeteksi kembali bertambah sekitar 1,52 miliar kasus. Kondisi tersebut dinilai semakin menegaskan pentingnya sistem pengelolaan endpoint yang terintegrasi untuk menjaga keamanan data dan keberlangsungan operasional perusahaan.

Melalui jaringan reseller, system integrator, dan managed service provider milik Ingram Micro Indonesia, solusi Hexnode UEM diharapkan dapat menjangkau lebih banyak organisasi di berbagai sektor. Selain meningkatkan keamanan endpoint, platform tersebut juga dirancang untuk mendukung kepatuhan terhadap Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) serta meningkatkan efisiensi pengelolaan teknologi informasi.

President Director Ingram Micro Indonesia, Mulia Dewi Karnadi, mengatakan peran perusahaan tidak sebatas mendistribusikan teknologi, tetapi juga memperkuat kemampuan mitra dalam mengimplementasikan solusi bagi pelanggan.

"Di Ingram Micro, peran kami sebagai distributor tidak berhenti pada ketersediaan teknologi semata. Kami membangun kapabilitas lokal yang memungkinkan mitra kami memosisikan, menerapkan, dan mendukung solusi bagi pelanggan mereka secara efektif," ujar Mulia Dewi Karnadi.

Hexnode UEM sendiri merupakan platform yang memungkinkan perusahaan mengelola berbagai perangkat dari satu konsol terpusat. Solusi ini mendukung sistem operasi Windows, macOS, Linux, Android, iOS, serta platform enterprise lainnya dengan fitur manajemen kebijakan keamanan, pengelolaan aplikasi, patch management, remote monitoring, hingga otomatisasi dan kepatuhan regulasi. Platform tersebut juga mendukung implementasi pada perangkat kiosk, lingkungan BYOD, dan perangkat industri yang digunakan di sektor ritel, kesehatan, logistik, manufaktur, serta layanan lapangan.

Langkah Strategis

Enterprise Sales Director ASEAN Hexnode, Keith O'Leary, menilai kemitraan dengan Ingram Micro merupakan langkah strategis untuk memperkuat kehadiran perusahaan di Indonesia sekaligus mendukung kebutuhan dunia usaha terhadap solusi manajemen endpoint yang semakin modern.

"Kami merasa terhormat dapat meluncurkan kemitraan distribusi bersama Ingram Micro. Bersama-sama, kami memperkuat komitmen terhadap pasar Indonesia dan memberdayakan dunia usaha dengan solusi endpoint management berkelas dunia," kata Keith O'Leary.

Melalui kolaborasi tersebut, kedua perusahaan optimistis dapat mempercepat transformasi digital di Indonesia dengan menghadirkan sistem pengelolaan perangkat yang lebih aman, efisien, serta mampu menjawab tantangan keamanan siber yang terus berkembang.