Jakarta International Halal Market 2026, Kolaborasi Menuju Implementasi Wajib Halal Oktober 2026

AKM • Monday, 20 Jul 2026 - 14:18 WIB
Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) menggelar Jakarta International Halal Market (JIHM) 2026

Jakarta – Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) menggelar Jakarta International Halal Market (JIHM) 2026 di kawasan Jalan Imam Bonjol–Bundaran HI, Jakarta, Sabtu (19/7/2026). Kegiatan yang merupakan bagian dari rangkaian IMT-GT Regional Halal Forum 2026 tersebut menjadi momentum memperkuat kolaborasi nasional, regional, dan internasional dalam mendukung implementasi kewajiban sertifikasi halal yang akan berlaku pada Oktober 2026, sekaligus memperkuat ekosistem halal yang inklusif, terintegrasi, dan berdaya saing. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan negara anggota Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT), perwakilan kedutaan besar negara anggota, atase perdagangan, serta para pemangku kepentingan sektor halal dari dalam dan luar negeri.

Dalam kegiatan itu, komitmen menuju implementasi kewajiban sertifikasi halal Oktober 2026 ditegaskan melalui deklarasi bersama berupa penandatanganan banner dukungan oleh para pemangku kepentingan (stakeholder) halal dari dalam dan luar negeri. Penandatanganan dilakukan oleh Kepala BPJPH dilanjutkan oleh para delegasi IMT GT dari Indonesia, Malaysia, dan Thailand, serta para perwakilan Lembaga Pendamping Proses Produk Halal (LP3H), Lembaga Pemeriksa Halal (LPH), Pendamping Proses Produk Halal (P3H), Auditor Halal, pelaku usaha, serta masyarakat umum. Deklarasi bersama tersebut mencerminkan semangat kolaborasi lintas negara dan lintas pemangku kepentingan dalam memperkuat penyelenggaraan Jaminan Produk Halal, mendorong harmonisasi ekosistem halal, sekaligus meningkatkan daya saing produk halal di tingkat regional maupun global.

Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan menekankan bahwa penguatan kolaborasi, baik di tingkat daerah, nasional, regional, maupun internasional, merupakan faktor kunci dalam mengoptimalkan sektor produk halal sebagai kekuatan ekonomi bersama. Menurutnya, sinergi antarpemerintah, pelaku usaha, lembaga halal, akademisi, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan perlu terus diperkuat agar ekosistem halal tumbuh semakin inklusif, terintegrasi, dan berdaya saing global.

"Kolaborasi adalah kunci untuk mengoptimalkan potensi besar produk halal. Melalui sinergi yang kuat antara pemerintah, pelaku usaha, lembaga halal, masyarakat, dan mitra internasional, kita tidak hanya menyukseskan implementasi kewajiban sertifikasi halal Oktober 2026, tetapi juga menjadikan sektor halal sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi, memperluas akses pasar produk halal kita di dunia," ujar Babe Haikal, sapaan akrab Ahmad Haikal Hasan.

Sebagai bagian dari penguatan implementasi kewajiban sertifikasi halal, BPJPH juga menyerahkan sertifikat halal secara simbolis kepada perwakilan pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) serta perwakilan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Penyerahan tersebut menjadi wujud nyata komitmen BPJPH dalam memperluas implementasi Jaminan Produk Halal di berbagai sektor. 

"Hingga saat ini, sebanyak 10.000 SPPG telah bersertifikat halal sebagai bagian dari upaya guna memastikan layanan penyediaan pangan memenuhi standar Jaminan Produk Halal." 

Jakarta International Halal Market 2026 juga menghadirkan tenant-tenant produk halal unggulan dari Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Selain memperkenalkan beragam produk halal dari ketiga negara, kegiatan ini turut melibatkan sejumlah tenant UMK Indonesia yang mempromosikan produk halal unggulannya kepada masyarakat dan para delegasi internasional. Kehadiran para tenant tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses pasar, memperkuat jejaring bisnis halal, sekaligus menunjukkan kesiapan produk halal Indonesia bersaing di pasar regional maupun global.

Melalui Jakarta International Halal Market 2026, BPJPH berharap kolaborasi yang terbangun melalui forum IMT-GT dapat semakin memperkuat kesiapan seluruh pemangku kepentingan dalam menyongsong implementasi kewajiban sertifikasi halal Oktober 2026, sekaligus mendorong pertumbuhan industri halal yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan.