
Jakarta - Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) berhasil meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang ke-18 kali secara berturut-turut dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan (LK) BPKP Tahun 2025 dan Laporan Keuangan Pinjaman ADB STAR AF Tahun 2025 diterima langsung oleh Kepala BPKP, Muhammad Yusuf Ateh, dari Anggota III BPK/Pimpinan Pemeriksaan Keuangan Negara III, Akhsanul Khaq, pada Senin, 6 Juli 2026 di Kantor BPKP Pusat, Jakarta.
Acara penyerahan LHP ini turut dihadiri oleh Sekretaris Utama BPKP, para Deputi BPKP, serta jajaran pimpinan di BPKP.
Dalam sambutannya, Anggota III BPK, Akhsanul Khaq, menyampaikan apresiasi tinggi atas tata kelola keuangan BPKP yang terus membaik. BPK mencatat adanya penurunan signifikan pada jumlah temuan pemeriksaan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Selain menyematkan opini WTP, BPK juga memberikan penghargaan atas komitmen BPKP dalam menyelesaikan tindak lanjut hasil pemeriksaan yang persentasenya menembus angka 98,38%. Capaian tersebut menempatkan BPKP menjadi instansi dengan capaian tingkat penyelesaian Tindak Lanjut Rekomendasi Hasil Pemeriksaan peringkat terbaik di lingkup Direktorat Jenderal Pemeriksaan Keuangan Negara (DJPKN) III. Capaian ini diharapkan dapat memotivasi kementerian/lembaga (K/L) lain yang tingkat penyelesaiannya masih berada di bawah rata-rata nasional.
Merespons hasil LHP tersebut, Ateh juga mendukung ajakan kolaborasi dan sinergi BPK dalam meningkatkan akuntabilitas pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara.
"Saya ada satu keyakinan bahwa tidak mungkin kita memperbaiki urusan negara ini sendirian, kolaborasi menjadi penting," ujar Yusuf Ateh.
Secara khusus, Yusuf Ateh juga memberikan apresiasi mendalam kepada seluruh jajaran internalnya yang hadir.
"Saya ingin menyampaikan terima kasih kepada teman-teman semua yang sudah bekerja keras selama ini, dan kita akan terus memperbaiki," tegasnya.
Acara ini ditutup dengan penyerahan dokumen LHP, menegaskan kembali komitmen BPK dan BPKP sebagai mitra strategis dalam mengawal serta menyelamatkan keuangan negara.