
Jakarta – Universitas Dian Nusantara (UNDIRA) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan masyarakat melalui pelaksanaan Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) Hibah Tahun 2026. Bertempat di Organisasi Remaja Democare, RT 02/RW 06, Kelurahan Meruya Utara, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat, tim dosen UNDIRA menggelar kegiatan sosialisasi bertajuk "Ketahanan Ekonomi, Pangan, dan Pencegahan Stunting Melalui Perubahan Sampah Daun Menjadi Pupuk Organik di Organisasi Remaja Democare Meruya Utara." Kegiatan ini merupakan implementasi program pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat melalui inovasi pengelolaan sampah organik menjadi produk yang bernilai ekonomi sekaligus mendukung ketahanan pangan keluarga.
Program ini dilatarbelakangi oleh kondisi lingkungan Meruya Utara yang menghasilkan sampah daun dan ranting sekitar 300–400 kilogram setiap minggu, namun sebagian besar masih belum dimanfaatkan secara optimal. Akibatnya, sampah organik sering kali menumpuk, dibakar, atau dibuang ke tempat pembuangan akhir sehingga menimbulkan persoalan lingkungan, hilangnya potensi ekonomi, serta belum optimalnya pemanfaatan lahan untuk penyediaan pangan keluarga. Melalui program ini, sampah daun yang sebelumnya dianggap sebagai limbah diubah menjadi pupuk organik berkualitas yang selanjutnya dimanfaatkan untuk kegiatan urban farming sebagai upaya meningkatkan ketahanan ekonomi, ketahanan pangan, serta mendukung pencegahan stunting di lingkungan masyarakat.
Ketua Tim Pengabdian, Lutfi Alhazami, menjelaskan bahwa pendekatan yang digunakan dalam program ini tidak hanya berorientasi pada aspek lingkungan, tetapi juga mengintegrasikan aspek ekonomi, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat.
"Sampah daun memiliki nilai ekonomi apabila dikelola dengan baik. Melalui pelatihan dan pendampingan ini, kami ingin membangun sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan sehingga masyarakat memperoleh manfaat ekonomi dari penjualan pupuk organik, meningkatkan produksi sayuran melalui urban farming, sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga sebagai salah satu upaya pencegahan stunting," jelas Lutfi.

Dalam kegiatan sosialisasi tersebut, masyarakat diperkenalkan mengenai konsep ekonomi sirkular, pentingnya pengelolaan sampah organik, manfaat pupuk kompos bagi kesuburan tanah, hingga kaitannya dengan peningkatan kualitas gizi keluarga. Selain itu, peserta juga memperoleh pemahaman mengenai tahapan program yang akan dilaksanakan selama delapan bulan, mulai dari instalasi teknologi, pelatihan penggunaan mesin pencacah daun, pelatihan pembuatan kompos, urban farming, manajemen usaha, pemasaran produk, hingga pendampingan dan evaluasi secara berkelanjutan. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang agar masyarakat mampu mengelola sampah organik secara mandiri serta menghasilkan produk yang memiliki nilai jual.
Salah satu inovasi utama dalam program ini adalah pemanfaatan mesin pencacah sampah organik yang mampu meningkatkan kapasitas pengolahan sampah daun secara signifikan. Teknologi tersebut dipadukan dengan sistem komposting modern dan pengembangan kebun urban farming sehingga limbah organik dapat diolah menjadi pupuk kompos berkualitas yang selanjutnya dimanfaatkan untuk budidaya sayuran sehat bagi masyarakat. Dengan pendekatan tersebut diharapkan kapasitas pengelolaan sampah meningkat hingga 80 persen, sekaligus menghasilkan produk kompos dan sayuran organik yang bernilai ekonomi.
Tim pengabdian juga menekankan bahwa keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah pupuk yang dihasilkan, tetapi juga dari perubahan perilaku masyarakat terhadap pengelolaan lingkungan. Melalui keterlibatan aktif Organisasi Remaja Democare sebagai mitra, diharapkan lahir kelompok masyarakat yang mampu mengembangkan usaha berbasis pengelolaan sampah organik secara mandiri dan berkelanjutan. Program ini sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan pengentasan kemiskinan, ketahanan pangan, kesehatan yang baik, serta konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.

Pelaksanaan kegiatan melibatkan kolaborasi lintas disiplin ilmu yang terdiri atas Lutfi Alhazami sebagai Ketua Tim, Wenny Desty Febrian dan Margono Sugeng sebagai anggota tim dosen. Kegiatan ini juga didukung oleh Irma Rahmawati sebagai tim dosen pembantu. Sementara itu, mahasiswa Vina, Siaw Siau Sie, dan Nur Fitriyani turut berperan sebagai tim pendukung yang membantu dokumentasi kegiatan, administrasi pelatihan, pendampingan peserta, pengumpulan data, serta penyusunan laporan kegiatan. Kolaborasi antara dosen, mahasiswa, dan mitra masyarakat menjadi salah satu kekuatan utama dalam mewujudkan keberhasilan program pemberdayaan ini.
Melalui kegiatan ini, Universitas Dian Nusantara berharap masyarakat Meruya Utara tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai pengelolaan sampah organik, tetapi juga mampu mengembangkan usaha berbasis pupuk kompos dan urban farming yang memberikan manfaat ekonomi secara berkelanjutan. Selain menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat, program ini diharapkan mampu meningkatkan konsumsi sayuran keluarga, memperkuat ketahanan pangan rumah tangga, serta berkontribusi dalam menurunkan risiko stunting di wilayah tersebut.
Tim pelaksana menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) yang telah memberikan pendanaan melalui Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) Hibah Tahun 2026. Penghargaan juga disampaikan kepada Universitas Dian Nusantara (UNDIRA) atas dukungan kelembagaan dan fasilitasi pelaksanaan kegiatan berdasarkan Surat Perjanjian Kontrak (SPK) Nomor 206/C3/DT.05.00/PM/2026 beserta kontrak turunan Nomor 0684/LL3/DT.06.01/2026 dan 11/378/H-SPKI/V/2026, Dan Democare yang dikuetuai oleh Adib Bukhori sehingga program pengabdian kepada masyarakat ini dapat terlaksana dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Meruya Utara.