Menkeu Purbaya: Ekonomi 2025 Tumbuh 5,11%, APBN Solid di Masa Transisi

MUS • Thursday, 2 Jul 2026 - 17:23 WIB

Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, menyampaikan keterangan pemerintah atas Rancangan Undang-Undang (RUU) Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBN Tahun 2025 dalam Sidang Paripurna DPR RI, Kamis (2/7). Dalam kesempatan itu Menkeu menekankan pentingnya posisi APBN 2025 sebagai instrumen krusial di masa transisi pemerintahan.

"APBN 2025 memiliki nilai yang sangat strategis karena disusun pemerintahan Presiden Jokowi dan dilaksanakan oleh pemerintahan Presiden Prabowo untuk menjaga keberlanjutan, penguatan dan akselerasi program-program pembangunan," ujar Purbaya.  

Dalam laporannya, Menkeu memaparkan kinerja APBN 2025 yang solid. "Realisasi pendapatan negara mencapai Rp2.765,13 triliun, dengan rincian: Penerimaan Pajak Rp2.218,17 triliun, Penerimaan Bukan Pajak Rp541,53 triliun, Penerimaan Hibah Rp5,43 triliun," urainya. 

Keberhasilan pelaksanaan APBN ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak. "Oleh karena itu Pemerintah menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang berkontribusi dalam pelaksanaan APBN 2025, secara khusus DPR dan BPK, atas kerja sama yang erat, pengawasan yang efektif serta berbagai masukan yang konstruktif," ungkap Purbaya. 

Kolaborasi ini, kata Purbaya, membuahkan hasil positif bagi kredibilitas keuangan negara. "Sinergi dan dukungan itu turut memperkuat kualitas tata kelola keuangan negara yang tercermin dari tercapainya opini Wajar Tanpa Pengecualian atas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Tahun Anggaran 2025 dari BPK," jelasnya.

Menkeu Purbaya tidak menampik, sepanjang tahun 2025, situasi perekonomian dunia berada dalam kondisi yang kurang menguntungkan. Fragmentasi perdagangan dan tensi geopolitik tidak hanya mengganggu logistik, tapi juga paradigma kerja sama ekonomi multilateral secara fundamental.

"Dampak dari situasi global tersebut cukup masif, karena meningkatkan risiko stabilitas ekonomi, tekanan terhadap pasar keuangan, perlambatan investasi, dan terganggunya rantai pasok global," ucapnya. 

Namun, di tengah awan mendung ekonomi dunia, Indonesia berhasil mencatatkan performa yang membanggakan. "Kita patut bersyukur di tengah gejolak tersebut stabilitas ekonomi Indonesia tetap terjaga, yang tercermin dalam berbagai indikator utama," kata Purbaya penuh optimisme.

Indikator positif itu terlihat jelas dari angka pertumbuhan ekonomi nasional. "Ekonomi tahun 2025 tumbuh 5,11 persen year on year. Hal ini mencerminkan fundamental ekonomi yang resilien dalam menghadapi dinamika global," paparnya.

Selain pertumbuhan yang terjaga, daya beli masyarakat juga berhasil dilindungi lewat pengendalian harga yang matang. Inflasi berada pada level rendah 2,92 persen, berada dalam rentang sasaran yang ditetapkan. 

"Capaian ini mencerminkan efektivitas bauran kebijakan pemerintah dalam menjaga stabilitas harga, menjaga pasokan dan kelancaran distribusi," tukas Purbaya.