
Jakarta - Gangguan kandung kemih dan dasar panggul merupakan masalah kesehatan yang cukup umum terjadi, namun sering kali tidak terdiagnosis dan tidak tertangani secara optimal. Data menunjukkan bahwa 1 dari 8 perempuan mengalami gangguan kemih, mulai dari inkontinensia urin (anyang-anyangan atau tidak dapat menahan kencing), overactive bladder, prolaps organ panggul, hingga gangguan fungsi dasar panggul lainnya. Sayangnya, banyak pasien masih menganggap kondisi tersebut sebagai bagian normal dari proses penuaan atau pasca persalinan, sehingga terlambat mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.
Untuk menjawab kebutuhan akan layanan yang lebih komprehensif dan terintegrasi, Siloam Hospitals Asri secara resmi meluncurkan Siloam Pelvic & Bladder Comprehensive Clinic, sebuah pusat layanan terpadu yang didedikasikan untuk diagnosis, penanganan, dan rehabilitasi berbagai gangguan kandung kemih serta dasar panggul pada perempuan dan laki-laki.
Mengusung konsep layanan terpadu satu pintu dan pendekatan tim multidisiplin, Siloam Pelvic & Bladder Comprehensive Clinic mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu mulai dari Urologi, Female Functional Urology & Neurourology, Rehabilitasi Medik, Pelvic Floor Physiotherapy, Neurologi, Radiologi, Akupuntur, hingga keperawatan terlatih dalam satu pusat layanan yang terkoordinasi. Dalam satu pusat layanan, pasien dapat memperoleh konsultasi, pemeriksaan diagnostik, rehabilitasi, hingga tindakan lanjutan apabila diperlukan, sehingga proses diagnosis dan penanganan dapat dilakukan secara lebih terintegrasi.
Layanan Terintegrasi dengan Teknologi Diagnostik dan Terapi Terkini
Salah satu fasilitas unggulan yang tersedia adalah Video Urodynamic Studies (VUDS), teknologi diagnostik canggih yang memungkinkan dokter mengevaluasi fungsi kandung kemih dan saluran kemih bawah secara lebih detail dan real-time. Pemeriksaan ini membantu mengidentifikasi penyebab berbagai gangguan berkemih secara lebih akurat sehingga dokter dapat menentukan terapi yang sesuai dengan kondisi masing-masing pasien. Selain layanan diagnostik, klinik ini juga menyediakan Pelvic Floor Physiotherapy untuk mendukung rehabilitasi pasien dengan berbagai gangguan dasar panggul, mulai dari inkontinensia urin dan overactive bladder hingga pemulihan pasca persalinan maupun pasca operasi.
Sebagai bagian dari Siloam Urology Center, klinik ini juga didukung kemampuan tindakan bedah robotik untuk kasus yang memerlukan intervensi bedah. Dengan dukungan teknologi robotik, dokter dapat melakukan prosedur dengan tingkat presisi yang tinggi, visualisasi yang lebih jelas, serta pendekatan yang lebih minimal invasif sehingga mendukung proses pemulihan yang lebih cepat dan nyaman bagi pasien.
“Didukung teknologi bedah robotik yang telah tersedia di Siloam Hospitals Asri, kini kami mampu menghadirkan layanan yang semakin komprehensif, mulai dari diagnosis, rehabilitasi, tindakan minimal invasif, hingga operasi robotik dalam satu pusat layanan terpadu. Inilah wujud nyata dari konsep komprehensif dan layanan terpadu satu pintu yang kami hadirkan bagi pasien,” ujar dr. Fina Widia, Sp.U (K), spesialis urologi konsultan Female Functional Urology dan Neurourology.
Meningkatkan Pemahaman tentang Gangguan Kandung Kemih dan Dasar Panggul
Sebagai bagian dari peluncuran Siloam Pelvic & Bladder Comprehensive Clinic, Siloam Hospitals Asri juga menghadirkan rangkaian sesi health talk yang membahas tiga aspek penting dalam penanganan gangguan kandung kemih dan dasar panggul, mulai dari pemahaman terhadap kondisi yang sering tidak disadari masyarakat, pentingnya diagnosis yang akurat, hingga peran rehabilitasi dalam mendukung pemulihan pasien.
Pada sesi mengenai pemahaman gangguan kandung kemih dan dasar panggul, para dokter menjelaskan bahwa kondisi tersebut merupakan masalah kesehatan yang jauh lebih umum dibandingkan yang disadari masyarakat. Namun, stigma, rasa malu, serta anggapan bahwa keluhan berkemih merupakan bagian normal dari proses penuaan atau pasca persalinan sering kali menyebabkan pasien terlambat mencari pertolongan medis.
“Masih banyak pasien yang merasa malu atau menganggap keluhan berkemih yang dialaminya sebagai bagian normal dari proses penuaan. Padahal, sebagian besar kondisi tersebut dapat didiagnosis secara akurat dan ditangani dengan baik apabila pasien datang lebih awal untuk mendapatkan evaluasi yang tepat,” ujar Prof. dr. Harrina Erlianti Rahardjo, Sp.U (K), Ph.D.
Selain meningkatkan kesadaran terhadap kondisi tersebut, para dokter juga menyoroti pentingnya diagnosis yang akurat dalam menentukan penanganan yang tepat. Pemanfaatan teknologi diagnostik seperti Video Urodynamic Studies (VUDS) serta layanan Pelvic Floor Physiotherapy berperan penting dalam membantu menentukan terapi yang sesuai dan mendukung hasil klinis yang lebih optimal bagi pasien.
Memperkuat Komitmen Menghadirkan Layanan Subspesialistik Berstandar Internasional
Dalam sambutannya, Chief Medical Officer Siloam International Hospitals, dr. Grace Frelita, MM, menegaskan komitmen Siloam untuk terus menghadirkan layanan subspesialistik yang berbasis kebutuhan pasien dan didukung teknologi terkini.
“Peluncuran Siloam Pelvic & Bladder Comprehensive Clinic merupakan bagian dari komitmen kami untuk menghadirkan layanan kesehatan yang semakin komprehensif, terintegrasi, dan berpusat pada pasien. Kami melihat masih banyak masyarakat yang hidup dengan gangguan kandung kemih dan dasar panggul tanpa mendapatkan diagnosis maupun terapi yang tepat. Melalui klinik ini, kami ingin memberikan akses terhadap layanan yang lengkap, mulai dari diagnosis, rehabilitasi, hingga tindakan lanjutan dalam satu tempat.” ujar dr. Grace.
Kehadiran Siloam Pelvic & Bladder Comprehensive Clinic semakin memperkuat posisi Siloam Hospitals Asri sebagai salah satu pusat rujukan uro-nefrologi terdepan di Indonesia dan Asia Tenggara. Peluncuran klinik ini merupakan bagian dari komitmen Siloam Hospitals Asri untuk terus menghadirkan inovasi layanan melalui pengembangan subspesialisasi, pemanfaatan teknologi medis terkini, dan pendekatan multidisiplin guna memberikan layanan yang semakin komprehensif bagi pasien.