
Jakarta - BRI Region 8 Jakarta 3 ikut berpartisipasi dalam Sosialisasi Program Pembiayaan Perumahan dan Pemberdayaan Ekonomi Rakyat, Senin 15 Juni 2026.
Kegiatan ini menjadi wujud komitmen bersama dalam memperluas akses pembiayaan yang inklusif, mendorong kepemilikan hunian yang layak, serta memperkuat pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan yang berkelanjutan.
Sebagai bagian dari ekosistem pembiayaan nasional, BRI terus hadir memberikan solusi keuangan yang mudah diakses dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Indonesia.
BRI kembali menegaskan komitmennya mendukung program 3 Juta rumah pemerintah. Dalam kegiatan Kolaborasi Program Pembiayaan Perumahan dan Pemberdayaan Ekonomi Rakyat yang digelar Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), BP Tapera, PT Sarana Multigriya Finansial (SMF), dan BRI di Tambora, Jakarta Barat.
BRI membukukan booking pembiayaan perumahan senilai Rp 340 miliar untuk 867 debitur. Direktur Consumer Banking BRI, Aris Hartanto menyebut kenaikan signifikan dari Rp 320 miliar dibanding kegiatan serupa di DI Yogyakarta pada seminggu sebelumnya.
“Walaupun target terus naik, kami terus naikkan target di BRI dan Alhamdulilah terus naik, tentu kita tidak bisa kerjakan sendiri, semua terus mendorong pelaksanaan program ini,” tuturnya.
Aris berterima kasih kepada seluruh pemangku kepentingan termasuk Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.
"BRI sebagai Bank UMKM tentu terus akan berkomitmen pada DNA, membantu UMKM terutama dalam perumahan, untuk mendukung program 3 juta rumah dari pemerintah," kata Aris.
Program KPP atau KUR Perumahan ini diperuntukkan bagi UMKM pengembang, kontraktor, dan pedagang bahan bangunan dengan subsidi bunga sebesar 5 persen, plafon pembiayaan hingga Rp 5 miliar dan dapat direvolving sampai dengan Rp 20 miliar.
Selain itu, program ini juga menyasar UMKM dari berbagai jenis usaha untuk membeli, membangun, maupun merenovasi rumah yang digunakan untuk mendukung kegiatan usaha, dengan suku bunga 6 persen dan plafon pembiayaan hingga Rp 500 juta.
“Kita bisa mendistribusikan program ini ke lebih banyak lagi debitur. Terima kasih atas kerjasama semua pihak atas perwujudan 3 juta rumah yang dicanangkan pemerintah,” terang Aris.
Sementara itu, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait berterima kasih atas upaya BRI menyalurkan kredit program perumahan.
"Terima kasih untuk BRI dalam catatan kami 50 persen lebih serapan kredit program perumahan, program Presiden Prabowo, luar biasa bagi rakyat kecil di bawah 100 juta gak pake jaminan, bisa dinikmati rakyat BRI terima kasih atas kerjasama yang luar biasa," ujar Menteri PKP Maruarar Sirait.
Sinergi antara pemerintah pusat, daerah, pengembang, pengusaha, perbankan, dan beragam pemangku kepentingan, didorong untuk memperluas akses pembiayaan perumahan bagi masyarakat serta pebisnis usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).