
Jakarta – Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) menghadirkan sejumlah kebijakan baru pada pembukaan Beasiswa LPDP Tahap II Tahun 2026. Salah satu perubahan paling signifikan adalah dihapuskannya kewajiban melampirkan sertifikat kemampuan bahasa Inggris bagi pendaftar yang telah mengantongi Letter of Acceptance (LoA) Unconditional dari perguruan tinggi tujuan.
Kebijakan tersebut diharapkan semakin memudahkan calon penerima beasiswa dalam mengakses pendidikan tinggi, baik di dalam maupun luar negeri, tanpa mengurangi kualitas proses seleksi.
Direktur Beasiswa LPDP, Dwi Larso, mengatakan kemudahan tersebut berlaku bagi seluruh kategori peserta, mulai dari jalur umum, afirmasi, aparatur sipil negara (ASN), hingga anggota TNI dan Polri.
"Beasiswa LPDP terbuka bagi seluruh warga negara Indonesia yang memenuhi syarat. Pendaftaran Beasiswa LPDP Tahap II Tahun 2026 dapat dilakukan melalui laman resmi LPDP sesuai jadwal dan ketentuan yang telah ditetapkan,"ujar Dwi Larso kepada Media, Jakarta, Senin (29/6).
Selain itu, LPDP juga memperluas pilihan bukti kemampuan bahasa bagi peserta yang belum memiliki LoA Unconditional.
"Untuk program studi di perguruan tinggi dalam negeri, sertifikat kemampuan bahasa yang diterbitkan pusat bahasa perguruan tinggi kini dapat digunakan sebagai salah satu persyaratan administrasi," ungkap Dwi.
Sementara bagi pendaftar tujuan luar negeri, LPDP mulai mengakui hasil tes Duolingo English Test sebagai alternatif selain sertifikat bahasa internasional yang selama ini digunakan.
"Khusus peserta jalur afirmasi dan putra-putri Papua, sejumlah persyaratan administrasi juga disederhanakan guna memperluas akses terhadap pendidikan tinggi berkualitas," tambahnya.
Perluasa Daftar Perguruan Tinggi
Tak hanya menyederhanakan persyaratan, LPDP juga memperluas daftar perguruan tinggi tujuan. Jumlah Universitas Unggulan yang menjadi mitra program meningkat dari 17 menjadi 31 perguruan tinggi, dengan penambahan 14 kampus yang berfokus pada pengembangan bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM).
Dwi Larso menjelaskan perubahan tersebut juga mencakup pembaruan daftar perguruan tinggi mitra untuk program double degree, joint degree, hingga Beasiswa Keolahragaan, sehingga memberikan pilihan studi yang semakin beragam bagi calon penerima beasiswa.
"Dari sisi pendanaan, LPDP mencatat pengelolaan Dana Abadi Pendidikan terus mengalami pertumbuhan. Hingga 31 Mei 2026, nilai dana yang dikelola mencapai Rp180,81 triliun," tutur Dwi.
Sejak didirikan pada 2013, LPDP telah memberikan beasiswa kepada 58.749 orang, dengan 34.334 penerima telah menyelesaikan studi dan menjadi alumni, sementara 18.728 penerima masih menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi dalam dan luar negeri.
Minat masyarakat terhadap program ini juga terus meningkat. Pada Seleksi Tahap I Tahun 2026, tercatat 32.794 orangmendaftar, sementara 2.753 peserta berhasil lolos seleksi akhir. Jumlah pendaftar tersebut meningkat sekitar 33,22 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
LPDP kembali mengingatkan bahwa setiap penerima beasiswa memiliki kewajiban kembali ke Indonesia setelah menyelesaikan pendidikan untuk mengabdikan ilmu dan kompetensinya dalam mendukung pembangunan nasional.
Pendaftaran LPDP
Adapun pendaftaran Beasiswa LPDP Tahap II Tahun 2026 dibuka mulai 30 Juni hingga 31 Juli 2026. Seleksi administrasi berlangsung pada 3–27 Agustus 2026, disusul pengumuman hasil administrasi pada 28 Agustus 2026.
Selanjutnya, peserta akan mengikuti masa sanggah, Seleksi Bakat Skolastik (SBS), dan seleksi substansi sebelum pengumuman akhir pada 30 November 2026. Bagi peserta yang dinyatakan lolos, perkuliahan dijadwalkan mulai Januari 2027.
LPDP mengimbau seluruh calon pendaftar untuk menyiapkan dokumen dan memenuhi seluruh persyaratan sejak dini agar dapat mengikuti setiap tahapan seleksi sesuai jadwal yang telah ditetapkan.