
JAKARTA – Di tengah gugusan pulau di Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, sebuah sekolah vokasi terus membuktikan bahwa keterbatasan geografis bukanlah penghalang untuk melahirkan sumber daya manusia berdaya saing global. SMK Negeri (SMKN) 61 Jakarta yang berlokasi di Pulau Tidung kembali mencatatkan prestasi penting dengan memperoleh Certificate of Approval untuk program keahlian Nautika Kapal Niaga (NKN) dan Teknika Kapal Niaga (TKN).
Pencapaian tersebut memperkuat posisi SMKN 61 Jakarta sebagai salah satu sekolah vokasi maritim unggulan di Indonesia sekaligus membuka peluang lebih besar bagi lulusannya untuk berkarier di industri pelayaran nasional maupun internasional.
Kepala Suku Dinas Pendidikan Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, Muhammad Thohari, mengatakan sertifikat approval merupakan pengakuan bahwa kompetensi lulusan sekolah telah memenuhi standar pendidikan kemaritiman yang dipersyaratkan.
"SMKN 61 memang berbasis kemaritiman. Dari lima program keahlian yang dimiliki, kini tiga jurusan telah memperoleh approval. Ini menjadi pengakuan bahwa lulusan kita memiliki standar kompetensi yang diakui," ujar Thohari, kepada Wartawan Fortadik dan BKHM dalam kunjungan ke Pulau Tidung, Jakarta, Rabu (24/6).
Sebelumnya, program Nautika Kapal Penangkapan Ikan (NKPI) telah lebih dulu memperoleh approval pada 2022 dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. Sementara program Nautika Kapal Niaga dan Teknika Kapal Niaga yang mulai diusulkan sejak 2022 akhirnya resmi memperoleh Certificate of Approval dari Kementerian Perhubungan pada 23 Juni 2026.
Menurut Thohari, keberhasilan tersebut menjadi hadiah istimewa bagi peringatan Hari Ulang Tahun ke-499 Kota Jakarta sekaligus menjadi kebanggaan bagi masyarakat Kepulauan Seribu.
"Ini sebuah kado untuk ulang tahun Jakarta. SMKN 61 memberikan hadiah bagi warga Jakarta, khususnya anak-anak kita, karena sekarang sudah diakui dan mampu bersaing di tingkat global," katanya.
Pengakuan tersebut membawa perubahan besar terhadap prospek karier para lulusan. Jika sebelumnya sebagian besar alumni hanya memiliki peluang bekerja sebagai anak buah kapal (ABK), kini mereka memiliki jalur karier yang lebih luas hingga jenjang perwira kapal.
"Dengan menerima Sertifikat Approval ini, anak-anak sudah mengantongi dasar sertifikasi ANT IV dan dapat melanjutkan ke ANT III, ANT II hingga ANT I. Artinya mereka memiliki peluang menjadi perwira kapal bahkan nakhoda," jelas Thohari.
Ia optimistis lulusan dari wilayah kepulauan mampu bersaing dengan lulusan sekolah maritim lainnya, termasuk di tingkat internasional.
"Bayangkan, lulusan dari Kepulauan Seribu bisa menjadi nakhoda kapal dan bekerja di berbagai negara. Ini menunjukkan bahwa sekolah di pulau kecil mampu menghasilkan sumber daya manusia yang siap bersaing secara global," ujarnya.
SMKN 61 Jakarta memiliki lima program keahlian, yakni Nautika Kapal Niaga, Teknika Kapal Niaga, Nautika Kapal Penangkapan Ikan, Agribisnis Perikanan Air Payau dan Laut (APAPL), serta Kuliner.
Keunggulan sekolah ini tidak hanya terletak pada kurikulum berbasis industri maritim, tetapi juga lokasi sekolah yang berada di kawasan kepulauan. Kondisi tersebut menjadikan laut sebagai laboratorium pembelajaran alami bagi para taruna.
Selain memperoleh teori di ruang kelas, peserta didik dibekali pengalaman praktik secara langsung untuk memahami navigasi, kondisi perairan, cuaca, arus laut, hingga karakteristik ekosistem maritim.
Sekolah juga menerapkan sistem pendidikan ketarunaan yang menanamkan disiplin, tanggung jawab, kepemimpinan, loyalitas, dan kemandirian sebagai bekal memasuki dunia kerja.
Untuk menunjang kualitas pembelajaran, SMKN 61 Jakarta telah dilengkapi berbagai fasilitas praktik berstandar industri, mulai dari bridge simulator, engine simulator, hingga laboratorium pendukung lainnya.
Selain itu, melalui Bursa Kerja Khusus (BKK), sekolah menjalin kemitraan dengan berbagai perusahaan pelayaran, lembaga pelatihan, dan dunia usaha guna memperluas kesempatan kerja bagi lulusan.
Salah satu capaian yang membanggakan adalah keberhasilan sejumlah alumni memperoleh pekerjaan di Jepang, baik pada sektor perikanan maupun industri kuliner.
Kepala SMKN 61 Jakarta, Firdaus, mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil sinergi antara kurikulum berbasis industri, fasilitas pembelajaran yang memadai, sistem ketarunaan, serta lingkungan belajar yang mendukung.
"Kami bangga dapat mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki mental dan pengalaman maritim yang sesungguhnya. Pengakuan internasional pada tiga jurusan kami serta banyaknya alumni yang bekerja di luar negeri menjadi bukti bahwa sekolah di pulau kecil mampu menghasilkan sumber daya manusia kelas dunia," ujar Firdaus.
Dengan raihan Certificate of Approval pada tiga program keahlian, SMKN 61 Jakarta semakin mempertegas perannya sebagai pusat pendidikan vokasi maritim yang tidak hanya mencetak tenaga kerja terampil, tetapi juga menyiapkan generasi pelaut Indonesia yang mampu bersaing di industri pelayaran global.