Melampaui Piala: Gema “Surga Kurindu, Negeri Kubangun” di Penutupan FGPI 2026

ANP • Monday, 22 Jun 2026 - 21:55 WIB

BEKASI – Sorak-sorai yang menggema di lapangan Kompleks Puri Idaman, Bintara Jaya, Bekasi, baru saja mereda. Namun, sisa-sisa energi positif dari Festival Generasi Penerus Indonesia (FGPI) 2026 masih terasa kental, bahkan sehari setelah acara resmi berakhir pada Minggu (21/6/2026).

​Selama dua hari penuh, panggung FGPI menjadi saksi bisu lahirnya keberanian generasi muda. Dari lebih dari 1.000 peserta yang mengikuti seleksi awal, 620 finalis terbaik dari 11 wilayah binaan di Bekasi dan Jakarta Timur akhirnya bertemu di satu titik untuk berkompetisi.

​Pemandangan di lokasi pun begitu kontras namun harmonis. Di satu sudut, anak-anak usia PAUD dengan penuh keberanian membacakan puisi di hadapan audiens, sementara di sudut lain, mahasiswa melontarkan argumen kritis dalam debat yang membuat juri terkesima. Di sini, usia hanyalah angka, semangat untuk menjadi pribadi yang lebih baik menjadi pengikat utamanya.

​Tak hanya soal kompetisi, kemeriahan acara juga terasa di area bazar. Sebanyak 33 stand UMKM yang menjajakan berbagai produk unggulan turut mewarnai suasana, menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung dan orang tua yang hadir untuk memberikan dukungan.

​Mewakili Wali Kota Bekasi, Agus Harpa Senjaya menegaskan bahwa festival ini bukan sekadar panggung untuk "unjuk gigi". Baginya, ini adalah sebuah investasi sosial yang nyata.

​"Ini wadah untuk mempererat ukhuwah, menumbuhkan sportivitas, dan mengasah potensi agar lahir pribadi yang unggul, religius, serta berdaya saing," ujarnya saat membuka acara.

​Senada dengan hal tersebut, Ketua Yayasan Pena Ilmu, Ericko C. Utama, mengungkapkan bahwa visi besar di balik festival ini adalah melahirkan generasi yang seimbang.

​"Target kami sederhana, yakni lahirnya generasi yang mahir ilmu dunia, kuat ilmu agama, dan mandiri dalam menjalani hidup," jelas Ericko.

​Momen paling menyentuh terjadi saat Pembina Yayasan, Ir. H. Irvan Jusuf, menggaungkan slogan utama.

"Surga Kurindu, Negeri Kubangun, Lead the World, Guys!"

​Ratusan peserta menjawab dengan koor yang kompak dan lantang, menciptakan atmosfer haru yang membekas bagi siapa pun yang mendengarnya.

​Bagi para peserta, piala dan sertifikat hanyalah simbol. Banyak dari mereka pulang membawa sesuatu yang jauh lebih berharga yakni koneksi pertemanan lintas wilayah, bimbingan dari para ustadz, dan yang paling penting, semangat untuk terus bertumbuh.

​FGPI 2026 memang baru saja menutup tirainya. Namun, melihat antusiasme yang tersisa, festival ini seolah bukanlah sebuah akhir. Ia justru menjadi titik awal dari sebuah gerakan besar generasi penerus yang siap menjawab tantangan zaman dengan integritas dan spiritualitas.

​Seperti pepatah mengatakan, festivalnya mungkin sudah usai, namun dampaknya baru saja dimulai.