HUT Ke-499, Fahira: Momentum Besar Siapkan Jakarta Sebagai Kota Besar Bagi Gemerasi Muda

AKM • Monday, 22 Jun 2026 - 15:14 WIB
Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-499 Kota Jakarta

Jakarta — Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta Fahira Idris mengucapkan selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-499 Kota Jakarta. Menurut Fahira Idris, usia Jakarta yang hampir memasuki lima abad harus menjadi momentum besar untuk menyiapkan Jakarta sebagai kota masa depan bagi generasi muda, terutama Gen Z, Gen Alpha, dan generasi setelahnya.

“HUT Ke-499 Jakarta bukan hanya momentum merayakan perjalanan panjang kota ini, tetapi juga saat yang tepat untuk bertanya: Jakarta seperti apa yang ingin kita wariskan kepada anak-anak kita? Menurut saya, sudah saatnya kita menyiapkan Jakarta sebagai kota masa depan yang memberi ruang tumbuh, ruang berkarya, dan ruang hidup yang layak bagi generasi muda,” ujar Fahira Idris dalam keterangan tertulisnya, Senin (22/6).

Menurut Fahira Idris, generasi masa depan Jakarta akan hidup dalam tantangan yang jauh lebih kompleks. Mereka akan menghadapi perubahan iklim, disrupsi teknologi, kompetisi ekonomi digital, kebutuhan ruang hidup yang semakin tinggi, serta tuntutan kualitas layanan publik yang semakin cepat dan transparan.

“Jakarta masa depan tidak hanya diukur dari gedung tinggi, pusat bisnis, atau infrastruktur megah. Jakarta masa depan harus diukur dari kualitas hidup warganya, dari udara yang mereka hirup, transportasi yang mereka gunakan, sekolah yang mereka akses, ruang publik yang mereka nikmati, dan peluang ekonomi yang bisa mereka raih,” kata Fahira Idris.

Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta Fahira Idris

Tujuh Agenda Penting 

Senator Jakarta ini menyampaikan setidaknya ada tujuh agenda penting untuk menyiapkan Jakarta bagi generasi masa depan. 

*Pertama, memperkuat pendidikan dan talenta digital*. Menurutnya, Jakarta harus menjadi pusat lahirnya talenta-talenta muda yang unggul di bidang teknologi, sains, ekonomi kreatif, kewirausahaan, kecerdasan artifisial, dan inovasi sosial. Sekolah, kampus, balai latihan kerja, ruang kreatif, dan komunitas anak muda harus menjadi ekosistem yang saling terhubung.

“Kita ingin anak-anak Jakarta bukan hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pencipta solusi, inovator, dan pemimpin perubahan,” ujarnya.

*Kedua, membangun kota yang layak huni*. Generasi masa depan Jakarta harus diwarisi kota yang memiliki hunian layak dan terjangkau, akses air bersih yang merata, sanitasi yang baik, transportasi publik yang nyaman, serta ruang terbuka hijau yang memadai. Untuk itu, isu-isu dasar seperti hunian, air bersih, banjir, sanitasi, dan lingkungan tidak boleh dipandang sebagai persoalan teknis semata, tetapi sebagai fondasi keadilan perkotaan.

*Ketiga, mempercepat transportasi publik yang terintegrasi dan rendah emisi*. Fahira Idris menyampaikan bahwa masa depan Jakarta sangat ditentukan oleh kemampuan kota ini mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi. Integrasi TransJakarta, MRT, LRT, KRL, Mikrotrans, jalur sepeda, trotoar, hingga transportasi laut Kepulauan Seribu harus terus diperkuat. 

“Generasi masa depan harus bisa bergerak dengan mudah, aman, murah, dan ramah lingkungan,” tukasnya. 

*Keempat, memperkuat ketahanan iklim Jakarta*. Perubahan iklim adalah tantangan besar yang tidak bisa ditunda. Jakarta harus semakin serius mengendalikan banjir, memperluas ruang hijau, mengurangi emisi, memperbaiki kualitas udara, menghentikan ketergantungan pada air tanah, serta memperkuat perlindungan kawasan pesisir.

“Anak-anak kita berhak mewarisi Jakarta yang lebih aman dari banjir, lebih bersih udaranya, dan lebih tangguh menghadapi perubahan iklim,” imbuhnya.

*Kelima, menjadikan ekonomi kreatif dan UMKM sebagai ruang tumbuh anak muda*. Fahira Idris menilai Jakarta memiliki modal besar berupa kreativitas, keberagaman, budaya, kuliner, fesyen, musik, film, teknologi, dan komunitas anak muda yang sangat dinamis. 

Pemerintah Provinsi perlu terus memperluas inkubator bisnis, ruang kolaborasi, akses pembiayaan, pelatihan digital, serta pasar bagi produk-produk anak muda Jakarta. Kota global, kata Fahira Idris, tidak hanya dibangun oleh korporasi besar, tetapi juga oleh jutaan pelaku usaha kecil, kreator, pekerja kreatif, dan wirausaha muda.

*Keenam, memastikan Jakarta menjadi kota yang aman dan inklusif*. Fahira Idris menegaskan bahwa generasi masa depan membutuhkan kota yang melindungi semua warganya, termasuk anak-anak, perempuan, lansia, penyandang disabilitas, pekerja informal, dan warga rentan. Ruang publik, sekolah, transportasi, layanan kesehatan, dan fasilitas kota harus semakin ramah, aman, dan mudah diakses.

“Jakarta harus menjadi kota di mana setiap orang merasa aman, dihormati, dan memiliki kesempatan yang sama untuk maju,” kata Fahira Idris.

*Ketujuh, memperkuat partisipasi warga dan kolaborasi*. Fahira Idris meyakini masa depan Jakarta tidak bisa hanya dibangun oleh pemerintah. Warga, komunitas, dunia usaha, kampus, organisasi masyarakat, tokoh agama, media, dan generasi muda harus dilibatkan sebagai bagian dari solusi. 

Jakarta Selalu Kuat

Jakarta, lanjut Fahira Idris, selalu kuat karena semangat kebersamaan. Dari kampung kota, pasar rakyat, sekolah, ruang komunitas, hingga Kepulauan Seribu, semua harus menjadi bagian dari perjalanan Jakarta menuju lima abad.

Fahira Idris optimistis Jakarta mampu memasuki usia lima abad sebagai kota yang semakin matang, modern, inklusif, dan berdaya saing. Namun, hal itu hanya dapat terwujud jika pembangunan Jakarta sejak hari ini diarahkan untuk menjawab kebutuhan generasi masa depan.

“Selamat HUT Ke-499 Kota Jakarta. Mari jadikan momentum ini sebagai pengingat bahwa tugas kita bukan hanya membangun Jakarta untuk hari ini, tetapi menyiapkan Jakarta yang lebih baik untuk anak-anak kita, cucu-cucu kita, dan generasi masa depan,” pungkas Fahira Idris.