KMI Hiroshima Dorong Lembaga Filantropi Ikut Bantu Masjid di Jepang

ANP • Saturday, 20 Jun 2026 - 20:28 WIB

JAKARTA - Keluarga Muslim Indonesia (KMI) Hiroshima, organisasi filantropi yang aktif dalam kegiatan sosial, dakwah, dan pertukaran budaya Indonesia-Jepang, mendorong lembaga filantropi dan instansi pemerintah yang membidangi agama dan kemanusiaan untuk turut menyalurkan program bagi masjid di Jepang. Berdasarkan data 2025, jumlah Muslim di Hiroshima tercatat sekitar 6.700 jiwa dan terus bertambah, namun hingga kini belum ada lembaga lokal yang secara khusus berperan sebagai jembatan dakwah dan filantropi Islam ala Indonesia, semacam "BAZNAS" di tingkat lokal, sebuah kekosongan yang ingin diisi KMI Hiroshima.

Hal itu disampaikan Ketua KMI Hiroshima, Adam Jehan, dalam keterangan tertulis dari Hiroshima, Jepang, Sabtu (20/6/2026).

"Kami mengapresiasi organisasi filantropi baik Lembaga Amil Zakat (LAZ), BAZNAS RI, maupun ANGKASA Malaysia yang memiliki program pemakmuran masjid dan pemberdayaan yang sudah mendunia," ujar Adam, mahasiswa program Master of Business Administration (MBA) di Hiroshima University ini.

Ia mencontohkan beberapa lembaga seperti Dompet Dhuafa, Rumah Zakat, Badan Amil Zakat Nasional Republik Indonesia (BAZNAS RI), dan Angkatan Koperasi Kebangsaan Malaysia Berhad (ANGKASA). Adam mengapresiasi capaian BAZNAS RI yang telah mengumpulkan lebih dari satu triliun rupiah, serta program penyaluran bantuan koperasi ANGKASA Malaysia untuk jamaah masjid yang telah terealisasi di berbagai negara ASEAN, termasuk untuk penyintas bencana banjir Sumatra di Sumbar dan Aceh.

"Jika tak ada aral melintang, kami siap mengoordinasikan pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ). Kami juga sangat terbuka jika ANGKASA Malaysia ingin mengimplementasikan program serupa di negara-negara Asia Timur seperti Jepang. Kami akan menyambut baik jika BAZNAS RI dan ANGKASA Malaysia menyalurkan program-programnya melalui KMI Hiroshima," kata Adam.

Sebagai langkah konkret, KMI Hiroshima menjalankan program *Mosque Visit*, tur masjid yang menjadi bagian dari peringatan Hari Multikulturalisme dan Filantropi. Lebih dari 100 warga Jepang mengikuti tur bertajuk "Mengenal Islam Indonesia yang Multikultural dan Damai" di Masjid Hiroshima, bertujuan memperkenalkan dakwah rahmatan lil 'alamin yang menampilkan wajah Islam Indonesia yang toleran dan inklusif, yang telah hidup harmonis di Jepang hingga generasi ketiga.

Dalam kunjungan tersebut, peserta mendapat penjelasan mendalam tentang Islam Indonesia sebagai agama mayoritas yang menjunjung kebinekaan dan kerukunan antarumat beragama, disampaikan oleh Pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Mihara, Hiroshima, Ustaz Tarmizi. Peserta juga menyaksikan langsung praktik dan pelaksanaan shalat Zuhur berjamaah, sehingga dapat memahami kekhusyukan dan ketertiban ibadah dalam tradisi Muslim Indonesia, dilanjutkan dengan jamuan makan siang bersama menu halal khas Indonesia sebagai simbol kebersamaan dan penghargaan budaya.

"Sebagai komunitas yang bergerak di bidang filantropi, kami sangat gembira menyambut keluarga Jepang di Masjid Hiroshima. Melalui acara ini, kami ingin memperkenalkan Islam Indonesia yang rahmatan lil 'alamin: damai, inklusif, dan penuh penghargaan terhadap perbedaan. Ke depan, kami ingin KMI Hiroshima menjadi pionir filantropi Islam Indonesia di Jepang,  menjembatani program-program global ke komunitas Muslim Indonesia yang kini telah mencapai generasi ketiga di negeri ini," ujar Adam.

Sebagai bukti konkret peran KMI Hiroshima sebagai pemain dalam filantropi Islam, bukan sekadar fasilitator, Adam memaparkan, pada momentum Idul Fitri tahun ini, Masjid Mihara bersama KMI Hiroshima menginisiasi penerimaan zakat dan infaq dari komunitas Muslim Indonesia di Hiroshima. Total dana yang terkumpul mencapai lebih dari Rp50 juta, yang seluruhnya disalurkan kembali kepada Warga Negara Indonesia (WNI) di Hiroshima yang membutuhkan.

"Filosofi kami sederhana: dari Hiroshima, untuk Hiroshima. Dana yang terkumpul dari komunitas di sini, kami salurkan kembali untuk komunitas di sini juga. Ini menjadi model awal bagaimana filantropi Islam Indonesia bisa berakar dan tumbuh di tanah rantau," ujar Adam.

Adam menambahkan, pihaknya antusias untuk bermitra dengan BAZNAS RI dan ANGKASA Malaysia melalui KBRI dalam program dakwah kultural Islam rahmatan lil 'alamin, termasuk membentuk UPZ masjid dan jaringan relawan zakat dan filantropi Islam di Jepang. "Jika diberi kesempatan, kami siap bersilaturahmi dan beraudiensi, baik secara daring untuk jangka pendek maupun secara luring untuk jangka panjang, agar Islam Indonesia yang damai, inklusif, dan toleran semakin tertanam di hati saudara-saudari kita warga Jepang," tutupnya.

KMI Hiroshima bekerja sama dengan Pemerintah Kota Hiroshima dalam menjalankan program ini. "Hubungan Indonesia dan Jepang telah terjalin sangat baik. Kunjungan seperti ini menjadi wujud diplomasi budaya dan agama yang mempererat persahabatan kedua bangsa," kata Adam. Acara ini sekaligus memperkenalkan eksistensi komunitas Muslim Indonesia di Jepang yang telah mencapai generasi ketiga, dan memperkuat pemahaman masyarakat setempat tentang Islam yang damai dan moderat.