Ruang Kritik dalam Demokrasi, Aksi Mahasiiswa Perlu Disikapi Secara Terbuka 

AKM • Sunday, 14 Jun 2026 - 14:23 WIB
Aksi Mahasiswa ‘ Indonesia Gelap’ di Patung Kuda (Istimewa)

Jakarta -  Politisi sekaligus penulis Didi Irawadi Syamsuddin menilai aksi mahasiswa yang belakangan muncul di sejumlah daerah merupakan bagian dari dinamika demokrasi yang perlu disikapi secara terbuka oleh pemerintah maupun seluruh pemangku kepentingan.  

"Kehadiran mahasiswa di ruang-ruang publik untuk menyampaikan aspirasi tidak dapat dilepaskan dari berbagai persoalan sosial dan ekonomi yang tengah dihadapi masyarakat,"' ujar Didi yang juga anggota DPR RI periode 2019–2024 kepada Media, Minggu (14/6).

Menurut dia, meningkatnya biaya hidup, tekanan terhadap daya beli masyarakat, hingga tantangan ketenagakerjaan menjadi faktor yang memunculkan keresahan di berbagai kalangan, termasuk mahasiswa.

"Mahasiswa turun ke jalan bukan karena mereka membenci negeri ini. Justru karena mereka terlalu mencintainya," ujar Didi.

Penyampaian Aspirasi 

Pria yang berprofesi sebagai advokat itu berpendapat bahwa kritik dan penyampaian aspirasi secara damai merupakan bagian yang melekat dalam sistem demokrasi.

"Karena itu, ruang dialog perlu terus dijaga agar berbagai masukan dari masyarakat dapat tersampaikan dengan baik," tegasnya.

Didi juga menyoroti pentingnya pemerintah memberikan penjelasan yang komprehensif terhadap berbagai kebijakan strategis yang menjadi perhatian publik.

"Permyataan  dan kritik yang muncul dari masyarakat seharusnya dijawab melalui argumentasi dan keterbukaan informasi," tegasnya.

Ia menilai masyarakat memiliki hak untuk mengetahui perkembangan berbagai program pembangunan dan kebijakan ekonomi yang dijalankan pemerintah, termasuk dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat.

Dalam pernyataannya, Didi turut menyinggung sejumlah indikator ekonomi yang menurutnya menjadi perhatian publik, seperti nilai tukar rupiah, kondisi pasar modal, serta daya beli masyarakat. Berbagai isu tersebut, kata dia, perlu dijawab melalui komunikasi publik yang efektif agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

Lebih lanjut, Didi mengingatkan bahwa sejarah demokrasi di berbagai negara menunjukkan pentingnya peran kelompok masyarakat sipil, termasuk mahasiswa, akademisi, dan media massa, dalam menjaga mekanisme kontrol terhadap penyelenggaraan pemerintahan.

Menurut dia, kritik yang disampaikan secara damai seharusnya dipandang sebagai bagian dari proses demokrasi, bukan sebagai ancaman terhadap stabilitas negara.

"Dukung aksi damai mahasiswa. Dengarkan mereka. Jangan dibungkam," katanya.

Didi menambahkan bahwa Indonesia membutuhkan ruang diskusi yang sehat dan terbuka untuk membahas berbagai persoalan kebangsaan.

"Keberanian menyampaikan kritik secara konstruktif merupakan salah satu unsur penting dalam memperkuat kualitas demokrasi dan tata kelola pemerintahan," tanbahnya.

Pernyataan tersebut disampaikan Didi di tengah munculnya berbagai diskusi publik mengenai kondisi ekonomi

"Kebijakan pemerintah, serta peran mahasiswa dalam menyampaikan aspirasi masyarakat melalui jalur demokratis," tandasnya.