Strategi Peningkatan Ekonomi Kreatif: Memperkenalkan Teknik Cold Wax kepada Komunitas Kriya RW 04 Desa Lengkong

ANP • Sunday, 14 Jun 2026 - 10:36 WIB

Bandung – Memastikan keberlanjutan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal, tim dosen Politeknik Negeri Media Kreatif (Polimedia) menyelenggarakan program pemberdayaan masyarakat di Balai RW 04, Desa Lengkong, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung. Melalui skema Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) 2026 yang didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, kegiatan ini fokus pada penerapan Teknik Cold Wax dan Colet untuk menciptakan produk kriya yang memiliki nilai ekonomi.

Ketua Pelaksana Pengabdian, Irpan Riana, menjelaskan bahwa program ini merupakan langkah strategis menambah keahlian dengan teknik dan media baru bagi komunitas lokal.

“Media kriya batik yang kami bawa melalui Teknik Cold Wax dan Colet bertujuan agar para anggota komunitas dapat menghasilkan karya kriya baru, dan memiliki nilai jual yang layak masuk ke pasar industri,” ujar Irpan di sela-sela pelatihan.

Sebanyak 20 warga RW 04 yang tergabung dalam Komunitas Kriya Kreatif dengan rentang usia 8 hingga 55 tahun mendapatkan pendampingan intensif dari Polimeda. Adapun Ketua RW 04, Apin Finardi, menyambut baik langkah sinergis ini yang menyasar langsung untuk pemberdayaan ke komunitas kreatif. Menurutnya, program ini menjadi titik balik bagi warga dalam melihat potensi produk kriya.

“Kami sangat bersyukur dengan adanya program ini. Teknik yang diberikan dapat memberikan cakrawala baru bagi warga kami bahwa produk kriya tradisional yang workshopkan melalui Teknik Cold Wax dan Colet dapat dipahami dan harapan kedepannya akan dikembangkan dengan inovasi baru sehingga memiliki nilai ekonomi yang lebih menjanjikan dan mampu meningkatkan kemandirian warga RW 04 Desa Lengkong  ke depannya,” ujar Apin Finardi di sela-sela kegiatan.


Irpan Riana menambahkan bahwa keterlibatan lintas generasi ini merupakan upaya regenerasi agar keahlian kriya tidak hanya dikuasai oleh segelintir orang, tetapi menjadi aset bersama yang mampu terus dikembangkan oleh generasi muda Desa Lengkong. Selain aspek teknis, program ini juga membekali komunitas dengan pemahaman mengenai standarisasi produk agar kriya yang dihasilkan siap diserap oleh pasar.

"Program PISN ini tidak hanya melahirkan produk kriya baru, tetapi diharapkan juga mentransformasi komunitas dengan terbentuknya generasi perajin yang terampil. Kami berharap, hasil dari inovasi ini akan menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Bandung sekaligus penggerak roda ekonomi baru yang berkelanjutan," tutup Irpan.