
JAKARTA - Sebagai bagian dari pameran Weaving Wonders, Penabulu-Oxfam dan Yayasan Bambu Lingkungan Lestari (YBLL) menyelenggarakan Kunstkring Dialogue: Forum Dialog Ekonomi Restoratif 2026 yang akan berlangsung 24-26 Juni 2026 di Kunstkring Tugu Paleis.
Dialog ini merupakan upaya untuk membangun kesepahaman bersama di tingkat nasional tentang ekonomi restoratif serta sebagai wahana berbagi cerita baik dan praktik unggul penerapan ekonomi restoratif pada berbagai komunitas di berbagai belahan Indonesia.
Ekonomi Restoratif merupakan pendekatan pembangunan yang tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memulihkan ekosistem, memperkuat kesejahteraan masyarakat, melindungi keanekaragaman hayati, serta menghidupkan kembali nilai-nilai sosial dan budaya lokal. Pendekatan ini menempatkan manusia dan alam sebagai pusat pembangunan.
Dialog ini mengangkat perempuan sebagai penggerak utama ekonomi restoratif. Berbagai cerita baik dan praktik unggul di Indonesia menunjukkan bahwa perempuan memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan pangan, mengelola sumber daya alam, mengembangkan usaha berbasis komunitas, serta memperkuat ketahanan sosial-ekologis masyarakat.
Selain sebagai upaya untuk membangun dialog antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, masyarakat sipil, lembaga pendanaan, dan kelompok perempuan, Dialog juga bertujuan mendorong lahirnya kebijakan dan kemitraan yang mendukung ekonomi restoratif berbasis agensi perempuan. Dialog juga menampilkan praktik-praktik unggul yang bisa direplikasi dan diperluas serta membangun kolaborasi lintas sektor.
Dialog dibagi dalam sejumlah diskusi tematik: kebijakan dan layanan pemerintah untuk mendukung ekonomi restoratif, agensi perempuan dalam pengelolaan sumber daya alam dan pembangunan ekonomi lokal, transisi energi terbarukan, inisiatif ekonomi berbasis ASIK (Alam, Sejarah, Imajinasi, Kolaborasi), peran masyarakat adat dan komunitas lokal dalam pembangunan berbasis konservasi.
Desi Anwar (CNN Indonesia) dan Rosiana Silalahi (KompasTV) akan menjadi pemandu utama Kunstkring Dialogue. Pembicara kunci terdiri dari para pengambil kebijakan, seperti Veronica Tan (Wamen PPPA), Febrian A Ruddyard (Wamen PPN/Bappenas), Yandri Susanto (Menteri Desa dan PDT), .Ferry Juliantono (Menteri Koperasi), Jumhur Hidayat (Menteri LH), Irene Umar (Wamen Ekraf), Ni Luh Enik Ermawati (Wamen Pariwisata), Yuliot Tanjung (Wamen ESDM), Dedi Mulyadi (Gubernur Jabar), Sherly Tjoanda (Gubernur Malut), Emanuel Melkiades Laka Lena (Gubernur NTT), Catur Endah Prasetiani (Dirjen Perhutanan Sosial).
Para pembicara kunci dari dunia usaha, masyarakat sipil, dan masyarakat adat serta komunitas perempuan di antaranya: Alisjahbana Haliman (Haldin), Helianti Hilman (Javara), Asri Saraswati (Agradaya), Viringga Kusuma (AMATI), Asha Smara Darra (Uma Ratu Foundation), Rukmini Paata Toheke
(masyarakat adat Toro), Maria Wuda (YBLL).
Jika Weaving Wonders mengingatkan kita akan resiliensi perempuan penenun dan legasi wastra nusantara maka Kunstkring Dialogue mengajak kita memikirkan upaya-upaya bersama untuk memastikan keberlangsungan warisan itu hingga jauh ke masa depan.
Di tengah tantangan perubahan iklim, degradasi lingkungan, ketahanan pangan, dan ketimpangan sosial, forum ini menjadi ruang untuk merumuskan model pembangunan yang mampu memulihkan alam sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan menempatkan perempuan sebagai agen perubahan utama.