Legislator Arisal Aziz Luncurkan Kampung Bebas Narkoba di Padang Pariaman

MUS • Saturday, 6 Jun 2026 - 07:43 WIB

Padang Pariaman — Anggota Komisi XIII DPR RI, H. Arisal Aziz, terus menunjukkan komitmennya dalam membangun masyarakat yang sehat, aman, dan berdaya. Komitmen itu diwujudkan melalui peluncuran program Kampung Bebas Narkoba sekaligus penguatan LBH Josal Bantu Rakyat di Posko Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, Jumat (5/6/2026).

Kegiatan itu mendapat dukungan luas dari berbagai unsur masyarakat dan Forkopimda. Hadir dalam acara tersebut Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol. Gatot Tri Suryanta, Danrem 032/Wbr Kolonel Inf. Adrian Adek Chandra, Ketua LKAAM Sumbar Fauzi Bahar, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta masyarakat setempat, dan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Barat,  Alpius Sarumaha.

Kapolda Sumbar mengapresiasi langkah Arisal Aziz yang dinilai menghadirkan solusi nyata dalam upaya menyelamatkan generasi muda dari ancaman narkotika. Menurutnya, pemberantasan narkoba tidak bisa hanya mengandalkan aparat penegak hukum, tetapi memerlukan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.

"Kami mengapresiasi inisiatif H. Arisal Aziz yang menunjukkan kepedulian besar terhadap pembinaan masyarakat, khususnya generasi muda. Kampung Bebas Narkoba merupakan langkah konkret untuk membangun lingkungan yang sehat, aman, dan produktif,” ujar Gatot Tri Suryanta.

Ia menegaskan, peredaran narkoba merupakan ancaman serius yang dapat merusak masa depan bangsa. Karena itu, program berbasis masyarakat seperti Kampung Bebas Narkoba perlu mendapat dukungan dan dapat menjadi contoh bagi daerah lain.

Senada dengan itu, Danrem 032/Wbr Adrian Adek Chandra mengingatkan generasi muda agar menjauhi narkoba dan minuman keras yang dapat menghancurkan masa depan.

"Hindari narkoba dan minuman keras. Dua hal ini sangat berbahaya dan dapat merusak masa depan generasi muda,” tegasnya.

Apresiasi juga datang dari Ketua LKAAM Sumbar, Fauzi Bahar. Menurutnya, Kampung Bebas Narkoba merupakan gagasan yang inovatif dan sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini.

“Terus terang, program seperti ini belum pernah terpikirkan oleh saya sebelumnya. Kampung Bebas Narkoba adalah gagasan luar biasa. Ditambah lagi dengan Rumah Aspirasi dan LBH Josal Bantu Rakyat yang selama ini telah membantu masyarakat. Program-program ini sangat membantu pemerintah dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial,” ungkap Fauzi Bahar.

Sementara itu, Arisal Aziz menjelaskan bahwa pembentukan Kampung Bebas Narkoba merupakan bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga lingkungan dari bahaya narkotika. Menurutnya, perang melawan narkoba harus dilakukan secara menyeluruh melalui pendidikan, pembinaan, dan pemberdayaan masyarakat.

"Anak-anak muda adalah aset bangsa yang harus kita selamatkan. Melalui Kampung Bebas Narkoba ini, kita ingin membangun benteng sosial yang kuat agar generasi muda memiliki aktivitas positif dan terhindar dari penyalahgunaan narkoba,” kata Arisal.

Ia berharap program tersebut berkembang menjadi gerakan bersama yang melibatkan pemerintah, aparat keamanan, tokoh adat, tokoh agama, dan seluruh lapisan masyarakat.

Peluncuran Kampung Bebas Narkoba ini semakin melengkapi berbagai program sosial yang telah dijalankan Arisal Aziz. Selain menjadi wadah pencegahan penyalahgunaan narkoba, keberadaan Rumah Aspirasi dan LBH Josal Bantu Rakyat juga terus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui pendampingan hukum, advokasi, serta penyaluran berbagai aspirasi warga.

Dengan dukungan berbagai pihak, masyarakat Lubuk Alung optimistis program tersebut dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat sekaligus benteng pertahanan sosial dalam memerangi peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Sumatera Barat.