.jpg)
JAKARTA - Pemerintah menegaskan bahwa kondisi fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat di tengah dinamika pergerakan nilai tukar rupiah. Berbagai otoritas ekonomi nasional terus melakukan koordinasi dan pemantauan secara intensif guna menjaga stabilitas ekonomi dan pasar keuangan.
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, mengatakan pemerintah bersama Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus berkoordinasi untuk memonitor perkembangan nilai tukar rupiah serta menyiapkan langkah-langkah yang diperlukan dalam merespons dinamika global maupun domestik.
"Berkenaan dengan masalah rupiah, kami pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan, kemudian Bank Indonesia, kemudian juga Otoritas Jasa Keuangan terus berkoordinasi secara intens untuk terus memonitor dan kemudian melakukan langkah-langkah," ujar Prasetyo.
Menurutnya, masyarakat tidak perlu khawatir secara berlebihan karena kondisi fundamental ekonomi Indonesia saat ini berada dalam posisi yang solid. Hal tersebut tercermin dari berbagai indikator makroekonomi yang menunjukkan kinerja positif dan stabil.
Prasetyo menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi yang tetap terjaga serta tingkat inflasi yang terkendali menjadi bukti bahwa perekonomian nasional memiliki daya tahan yang kuat dalam menghadapi berbagai tantangan.
"Yang pasti bisa kami sampaikan bahwa kita harus yakin bahwa sesungguhnya fundamental ekonomi kita yang tergambar dari pertumbuhan ekonomi, kemudian dari inflasi yang masih terjaga, insya Allah sesungguhnya kita memiliki fundamental ekonomi yang cukup kuat," katanya.
Pernyataan tersebut menegaskan komitmen pemerintah dan otoritas terkait untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional melalui sinergi kebijakan fiskal, moneter, dan sektor jasa keuangan. Dengan fundamental yang kuat, Indonesia dinilai memiliki modal yang memadai untuk menghadapi ketidakpastian ekonomi global sekaligus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi ke depan.
Pemerintah optimistis koordinasi yang erat antarotoritas akan terus memperkuat ketahanan ekonomi nasional serta menjaga kepercayaan pelaku usaha dan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia.
Sementara itu, Menteri Keuangan Republik Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Triwulan I Tahun 2026 mencerminkan kondisi ekonomi yang nyata dan ditopang oleh aktivitas masyarakat di berbagai sektor.
Menurutnya, capaian tersebut tidak hanya tercermin dalam data statistik, tetapi juga terlihat langsung dari berbagai indikator ekonomi dan aktivitas masyarakat sehari-hari.
“Pertumbuhan ekonomi yang kita lihat saat ini merupakan pertumbuhan yang nyata. Pemerintah terus melakukan verifikasi melalui berbagai indikator ekonomi dan pengamatan langsung di lapangan. Aktivitas masyarakat di pusat perdagangan, pasar tradisional, pusat perbelanjaan, sektor jasa, maupun sektor usaha lainnya menunjukkan bahwa roda ekonomi masih bergerak dengan baik,” tegas Menkeu Purbaya.
Menurut Purbaya, aktivitas ekonomi yang tinggi terlihat di berbagai wilayah Indonesia. Pusat-pusat perdagangan dan pusat perbelanjaan di sejumlah kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Yogyakarta menunjukkan tingkat kunjungan yang tinggi. Kondisi serupa juga terlihat di berbagai pasar tradisional yang tetap ramai dikunjungi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
"Libur panjang pekan lalu juga saya lihat ramai sekali orang berwisata, kawasan wisata pemandian air panas di Cipanas, Garut penuh wisatawan, hotel dan penginapan sekitar kawasan itu juga penuh. Artinya, masyarakat tetap punya daya beli yang menggerakkan perekonomian," pungkas Menkeu Purbaya.