LIXIL Kembali Gelar Kompetisi Arsitektur Nasional, Angkat Tema Kolaborasi Nusantara

AKM • Tuesday, 26 May 2026 - 06:27 WIB
LIXIL kembali menggelar LIXIL Architectural Design Competition (LADC) 2026 sebagai bentuk komitmen dalam mendukung perkembangan industri arsitektur dan desain di Indonesia (Istimewa)

Jakarta – LIXIL kembali menggelar LIXIL Architectural Design Competition (LADC) 2026 sebagai bentuk komitmen dalam mendukung perkembangan industri arsitektur dan desain di Indonesia.

Kompetisi yang pertama kali diselenggarakan pada 2019 itu kini telah berkembang menjadi salah satu ajang bergengsi bagi para arsitek dan kreator muda Tanah Air untuk menampilkan gagasan desain inovatif dan berkelanjutan.

Pada penyelenggaraan tahun ini, LADC 2026 menghadirkan jajaran dewan juri lintas negara yang terdiri dari sejumlah nama besar di dunia arsitektur, di antaranya Andra Matin selaku Founder AndraMatin Studio, Gregorius Supie pendiri Yolodi+Maria Architects, serta Richard Wood yang merupakan Managing Partner Asia dari Snøhetta.

Selain menghadirkan penilaian bertaraf internasional, kompetisi ini juga menawarkan sejumlah apresiasi bagi para pemenang, termasuk kesempatan mengikuti Studio Exchange di Snøhetta untuk mempelajari praktik arsitektur global secara langsung.

Peserta terpilih juga akan mendapatkan kesempatan mengikuti LIXIL Architectural Trip ke Nagoya, Jepang, guna memperluas wawasan dan pengalaman desain arsitektur internasional.

Tahun ini, LADC mengusung tema “ARCHIPELAGO DIALOGUES: Architecture as a Space of Co-Creation”. Tema tersebut terinspirasi dari karakter Indonesia sebagai negara kepulauan yang memiliki keberagaman budaya, kondisi geografis, serta tantangan pembangunan yang berbeda di setiap daerah.

Melalui tema tersebut, peserta diajak mengeksplorasi arsitektur sebagai ruang kolaborasi yang mampu menjawab tantangan masa kini, termasuk isu keberlanjutan, urbanisasi, dan inklusivitas.

Relevan Bagi Masa Depan

Marketing Director LIXIL Water Technology Indonesia, Arfindi Batubara, mengatakan kompetisi ini tidak hanya berfokus pada hasil desain semata, tetapi juga pada lahirnya gagasan yang relevan bagi masa depan.

“Indonesia adalah negara kepulauan dengan ribuan identitas. Dari keberagaman konteks itulah lahir ide-ide yang relevan untuk masa depan. LADC tidak hanya mencari desain yang indah, tetapi juga solusi dan percakapan baru,” ujar Arfindi dalam keterangannya, Kamis (21/5/2026).

Menurut dia, LADC diharapkan menjadi ruang dialog sekaligus wadah eksplorasi ide bagi arsitek profesional maupun mahasiswa arsitektur di Indonesia.

Pendaftaran dan pengumpulan karya dibuka mulai 18 Mei hingga 5 Juli 2026 secara daring. Kompetisi dibagi ke dalam dua kategori, yakni Professional Category dan Student Category.

Kategori profesional diperuntukkan bagi anggota Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) yang memiliki Sertifikat Tanda Registrasi Arsitek (STRA) aktif.

Sementara kategori mahasiswa terbuka bagi mahasiswa aktif program studi arsitektur jenjang S1 maupun S2, peserta Program Pendidikan Profesi Arsitek (PPAr), serta lulusan arsitektur dengan masa kelulusan maksimal dua tahun.

Seluruh karya yang dikirimkan diwajibkan bersifat orisinal dan belum pernah dipublikasikan ataupun diikutsertakan dalam kompetisi lain.

Salah satu dewan juri LADC 2026, Gregorius Supie, berharap kompetisi tersebut dapat menjadi pemicu lahirnya semangat baru dalam perkembangan dunia arsitektur Indonesia.

“Saya berharap sayembara ini mampu mengobarkan semangat berarsitektur yang semakin kreatif sekaligus mendorong kemajuan industri arsitektur di Indonesia,” ujarnya.

Proses penjurian akan dilakukan dalam dua tahap untuk menentukan lima finalis terbaik hingga memilih pemenang utama. Pengumuman pemenang dijadwalkan berlangsung dalam acara LIXIL Day of Architecture & Design (LDAD) pada 12 Agustus 2026 mendatang.

Informasi lengkap terkait syarat dan pendaftaran kompetisi dapat diakses melalui [LIXIL Indonesia](https://www.lixil.com/en/?utm_source=chatgpt.com).