Sahid Tour Lepas 516 Jamaah Haji Khusus 2026, Ingatkan Pentingnya Kartu Nusuk dan Jaga Niat Ibadah

AKM • Sunday, 17 May 2026 - 22:06 WIB
Sahid Tour Lepas 516 Jamaah Haji Khusus 2026 (Istimewa)

Jakarta— Suasana haru dan khidmat mewarnai acara pelepasan ratusan jemaah haji khusus yang diberangkatkan Sahid Tour di Grand Sahid Jaya Jakarta, Sabtu malam (17/5).. Sebanyak 516 jemaah resmi dilepas menuju Tanah Suci dengan pendampingan 24 petugas haji  secara resmi akan menuju Tanah Suci pada Senin Besok (18/5) melalui Bandara Soekarno Hatta, Jakarta.

Acara pelepasan turut dihadiri jajaran manajemen Sahid Tour, petugas syarikah Arab Saudi, keluarga jemaah, hingga para pembimbing ibadah. Dalam kesempatan itu, Presiden Direktur sekaligus CEO Sahid Tour, Haryadi Sukamdani, menyampaikan rasa syukur karena seluruh persiapan keberangkatan berjalan lancar di tengah situasi geopolitik dunia yang sempat menimbulkan kekhawatiran.

“Seperti kita ketahui, kondisi geopolitik dunia sempat membuat deg-degan. Alhamdulillah sekarang sudah fix, semoga semua aman, kita berangkat dengan lancar, sehat, dan menjadi haji yang mabrur,” ujar Haryadi, di Jakarta, Sabtu (17/5).

Ia mengatakan pihaknya menyiapkan seluruh proses pemberangkatan secara maksimal demi memastikan kenyamanan dan keamanan para jemaah selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

“Kami siapkan sungguh-sungguh pemberangkatan haji ini. Hampir selalu dicek dan dipantau. Niat Pemerintah Saudi juga baik untuk menjaga ketertiban bersama,” katanya.

Haryadi juga memastikan seluruh kru dan petugas Sahid Tour telah siap mendampingi jemaah selama proses ibadah haji berlangsung.

“Saya juga insya Allah akan menyusul berangkat. Kru Sahid semuanya siap. Kita mohon kerja sama dan kesabaran seluruh jemaah agar semua proses berjalan lancar,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Sahid Tour juga menyerahkan donasi program “Sahid Berbagi” untuk sejumlah masjid dan pondok pesantren di Banten, Solo, dan Pinrang, termasuk bantuan bagi wilayah terdampak bencana. Masing-masing penerima memperoleh bantuan sebesar Rp30 juta.

Direktur Sahid Tour Hari Prakoso Berikan Pengarahan Bagi Jamaah Haji Khusus

Salurkan Wakaf Al Qur'an

Direktur Sahid Tour Hari Prakoso mengungkapkan bahwa tahun ini pihaknya juga menyalurkan wakaf Al-Qur’an atas nama para jemaah kepada anak yatim dan para penghafal Al-Qur’an.

“Wakaf Qur’an ini atas nama bapak ibu jemaah Sahid Tour. Semoga semuanya selalu sehat dan penuh berkah,” ujar Hari.

Dalam arahannya kepada jemaah, Hari turut mengingatkan pentingnya menjaga niat ibadah selama berada di Tanah Suci. Ia meminta jemaah tidak berlebihan menggunakan media sosial selama menjalankan ibadah haji.

“Jangan terlalu banyak selfie atau membuat status di handphone yang dikhawatirkan menimbulkan riya dan mengubah niat ibadah,” katanya.

Ia juga mengingatkan agar jemaah tidak terlalu memaksakan diri untuk mencium Hajar Aswad karena hal tersebut bersifat sunnah, bukan wajib.

“Itu sunnah, bukan wajib. Jadi jemaah harus fokus mengerjakan yang wajib,” ujarnya.

Selain itu, Hari mengimbau jemaah untuk menghargai makanan dan tidak berlebihan saat mengambil konsumsi selama di Tanah Suci.

“Jangan membuang makanan karena masih banyak yang membutuhkan. Ambil secukupnya. Kalau mau tambah boleh, tapi jangan langsung berlebihan,” tuturnya.

Kartu Nusuk

Dalam kesempatan yang sama, CEO Syarikah Nozoly Indonesia, Muharom Ahmad, menjelaskan pentingnya kartu Nusuk bagi seluruh jemaah haji tahun ini. Menurutnya, kartu tersebut menjadi identitas utama jemaah selama berada di Arab Saudi.

“Kartu Nusuk ini sangat penting. Ada data lengkap jemaah di dalamnya dan menjadi jaminan agar jemaah bisa mengakses layanan ibadah,” kata Muharom.

Ia menjelaskan kartu Nusuk digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari akses masuk Masjidil Haram, Raudhah, hingga keberangkatan menuju Arafah saat puncak ibadah haji.

“Untuk masuk ke Makkah dan menjalankan umrah sekarang hanya yang memiliki Nusuk yang bisa masuk. Bahkan untuk naik bus menuju Arafah juga harus menggunakan kartu Nusuk,” ujarnya.

Muharom meminta jemaah menjaga kartu tersebut dengan baik dan menyimpan salinan digital di telepon genggam sebagai cadangan.

“Back up-nya disimpan di HP dengan cara difoto. Karena Nusuk ini sangat penting untuk masuk Raudhah, Masjidil Haram, hingga saat wukuf di Arafah,” katanya.

Adapun total 516 jemaah Sahid Tour tahun ini berasal dari berbagai daerah di Indonesia, dengan jumlah terbanyak dari Jakarta sebanyak 133 jemaah dan Yogyakarta 129 jemaah. Selain itu, jemaah juga berasal dari Solo, Semarang, Surabaya, Pinrang, Kendari, Palu, Balikpapan, Palembang, Jambi, Lampung, hingga Bima.

Jemaah tertua tercatat atas nama Ratiyan Kijan Waji yang berusia 81 tahun, sementara jemaah termuda adalah Lutfiya Nadira Rahmadani berusia 13 tahun. Mayoritas jemaah merupakan perempuan sebanyak 267 orang, sedangkan jemaah pria berjumlah 222 orang.

Pemberangkatan jemaah dilakukan melalui sejumlah maskapai, yakni Garuda Indonesia, Emirates, dan Etihad Airways dengan beberapa rute penerbangan langsung menuju Arab Saudi.