
Jakarta — Seleksi Mandiri Masuk Perguruan Tinggi Negeri wilayah Barat (SMMPTN-Barat) 2026 resmi dibuka sebagai jalur alternatif bagi calon mahasiswa yang belum lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNPB) maupun Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT).
Peluncuran resmi SMMPTN-Barat 2026 digelar di Jakarta, Senin (11/5), sekaligus menandai dimulainya proses penerimaan mahasiswa baru melalui jalur mandiri bersama yang diikuti 27 perguruan tinggi negeri (PTN) di wilayah Barat Indonesia.
Koordinator Bidang Sosialisasi dan Promosi SMMPTN-Barat 2026, Ahmad Bahrudin, mengatakan grand launching tersebut menjadi bagian dari sosialisasi resmi kepada masyarakat terkait pelaksanaan seleksi tahun ini.
“Grand launching ini merupakan bagian dari sosialisasi resmi kepada masyarakat, khususnya calon mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri melalui jalur mandiri,” ujar Ahmad Bahrudin.
Ia menjelaskan, pendaftaran telah dibuka secara daring sejak 4 Mei 2026 pukul 16.00 WIB dan akan berlangsung hingga 11 Juni 2026 melalui laman resmi pendaftaran.smmptnbarat.id.
Program ini diprakarsai oleh Konsorsium Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Negeri Wilayah Barat (BKS-PTN Barat) sebagai alternatif bagi siswa yang belum berhasil diterima melalui jalur nasional.
“SMMPTN-Barat 2026 menjadi alternatif bagi calon mahasiswa yang belum diterima melalui jalur SNPB maupun SNBT,” katanya.
Selain itu, jalur ini juga membuka kesempatan bagi siswa yang belum memiliki akun SNPMB untuk tetap dapat mengikuti seleksi masuk perguruan tinggi negeri.
Ketua SMMPTN-Barat 2026, Prof. Ibrahim, mengatakan pelaksanaan seleksi tahun ini merupakan penyelenggaraan yang kesembilan sejak program tersebut pertama kali digelar.
Menurutnya, SMMPTN-Barat memiliki dasar hukum yang kuat melalui Peraturan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Nomor 3 Tahun 2026 tentang Penerimaan Mahasiswa Baru Program Diploma dan Program Sarjana pada Perguruan Tinggi Negeri.
“Jadi, kegiatan ini sangat legal dan terbukti mampu menjadi model seleksi yang profesional, efisien, efektif, transparan, dan akuntabel, karena sistem penilaian hasil ujian berdasarkan komputer atau computer-assisted test dan disupervisi oleh KPK,” ujar Ibrahim yang juga Rektor Universitas Bangka Belitung.
Sementara itu, Ketua BKS-PTN Barat, Prof. Salampak, menyebut sebanyak 27 PTN dari wilayah Sumatera, Kalimantan, dan Jawa bagian Barat ikut serta dalam SMMPTN-Barat 2026.
Perguruan tinggi peserta terdiri atas PTN umum, perguruan tinggi seni, hingga perguruan tinggi keagamaan Islam negeri.
Pada tahun ini, tersedia 1.013 program studi dengan total kuota penerimaan mencapai 20.035 mahasiswa baru. Peserta diberi kesempatan memilih dua program studi dari rumpun sains dan teknologi maupun sosial-humaniora.
“Pilihan perguruan tinggi juga tidak harus sama dengan lokasi pelaksanaan UTBK peserta,” ungkap Salampak.
Materi ujian menggunakan sistem Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) yang terdiri atas Tes Potensi Skolastik dan Tes Literasi.
Tes Potensi Skolastik meliputi penalaran umum, pemahaman bacaan dan menulis, pengetahuan kuantitatif, serta pengetahuan dan pemahaman umum. Sedangkan Tes Literasi mencakup literasi bahasa Indonesia, bahasa Inggris, dan penalaran matematika.
Adapun biaya pendaftaran ditetapkan sebesar Rp375 ribu, sama seperti tahun sebelumnya. Pembayaran dapat dilakukan melalui Bank Mandiri, BNI, BSI, BTN, dan BRI melalui teller, ATM, maupun Tokopedia.
Sekretaris Tim SMMPTN-Barat, Supriyanto, menambahkan sejumlah PTN tahun ini juga membuka kesempatan bagi lulusan lama dengan ijazah 5 hingga 10 tahun terakhir untuk mengikuti seleksi.
Beberapa kampus yang menerima lulusan lama di antaranya Universitas Jambi, Universitas Teuku Umar, Universitas Samudra, Universitas Maritim Raja Ali Haji, ISI Padangpanjang, UPN Veteran Jakarta, dan UIN Mahmud Yunus Batusangkar.
Sementara itu, ISBI Aceh menerima peserta dengan ijazah lulusan tahun 2017 hingga 2026, termasuk lulusan Paket C dengan batas usia maksimal 35 tahun.