Dosen Universitas Mercu Buana Jakarta Membawa Teknologi, Petani Jamur Tiram Kabupaten Serang Siap Naik Kelas

ANP • Monday, 11 May 2026 - 15:07 WIB

SEMARANG - Kelompok petani jamur tiram di Desa Tanjung Sari, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, kini mendapat angin segar melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) skema Kerja Sama Dalam Negeri yang dilaksanakan pada 9 Mei 2026. Dalam program tersebut, tim dosen Universitas Mercu Buana (UMB) Jakarta turun langsung mendampingi kelompok tani yang tergabung dalam KTNA (Kontak Tani Nelayan Andalan) guna meningkatkan produktivitas budidaya sekaligus mendorong peningkatan pendapatan para petani jamur tiram.

Program ini dilaksanakan oleh tim dosen Universitas Mercu Buana yang terdiri atas Taufik Akbar, S.E., M.Si., Ph.D., Ir. R. Joko Sugiharjo, M.M., Lawe Anasta, S.E., M.S.Ak., dan Yananto Mihardi Putra, S.E., M.Si., bekerja sama dengan mitra dari Politeknik Input Serang yang diwakili oleh Esti Utami Pratiwi, S.E., M.Ak. Kegiatan tersebut difokuskan pada anggota aktif KTNA yang selama ini menghadapi berbagai keterbatasan teknologi dalam proses budidaya jamur tiram, mulai dari tahap produksi hingga pemasaran hasil panen.

Selama ini, para petani hanya mampu menghasilkan sekitar 100 kilogram jamur tiram dalam satu siklus produksi. Jumlah tersebut dinilai belum mampu menutupi biaya operasional secara optimal. Kondisi ini dipengaruhi oleh proses pencampuran media tanam yang masih dilakukan secara manual sehingga hasilnya kurang homogen, sterilisasi baglog yang masih menggunakan drum kecil berkapasitas sekitar 200 baglog, serta pengendalian kelembapan kumbung yang masih dilakukan menggunakan alat semprot sederhana dan belum konsisten. Selain itu, produk jamur tiram yang dihasilkan juga belum memiliki branding yang kuat dan belum dipasarkan secara maksimal melalui platform digital.

Kondisi tersebut pun diakui langsung oleh perwakilan kelompok tani. "Petani di sini memiliki semangat yang tinggi dan didukung oleh ketersediaan bahan baku yang melimpah. Yang perlu diperkuat saat ini adalah penerapan teknologi produksi serta pengelolaan usaha yang lebih baik agar usaha budidaya jamur tiram dapat berkembang secara berkelanjutan," ungkap Haji Heri, perwakilan KTNA Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang.

Sebagai solusi, tim PkM UMB menghadirkan sejumlah teknologi tepat guna guna mendukung peningkatan kapasitas produksi petani. Salah satunya berupa steamer oven berkapasitas besar yang mampu mensterilkan hingga 400 baglog dalam satu kali proses. Teknologi tersebut dinilai mampu meningkatkan efisiensi produksi karena waktu pengukusan menjadi sekitar lima jam lebih cepat dibandingkan metode sebelumnya.

Selain penguatan teknologi produksi, program ini juga memberikan pelatihan manajemen usaha dan pemasaran digital kepada para petani. Mereka dibekali kemampuan menyusun pembukuan sederhana, membuat standar operasional prosedur (SOP), hingga menyusun strategi branding dan digital marketing. Pelatihan tersebut mencakup pembuatan konten media sosial, strategi penjualan melalui platform e-commerce, serta pengembangan website khusus untuk produk jamur tiram Desa Tanjung Sari.

Program ini turut melibatkan mahasiswa Universitas Mercu Buana yang terlibat aktif dalam mendampingi para petani, mulai dari proses pembibitan, pemeliharaan, hingga panen jamur tiram. Keterlibatan mahasiswa tersebut menjadi bentuk implementasi pembelajaran berbasis masyarakat yang sejalan dengan kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), sehingga mahasiswa dapat memperoleh pengalaman langsung dalam kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat di lapangan.

Selama enam bulan pelaksanaan program, tim menargetkan peningkatan kapasitas produksi dari 200 menjadi 400 baglog per siklus, peningkatan produktivitas budidaya hingga 90 persen, serta perluasan pemasaran produk melalui platform digital. Selain memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat, program ini juga menghasilkan luaran akademik berupa artikel ilmiah, video kegiatan di YouTube, serta Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

Program ini sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 2 tentang ketahanan pangan, SDG 8 mengenai pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja, serta SDG 12 terkait produksi berkelanjutan melalui pemanfaatan limbah serbuk kayu sebagai media budidaya jamur tiram. Di sisi lain, kegiatan tersebut juga selaras dengan Asta Cita pemerintah dalam mendorong swasembada pangan dan pemerataan ekonomi berbasis desa.

Tim pelaksana menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Universitas Mercu Buana Jakarta atas dukungan dana hibah yang diberikan dalam pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada KTNA Kecamatan Pabuaran atas partisipasi aktif serta komitmennya dalam mendukung keberhasilan program pemberdayaan masyarakat. Selain itu, apresiasi turut diberikan kepada Politeknik Input Serang sebagai mitra Pengabdian kepada Masyarakat yang telah berkolaborasi dan memberikan dukungan dalam pelaksanaan program secara berkelanjutan.