
Makkah - Detak nadi Kota Makkah dipastikan berdenyut lebih kencang seiring tibanya arus kedatangan jemaah haji gelombang kedua dari Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah. Menghadapi lonjakan dinamika tersebut, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Sektor 3 Daker Makkah telah mematangkan strategi pelayanan ekstra.
Rute pendaratan pada sore hingga malam hari ini tercatat cukup menguras tenaga lantaran tiga kelompok terbang (kloter) dijadwalkan merapat ke pemondokan secara beruntun. Rombongan BTH 15 menjadi armada pembuka, yang segera disusul oleh SUB 57 dan UPG 11 hingga larut malam.
Kedatangan ratusan jemaah yang baru saja menempuh perjalanan lintas benua ini menjadi ujian sesungguhnya bagi manajemen akomodasi di tingkat sektor. Petugas dituntut mendistribusikan kunci kamar dengan presisi dan cepat tanpa menimbulkan antrean yang berisiko membuat jemaah kelelahan.
Menjawab tantangan operasional tersebut, Kepala Sektor 3 Daker Makkah, Aneng, menjelaskan bahwa pihaknya telah memecah kekuatan petugas menjadi tiga tim reaksi cepat. Setiap tim ditempatkan siaga penuh di lobi-lobi hotel yang masuk dalam daftar pendaratan bus rombongan.
"Kita selalu berkoordinasi dan membagi tugas sehingga setelah kita kedatangan yang pertama, kita terus evaluasi agar tidak terjadi kendala di kedatangan berikutnya," ungkap Eneng Kusnani saat diwawancarai Tim Media Center Haji (MCH).
Pasca penyelesaian administrasi kamar, pergerakan jemaah untuk melaksanakan umrah wajib di Masjidil Haram langsung diikat dengan aturan ketat. Jemaah dilarang memaksakan diri, dan khusus untuk jemaah lanjut usia, waktu keberangkatan umrah ditunda hingga suhu udara menurun.
Otoritas menetapkan jadwal pukul 22.00 waktu setempat sebagai waktu yang paling ideal bagi lansia dan jemaah risiko tinggi untuk tawaf dan sa'i. Prosesi ibadah krusial ini akan dikawal dari jarak dekat oleh tim layanan lansia lengkap dengan fasilitas pendorongan kursi roda.
"Kalau tidak ada keluarga yang mendampingi, mungkin dari tim lansia sendiri atau dari Landis yang akan turun tangan mendampingi langsung," tegas Eneng.
Guna menjamin stamina fisik jemaah tetap utuh hingga puncak wukuf, Sektor 3 juga telah menindaklanjuti edaran larangan agenda wisata kota (city tour). Pihak Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) diminta patuh untuk tidak membawa jemaahnya ke luar batas Makkah sebelum fase Armuzna selesai.
Pengawasan di lapangan terus diperketat oleh jajaran tim perlindungan jemaah (Linjam) yang memonitor dinamika pergerakan rombongan di setiap hotel. Sejauh ini, seluruh kloter dilaporkan kooperatif mematuhi edaran larangan tersebut dan lebih memfokuskan energi mereka di area hotel.
Gelombang kedatangan yang terus diatur ketat ini sejalan dengan tren grafik mobilisasi haji nasional. Jika merujuk pada pembaruan data sistem dashboard.haji.go.id, total jemaah haji asal Indonesia yang telah tiba di Arab Saudi saat ini sudah menyentuh angka lebih dari 104 ribu jemaah.