
JAWA BARAT - Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menggodok buku panduan “Merawat Berkehidupan Beragama” khususnya di Provinsi Jawa Barat, Kamis, (30/4).
Buku tersebut dibuat berangkat dari keprihatinan bersama dengan adanya persoalan intoleransi di lingkungan masyarakat khususnya di Provinsi Jawa Barat salah satunya adalah kasus penolakan rumah ibadah.
"Tentu saja pelaksanaan kegiatan hari ini adalah karena keprihatinan kita dengan adanya permasalahan dan salah satunya di Jawa Barat kita tidak mengatakan daerah lain tidak ada, tetapi kita ini sedang fokus membuat untuk buku saku bagi daerah Jawa Barat", ujar Wakil Kepala BPIP Dr. Rima Agristina, S.H., S.E., M.M.
Menurutnya jika tidak ada panduan atau pemahaman tentang pentingnya kerukunan beragama maka khawatir semakin banyak aksi intoleransi di masyarakat.
"Buku ini menjadi langkah dan tugas kita di BPIP untuk menyelesaikan persoalan di masyarakat terutama intoleransi", ujarnya.
Sebagai pertanggungjawaban intoleransi negara harus hadir sebagai sanksi kepada orang yang intoleran, semua pihak harus terlibat baik Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, TNI dan Polri.
"Buku ini juga diharapkan bukan menggurui, tapi tadi panduan pelaksanaan nilai Pancasila dalam tindakan secara sederhana praktis", harapnya.
Disisi lain Rima menyarankan buku tersebut bisa ditulis dengan bahasa sederhana yang dapat dipahami semoa orang.
"Bahkan mungkin nenek, kakek kita dan anak-anak remaja yang bisa memahami buku ini", sarannya.
Sekretaris Utama BPIP Dr. Tonny Agung Arifianto, S.E., M.A.B menambahkan buku tersebut tidak hanya semacam panduan praktis yang normatif melainkan harus digunakan secara menyeluruh ke tingkat akar rumput.
"Proses penyusunan buku ini memang sudah cukup panjang dan hari ini harapannya adalah finalisasi buku ya yang tentunya nanti kami berharap masukan-masukan terakhir dan bapak ibu sekalian yang ada yang nanti akan segera kita final-kan", paparnya.
Ia menjelaskan jika buku tersebut sudah selesai, maka akan dilakukan tahapan persetujuan dari mulai Ketua Dewan Pengarah sampai kepada rekomendasi Presiden.
"Tentunya sesuai dengan mekanisme di BPIP ada persetujuan dari Ibu Ketua Dewan Pengarah dan menjadi salah satu rekomendasi yang kita juga sampaikan pada Bapak Presiden", pungkasnya.
Ia juga menyampaikan atas nama lembaga BPIP mengucapkan terimakasih kepada Dewan Pengarah BPIP, Dewan Pakar BPIP dan Staf Khusus BPIP yang sudah bekerja keras dalam menyusun dan memberi masukan untuk diterbitkannya buku panduan tersebut.
"Semoga Pancasila tidak hanya sekadar menjadi jargon, tapi nilai-nilai Pancasila itu betul-betul dijalankan dalam kehidupan sehari-hari atau kita kenal dengan living ideology", tutupnya.