Wajib Tahu! Begini Cara Pakai Kartu Kendali Kursi Roda di Masjidil Haram agar Tak Tertipu

MUS • Saturday, 2 May 2026 - 21:33 WIB

Makkah - Otoritas penyelenggara haji mendesak seluruh jemaah lanjut usia untuk memanfaatkan program Kartu Kendali saat menyewa jasa pendorong kursi roda di Makkah. Kebijakan protektif ini diterapkan guna melindungi jemaah dari potensi penelantaran oleh sindikat pendorong tak resmi.

Area operasional Masjidil Haram selama ini diwarnai oleh kehadiran pendorong ilegal yang tidak memiliki izin tasrik dari pemerintah Arab Saudi. Keberadaan mereka sangat membahayakan karena kerap menjadikan jemaah sebagai korban saat terjadi razia penertiban.

Ketika petugas Askar mendekat, pendorong gelap tersebut memilih kabur dan membiarkan jemaah lansia telantar kebingungan di area tawaf atau sa'i. Inovasi Kartu Kendali hadir untuk menghentikan fenomena miris tersebut dengan menjamin ketersediaan pendorong berseragam resmi.

"Atas dasar itulah maka kita bentuk program Kartu Kendali, agar jemaah terhindar dari pendorong yang tanpa tasrik dan rompi mirip-mirip," terang Kepala Seksi PKP2JH, Lansia dan Disabilitas Daker Makkah PPIH Arab Saudi 2026, Mayor CKM. dr. Ridwan Siswanto.

Mekanisme Kartu Kendali ini didesain sangat praktis tanpa membebani jemaah lansia dengan urusan birokrasi yang rumit. Ketua rombongan hanya perlu mendaftarkan nama jemaah ke petugas sektor sebelum mereka diberangkatkan menuju area Masjidil Haram.

Setibanya di terminal Syib Amir, Jabal Ka'bah, atau Ajyad, jemaah akan langsung disambut oleh pendorong resmi yang sudah membawa kursi roda. Jemaah pun tidak perlu repot membawa unit kursi roda sendiri dari hotel pemukiman karena seluruh peralatan telah disediakan oleh petugas.

"Satu jemaah akan mendapatkan dua Kartu Kendali, satu dipegang pendamping dan satu lagi diserahkan ke pendorongnya," urai dr. Ridwan menjelaskan prosedur lapangan.

Sistem pembayaran juga diatur dengan transparansi mutlak untuk menutup rapat celah pemerasan oleh oknum tak bertanggung jawab. Uang jasa diserahkan pasca-pelayanan secara tunai kepada pendorong tanpa melalui perantara petugas haji.

Sinergi antara pengawasan ketat petugas sektor dan kesadaran jemaah menggunakan Kartu Kendali menjadi kunci keberhasilan mitigasi ini. Negara berkomitmen penuh memastikan jemaah lansia dapat mengejar predikat haji mabrur dengan aman dan bermartabat. (NWK/MCH 2026)