
Makkah – Pemerintah menetapkan lima wilayah utama sebagai basis akomodasi jemaah haji Indonesia di Makkah pada operasional tahun 1447 H/2026 M. Wilayah tersebut terdiri dari Syisya, Raudhah, Misfalah, Jarwal, dan Aziziyah yang secara teknis dibagi ke dalam sepuluh sektor pelayanan.
Kepala Daerah Kerja (Daker) Makkah, Ihsan Faisal, menjelaskan bahwa pembagian ini bertujuan untuk memudahkan pemetaan jemaah berdasarkan embarkasi asal.
"Di Makkah ini ada 10 sektor masing-masing mewilayahi ataupun menaungi berbagai jemaah yang berbasis embarkasi," ujar Ihsan di Kantor Daker Makkah pada Sabtu (25/4).
Sektor Aziziyah tercatat sebagai wilayah dengan kapasitas terbesar karena memiliki hotel tunggal yang mampu menampung hingga puluhan ribu jemaah. Hal ini menjadikannya pusat perhatian dalam manajemen kerumunan dan distribusi logistik haji tahun ini.
"Sektor 10 di Aziziyah itu kapasitasnya besar, 21.500 sekian jemaah, dan itu menjadikannya sebagai satu sektor mandiri," tambah Ihsan merinci data kapasitas akomodasi.
Pemerintah memastikan seluruh fasilitas di sepuluh sektor tersebut telah siap beroperasi menyambut kedatangan kloter pertama. (NWK/MCH 2026)