UNJ Perluas Dampak Pengabdian, Dorong Inovasi Sosial Berbasis Riset dan Kolaborasi

AKM • Thursday, 23 Apr 2026 - 20:18 WIB
Focus Group Discussion (FGD) Diseminasi Pengabdian kepada Masyarakat yang Diselenggarakan oleh UNJ (Istimewa)

Jakarta -  Universitas Negeri Jakarta (UNJ) memperkuat peran pengabdian kepada masyarakat sebagai instrumen transformasi sosial melalui gelaran Focus Group Discussion (FGD) Diseminasi Pengabdian kepada Masyarakat di Kampus  UNJ Aula Bung Hatta, Jakarta, Kamis (23/4).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program EQUITY yang didukung Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), dengan tujuan meningkatkan kualitas pendidikan tinggi sekaligus memperluas dampak riset dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

FGD tersebut menghadirkan media, mitra pengabdian, serta berbagai pemangku kepentingan sebagai ruang strategis untuk memaparkan capaian program dan memperkuat kolaborasi lintas sektor. Beragam inovasi ditampilkan, mulai dari pendekatan berbasis budaya hingga penguatan karakter melalui literasi, konseling, dan teknologi.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNJ, Iwan Sugihartono, menegaskan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak hanya menjadi hilirisasi riset, tetapi juga sarana menghadirkan perubahan nyata.

“Implementasi ilmu pengetahuan harus mampu menjawab persoalan sosial, khususnya dalam pemberdayaan masyarakat, pengembangan wilayah, dan kewirausahaan,” ujarnya.

Senada, Direktur Inovasi, Sistem Informasi, dan Pemeringkatan UNJ, R.A. Murti Kusuma W, menyebut program Equity-LPDP menjadi momentum penting untuk meningkatkan visibilitas dan rekognisi institusi, baik di tingkat nasional maupun global.

Dalam sesi akademik, Umiatin menyoroti pentingnya pemanfaatan riset antropometri untuk mendukung desain dan ergonomi yang sesuai dengan karakteristik masyarakat Indonesia. Menurutnya, hasil penelitian harus dihilirisasi menjadi solusi praktis yang meningkatkan kualitas hidup dan keselamatan masyarakat.

Berbagai praktik baik juga dipaparkan. Ahmad Rifqy Ash Shiddiqy memperkenalkan program Rintisan Sekolah Swasta Gratis (RSSG) yang dikembangkan bersama Pemerintah Kota Depok. Program ini menjadi contoh konkret kolaborasi dalam memperluas akses pendidikan inklusif bagi masyarakat kurang mampu.

Di sisi lain, Tesaannisa mempresentasikan program Pojok Konseling Sastra dan Ruang Kreatif Anak di Rusunawa Jatinegara Kaum. Program berbasis bibliokonseling ini bekerja sama dengan Unit Pengelola Rumah Susun VII dan dirancang sebagai ruang aman bagi anak-anak untuk membaca, berekspresi, serta mendapatkan pendampingan psikososial.

“Pojok literasi bukan sekadar tempat membaca, tetapi ruang tumbuh untuk membangun empati dan karakter anak,” ungkapnya.

Kolaborasi Lintas Sektor

Sementara itu, Rektor UNJ, Komarudin, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Ia menilai perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam membangun ekosistem inovasi yang terhubung langsung dengan kebutuhan masyarakat.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UNJ, Ifan Iskandar, menambahkan bahwa pengabdian masyarakat menjadi indikator nyata kontribusi perguruan tinggi. Ia mencontohkan pengembangan desa wisata di Subang yang kini direplikasi ke Indramayu sebagai bentuk keberlanjutan program.

" UNJ salah satunya fokus kepada pengembangan desa wisata di Subang yang kini direplikasi ke Indramayu sebagai bentuk keberlanjutan program," ungkapnya.

FGD ini juga menampilkan diseminasi kreatif, salah satunya Tari Manuk Bulak karya Deden Haerudin yang dikembangkan bersama masyarakat Desa Bulak melalui pendekatan *art by research*. Karya tersebut dinilai berpotensi menjadi daya tarik wisata budaya berbasis kearifan lokal.

Suasana kegiatan semakin semarak dengan penampilan puisi dan pantomim dari anak-anak Rusunawa Jatinegara Kaum, yang menunjukkan bahwa seni dan literasi dapat menjadi media efektif dalam pembentukan karakter dan ruang ekspresi anak.

Sebagai inovasi berbasis teknologi, Nur Azisah memperkenalkan program ARUNA (Alat Robotik untuk Navigasi dan Angkut Sampah Berbasis Kapal) yang dirancang untuk pengelolaan sampah perairan di kawasan Muara Angke, Jakarta. Teknologi ini diharapkan menjadi solusi adaptif dalam menjaga kebersihan lingkungan pesisir.

Melalui FGD ini, UNJ menegaskan komitmennya untuk terus mengintegrasikan riset, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat sebagai pilar utama dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.