
Palu — Upaya peningkatan kesejahteraan mahasiswa asal daerah kembali menjadi sorotan. Tokoh muda Sulawesi Tengah, Abdul Rachman Thaha, mendorong Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, untuk segera mengambil langkah strategis dalam merehabilitasi asrama mahasiswa Sulteng yang tersebar di berbagai kota di Indonesia.
Menurutnya, keberadaan asrama mahasiswa memiliki peran vital, terutama bagi mahasiswa yang berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi. Asrama dinilai menjadi solusi penting dalam menyediakan hunian yang layak selama menempuh pendidikan di luar daerah.
“Saya berharap pemerintah provinsi dapat menjadikan rehabilitasi asrama mahasiswa sebagai program prioritas,” ujar Abdul Rachman Thaha yang akrab dispaa ART dalam keterangan tertulis, Rabu (15/4).
Anggota DPD RI periode 2019-2024 ini menjelaskan, sebelum program dijalankan, diperlukan langkah awal berupa pendataan menyeluruh terhadap kondisi asrama yang adaa.
"Pendataan tersebut mencakup inventarisasi fasilitas, kapasitas hunian, hingga tingkat kelayakan bangunan," tutur ART.
Sejumlah lokasi asrama yang menjadi perhatian antara lain berada di Yogyakarta sebagai pusat pendidikan di Pulau Jawa, serta Makassar yang menjadi salah satu tujuan utama mahasiswa di kawasan timur Indonesia.
Program Rehabilitasi
ART yang juga sekjen Laskar Merah Putih ini menambahkan langkah pendataan ini penting agar program rehabilitasi dapat tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan riil mahasiswa di lapangan.
ART menambahkan, pembenahan fasilitas asrama akan memberikan dampak langsung terhadap keberlangsungan studi mahasiswa. Dengan tersedianya hunian yang layak dan terjangkau, mahasiswa tidak lagi terbebani biaya sewa tempat tinggal yang relatif tinggi di kota-kota besar.
“Dengan adanya perbaikan asrama, mahasiswa kurang mampu bisa lebih fokus pada pendidikan tanpa harus terbebani biaya indekos,” jelasnya.
Selain aspek fisik bangunan, ART juga menyoroti pentingnya penataan sistem pengelolaan asrama. Ia menekankan agar mahasiswa yang telah menyelesaikan studi segera mengosongkan fasilitas tersebut, sehingga dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa baru yang membutuhkan.
Dorongan ini, lanjutnya, merupakan aspirasi yang dihimpun langsung dari mahasiswa asal Sulawesi Tengah yang tengah menempuh pendidikan di berbagai daerah. Aspirasi tersebut disampaikan melalui berbagai saluran komunikasi, termasuk pesan langsung dari para mahasiswa.
Ia berharap Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dapat merespons kebutuhan tersebut secara konkret, mengingat peran asrama tidak hanya sebagai tempat tinggal, tetapi juga sebagai ruang pembinaan, solidaritas, dan penguatan identitas daerah bagi mahasiswa di perantauan.
"Jika direalisasikan, program rehabilitasi ini dinilai tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas hidup mahasiswa, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia Sulawesi Tengah," tandasnya.