
Bekasi,* — Direktur Utama Perum BULOG, Ahmad Rizal Ramdhani, turun langsung memantau penyaluran bantuan pangan pemerintah di Kelurahan Bantar Gebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, Rabu (15/4). Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan distribusi berjalan lancar serta benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak.
Didampingi jajaran BULOG wilayah Jawa Barat dan pemerintah daerah setempat, Rizal meninjau langsung proses pembagian bantuan yang berlangsung sejak pagi hari. Di lokasi, terlihat warga telah mengantre sejak awal untuk mendapatkan bantuan pangan yang dinilai sangat membantu kebutuhan sehari-hari.
Menurut Rizal, tingginya antusiasme masyarakat menjadi indikator bahwa program bantuan pangan masih sangat dibutuhkan, terutama dalam menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika ekonomi.
“Sejak pagi masyarakat sudah hadir dan menunggu. Ini menunjukkan bantuan pangan ini memang dinanti dan memiliki manfaat langsung bagi masyarakat,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jakarta, Rabu (15/4).
Program bantuan pangan ini merupakan bagian dari kebijakan pemerintah yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto, sebagai upaya menjaga ketahanan pangan sekaligus membantu masyarakat rentan.
Dalam penyaluran kali ini, setiap penerima manfaat mendapatkan bantuan untuk dua bulan sekaligus, yakni Februari dan Maret 2026. Total bantuan yang diterima berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng, dengan rincian 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng per bulan.
Khusus di Kelurahan Bantar Gebang, jumlah penerima bantuan tercatat sekitar 2.066 keluarga. Sementara secara nasional, program ini menjangkau lebih dari 33 juta penerima manfaat di berbagai daerah.
Rizal menegaskan, keberhasilan penyaluran bantuan pangan tidak terlepas dari sinergi lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah hingga dukungan aparat keamanan. Kolaborasi ini dinilai penting untuk memastikan distribusi berjalan cepat, tertib, dan tepat sasaran.
“Ini kerja bersama antara BULOG, pemerintah daerah, serta dukungan TNI. Dengan kolaborasi ini, proses distribusi bisa berjalan lebih efektif,” katanya.
Ia juga menyampaikan bahwa penyaluran bantuan pangan untuk periode ini ditargetkan rampung hingga akhir Mei 2026. BULOG, lanjutnya, akan terus melakukan monitoring di berbagai daerah guna memastikan tidak ada hambatan berarti dalam proses distribusi.
Kegiatan pemantauan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya evaluasi di lapangan, agar setiap kendala yang muncul dapat segera diatasi dan kualitas penyaluran bantuan semakin baik ke depannya.
Melalui langkah ini, BULOG menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, sekaligus memastikan program bantuan pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.