Halal Bihalal HIPKA, Perkuat Optimisme Usaha dan Kepercayaan di Tengah Tekanan Global

AKM • Friday, 10 Apr 2026 - 16:04 WIB
Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha KAHMI (BPP HIPKA)  Gelar Halal Bihala yang Dihadiri Sejunlah Tokoh Nasional (Istimewa)

Jakarta — Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha KAHMI (BPP HIPKA) menjadikan momentum halal bihalal sebagai sarana memperkuat kepercayaan dunia usaha di tengah dinamika dan ketidakpastian ekonomi global.

Acara yang digelar di Kebayoran Baru, Jakarta, Kamis (9/4/2026), dihadiri sejumlah tokoh nasional, di antaranya Ahmad Muzani, Sandiaga Uno, Erwin Aksa, Candra Tirta Wijaya, Ismed Saputra, Akbar Djohan, serta Anthony Budiawan.

Ketua Umum BPP HIPKA periode 2022–2027, Kamrussamad, menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki makna strategis di tengah situasi global yang penuh tekanan.

“Halal bihalal ini bukan sekadar tradisi, tetapi momentum untuk membangun kembali kepercayaan. Dunia usaha membutuhkan sinyal positif bahwa ekonomi kita tetap kuat dan punya arah yang jelas,” ujar Kamrussamad.

Ia menekankan, kepercayaan merupakan faktor kunci dalam mendorong investasi dan aktivitas ekonomi secara keseluruhan.

“Kalau trust itu terjaga, investasi akan bergerak. Kalau investasi bergerak, maka produksi meningkat dan lapangan kerja terbuka. Jadi ini efek berantai yang sangat penting,” katanya.

Menurut dia, forum tersebut sengaja mempertemukan berbagai elemen strategis, mulai dari regulator, pelaku usaha, hingga analis ekonomi.

“Kita ingin semua duduk bersama. Ada pemerintah, ada pengusaha, ada pengamat. Dari situ kita bisa membangun perspektif yang utuh dan mencari solusi bersama,” ucapnya.

Apresiasi 

Kamrussamad juga menyampaikan apresiasi terhadap respons pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi di tengah gejolak global.

“Kami melihat pemerintah cukup sigap. Koordinasi antar lembaga berjalan, kebijakan juga relatif terukur. Ini penting untuk memberikan kepastian kepada pelaku usaha,” ujarnya.

Ia menambahkan, kepastian kebijakan menjadi salah satu pertimbangan utama investor dalam mengambil keputusan.

“Investor itu tidak hanya melihat peluang, tapi juga kepastian. Selama kebijakan konsisten dan arah ekonomi jelas, saya kira minat investasi akan tetap terjaga,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, sejumlah tokoh yang hadir juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor.

“Sinergi antara pemerintah dan dunia usaha harus terus diperkuat. Kita tidak bisa berjalan sendiri-sendiri dalam menghadapi tekanan global,” ujar salah satu peserta forum.

Sementara itu, pemerintah terus mengoptimalkan peran Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) dalam menjaga stabilitas sektor keuangan nasional, dengan melibatkan Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, serta Lembaga Penjamin Simpanan.

Menanggapi hal tersebut, Kamrussamad menilai langkah tersebut sebagai upaya yang tepat.

“Koordinasi melalui KSSK ini sangat penting. Pasar butuh diyakinkan bahwa stabilitas sistem keuangan kita terjaga dengan baik,” katanya.

Selain itu, langkah Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah juga dinilai memberi dampak positif.

“Stabilisasi rupiah itu krusial. Karena begitu rupiah bergejolak, dampaknya langsung terasa ke biaya produksi dan harga barang,” ujarnya.

Ia juga menyinggung kebijakan energi yang diambil pemerintah di tengah potensi kenaikan harga minyak dunia.

“Kebijakan subsidi dan kompensasi energi harus tepat sasaran. Ini penting agar tidak membebani APBN, tapi juga tetap melindungi masyarakat dan dunia usaha,” katanya.

Lebih lanjut, Kamrussamad menyoroti pentingnya strategi jangka menengah, termasuk hilirisasi industri.

“Hilirisasi itu kunci. Kita tidak boleh terus bergantung pada ekspor bahan mentah. Nilai tambah harus diciptakan di dalam negeri,” tegasnya.

Ia juga mendukung upaya diversifikasi pasar ekspor ke negara non-tradisional.

“Pasar kita jangan hanya itu-itu saja. Kita harus berani masuk ke pasar baru agar tidak terlalu tergantung pada negara tertentu,” ujarnya.

Menutup pernyataannya, Kamrussamad menegaskan bahwa HIPKA akan terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Kami di HIPKA siap menjadi bagian dari solusi. Kami ingin memastikan dunia usaha tetap optimistis dan terus bergerak, apapun tantangan global yang dihadapi,” katanya.

Dengan berbagai langkah dan sinergi yang terus diperkuat, pelaku usaha diharapkan tetap memiliki keyakinan untuk berinvestasi dan memperluas kegiatan usaha, sehingga mampu menciptakan lebih banyak lapangan kerja di dalam negeri.