
Jakarta — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah resmi meluncurkan kolaborasi multipihak bersama Tanoto Foundation, Bill & Melinda Gates Foundation, dan UNICEF untuk memperkuat literasi dan numerasi siswa di Indonesia.
Langkah ini diambil sebagai respons atas masih rendahnya capaian literasi dan numerasi siswa Indonesia. Berdasarkan hasil Programme for International Student Assessment (PISA) 2022, sebagian besar siswa Indonesia masih berada di bawah rata-rata negara OECD, dengan hanya sekitar 25 persen siswa yang melampaui rata-rata literasi membaca dan 18 persen pada matematika.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan bahwa penguatan kemampuan dasar membaca dan berhitung harus dimulai sejak dini, khususnya pada jenjang sekolah dasar kelas awal.
“Literasi dan numerasi adalah fondasi utama. Tanpa itu, siswa akan kesulitan memahami pelajaran lain yang lebih kompleks,” ujarnya.
Ia menekankan tiga fokus utama dalam program ini, yakni peningkatan kompetensi melalui pendekatan pembelajaran yang tepat, pembiasaan budaya membaca, serta penguatan kemampuan numerasi berbasis logika.
**Sasar 500 Sekolah dan 45 Ribu Siswa**
Program kolaborasi ini akan dijalankan di enam kabupaten/kota yang tersebar di empat provinsi, yaitu Medan dan Pematangsiantar (Sumatera Utara), Batang Hari (Jambi), Tegal (Jawa Tengah), serta Ende dan Sikka (Nusa Tenggara Timur).
Dalam implementasinya, program akan mencakup 500 sekolah dasar negeri, melibatkan sekitar 1.500 guru dan kepala sekolah, serta ditargetkan menjangkau sedikitnya 45.000 siswa hingga tahun 2029.
Pendekatan yang digunakan berfokus pada tiga pilar utama, yaitu penguatan praktik pembelajaran melalui pedagogi terstruktur, pemanfaatan data asesmen diagnostik untuk menyesuaikan pembelajaran, serta penyelarasan kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah.
**Peran Guru dan Data Jadi Kunci**
Head of Learning Environment Tanoto Foundation, Margaretha Ari Widowati, menekankan bahwa guru memiliki peran sentral dalam keberhasilan program ini.
“Dengan dukungan praktik pembelajaran yang efektif dan pemanfaatan data asesmen, guru dapat memahami kebutuhan siswa dan menyesuaikan strategi belajar secara tepat,” jelasnya.
Senada dengan itu, Direktur Global Education Bill & Melinda Gates Foundation, Benjamin Piper, menyebut pengalaman internasional menunjukkan bahwa kombinasi penguatan pembelajaran, materi ajar, dan data yang jelas mampu meningkatkan kemampuan siswa secara signifikan.
Sementara itu, Perwakilan UNICEF di Indonesia, Maniza Zaman, menegaskan pentingnya kolaborasi dalam menjamin hak anak atas pendidikan berkualitas.
“Melalui kemitraan ini, kita ingin memastikan setiap anak memiliki keterampilan dasar untuk mencapai potensi penuh mereka,” ujarnya.
**Dari Kebijakan Nasional ke Implementasi Daerah**
Peluncuran program ini juga diikuti diskusi lintas pemangku kepentingan yang membahas implementasi dari tingkat nasional hingga daerah. Keterlibatan kepala daerah dari wilayah mitra menunjukkan komitmen bersama dalam memastikan seluruh siswa, khususnya kelas awal, memiliki kemampuan dasar membaca dan berhitung.
Inisiatif ini menjadi bagian dari agenda besar pembangunan nasional, termasuk penguatan sumber daya manusia dalam kerangka RPJMN 2025–2029. Program ini juga sejalan dengan upaya menciptakan pendidikan yang inklusif, merata, dan berkualitas bagi seluruh anak Indonesia.
Pemerintah berharap, melalui kolaborasi ini, dalam beberapa tahun ke depan akan terlihat peningkatan signifikan pada kemampuan literasi dan numerasi siswa, sekaligus memperkuat fondasi menuju terwujudnya generasi emas Indonesia 2045.