Hadiri Panen Raya di Ngawi, Dirut BULOG Fokus Capai Target Serapan 4 Juta Ton Beras

AKM • Wednesday, 8 Apr 2026 - 13:54 WIB
Perum BULOG menggelar kegiatan panen raya musim tanam pertama 2026 di Desa Baderan, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur (Istimewa)

Ngawii — Perum BULOG menggelar kegiatan panen raya musim tanam pertama 2026 di Desa Baderan, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, sebagai bagian dari upaya memperkuat penyerapan gabah dan beras nasional.

Direktur Utama Perum BULOG, Ahmad Rizal Ramdhani, hadir langsung dalam kegiatan tersebut untuk memantau kondisi lapangan sekaligus memastikan kesiapan pencapaian target penyerapan setara 4 juta ton beras pada tahun 2026 sesuai penugasan pemerintah.

Rizal menyampaikan bahwa kegiatan panen raya ini menjadi salah satu langkah untuk melihat langsung potensi produksi sekaligus memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak terkait.

“Kami ingin memastikan proses penyerapan hasil panen berjalan optimal dan target yang telah ditetapkan dapat dicapai,” ujarnya, dalam keterangan tertulis kepada Media, Jakarta, Rabu (7/4).

Menurutnya, pencapaian target tersebut memerlukan dukungan dan sinergi lintas sektor, termasuk Badan Pangan Nasional (Bapanas), pemerintah daerah, TNI/Polri, serta petani dan pelaku usaha penggilingan padi.

“Kolaborasi yang kuat menjadi kunci, karena penyerapan gabah tidak bisa dilakukan sendiri. Semua pihak harus bergerak bersama agar hasil panen petani terserap dengan baik,” tambah Rizal.

Dalam kesempatan itu, BULOG juga menyampaikan bahwa stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola hingga awal April 2026 mencapai sekitar 4,4 juta ton. Angka tersebut dinilai cukup untuk mendukung kebutuhan distribusi dan stabilisasi pasokan dalam waktu dekat.

“Stok ini memberikan ruang bagi kami untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga, sekaligus mengantisipasi kebutuhan ke depan,” jelasnya.

Selain fokus pada penyerapan, BULOG juga menegaskan pentingnya menjaga harga gabah di tingkat petani tetap mengacu pada Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Dari hasil pemantauan di lapangan, harga gabah yang diterima petani di wilayah tersebut dilaporkan berada di atas HPP.

Hal ini dinilai dapat memberikan dampak positif terhadap pendapatan petani sekaligus menjaga stabilitas nilai tukar petani di tengah musim panen.

“Yang terpenting, petani mendapatkan harga yang layak. Jika harga di atas HPP, tentu ini menjadi sinyal positif bagi kesejahteraan mereka,” kata Rizal.

BULOG menyatakan akan terus memperkuat koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan guna memastikan penyerapan hasil panen berjalan maksimal serta menjaga ketersediaan cadangan beras pemerintah.

Kegiatan panen raya ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), organisasi perangkat daerah terkait, serta para petani setempat.

“Pemerintah daerah siap mendukung upaya penyerapan hasil panen dan menjaga stabilitas pangan di wilayah Ngawi,” ujar Dwi Rianto Jatmiko.